Waode Sofia Diusir, Evi Masamba: Ngga Ada yang Sempurna...

Reporter : Amrikh Palupi
Sabtu, 21 Juli 2018 12:01
Waode Sofia Diusir, Evi Masamba: Ngga Ada yang Sempurna...
Saat audisi, Evi kemudian datang membela Waode dan mengembalikan ke tengah juri dalam kondisi sudah cantik dengan makeup.

Dream - Juara `Dangdut Academy` tahun 2015, Evi Masamba angkat komentar terkait peserta audisi dangdut Waode Sofia yang `diusir` karena belum berdandan alias tidak makeup. 

Evi mengunggah foto sedang memejamkan matanya. Diunggahannya itu, wanita 27 tahun ini menuliskan soal kritikan.

" Manusia itu gak ada yg sempurna di dunia ini. Jadi jangan mengkritik seseorang, Sebelum mengkritik diri kita sendiri, Apakah sudah benar hidup kita atau belum. Good night, tulisnya diakses Dream, Jumat 20 Juli 2018.

Namun unggahan penyanyi asal Luwu Utara, Sulawesi selatan ini dikaitkan dengan insiden Waode Sofia.

Saat audisi itu, Waode sedang mendapat kritikan pedas ketiga juri Iis Dahlia, Trie Utami dan Beniqno. Sementara Evi kemudian datang membela Waode dan mengembalikan ke tengah juri dalam kondisi sudah cantik dengan makeup. 

Netizen pun menyebut Evi sebagai malaikat yang menyelamatkan Waode Sofie dengan memberikan penampilan yang bagus saat kembali tampil di depan juri.

Maka dari itu pujian pun mengalir ke peraih juara satu D' Academy putaran kedua itu.

" Salut Banget Sama Kak Evi Yg Nyelamatin Kak Waode," kata akun @dimasrajatia.

" Salam ya sma tu s sombong @iisdahlia,inget hidup g sllu d atas," kata akun @pandupermana1234.co.id.

 " Suka sekali ta sama kata katanya .kebanykan orang mengkritik orang lain tanpa melihat sedikit pun diri kita @evi_masamba_real , tulis akun @nr.bela18.

(ism)

 

1 dari 2 halaman

Geger Tuduhan Kehidupan Masa Lalu, Iis Ancam Lapor Polisi

Geger Tuduhan Kehidupan Masa Lalu, Iis Ancam Lapor Polisi © Iis Dahlia (Foto: Kapanlagi.com)

Dream - Sejak viral video komentar pedas dan mengusir salah satu peserta audisi ajang kontes penyanyi dangdut, Iis Dahlia menjadi sasaran para netizen. Tak hanya cibiran dan nyinyiran haters, seorang netizen bahkan mengunggah tuduhan soal masa lalu Iis Dahlia. 

Unggahan yang semula muncul di kolom komentar Instagram Iis ini sudah dihapus. Namun akun gosip sempat menyunting ulang unggahan itu dan mempostingnya di Instagramnya. 

Tuduhan itu dibuat sebuah akun dengan nama surya_ichsan. Pemilik akun yang seperti mengenal Iis mengungkap masa lalu pelantun Seroja itu sebelum menjadi artis.

Menurut akun itu, semasa remaja Iis pernah tinggal di kawasan Kemanggisan Slipi, JakartaBarat.

" Iis Dahlia atau Iis Laeliya, masa remaja di Kemanggisan Slipi," tulis akun tersebut, diakses Dream, Jumat 20 Juli 2018.

Iis, masih menurut komentar akun tersebut, dikenal dengan julukan " Margenggeng" dan pernah menjadi seorang cabe-cabean. 

"  Dulu beliau pernah jadi cabe-cabean kalo kata manusia jaman now. Lari dari orangtua dan numpang di rumah sahabatnya selama 2 tahun," tulis akun tersebut 

Akun tersebut bahkan memberikan tudingan yang tak kalah mengejutkan. Saat mulai menapaki jalan sebagai artis, Iis disebutkan pernah tinggal di kompleks tekstil. 

Dari rumah tersebut, akun itu menuding banyak skandal yang tak diketahui masyarakat umum. 

"  Beliau pernah tinggal di Komplek Texstil setelah mulai rekaman/debut Solo Album. Dari rumah ini banyak skandal yang tidak diketahui umum,"   tulisnya.

Di akhir tulisannya, akun surya_ichsan menilai Iis telah melupakan orang yang telah berjuang untuknya. Tanpa menyebutkan orang yang disebut, akun itu mengaku unggahannya ini dapat dipertanggungjawabkan. 

"  Iis Laeliya artis asal Indramayu yang notabennya besar di Slipi Kemanggisan dan jadi artis karena seseorang, namun dia melupakan orang tersebut. Tulisan ini dapat dipertanggungjawabkan,"   tulis @surya_ichsan.

2 dari 2 halaman

Alasan di Balik Komentar Pedas Iis Dahlia

Alasan di Balik Komentar Pedas Iis Dahlia © Iis Dahlia (foto: Nur Ulfa/Dream)

Dream - Iis Dahlia menegaskan tak sembarangan memberikan komentar pedas untuk peserta audisi ajang kontes penyanyi dangdut, Waode Safia. Komentarnya soal makeup dan busana untuk Safia diberikan karena alasan yang kuat.

Menurut Iis, komentar keras diberikan untuk kebaikan peserta yang diharapkan bakal menjadi bintang.

" Kita memberikan komentar, penilaian dia itu buat kebaikan dia," kata Iis saat dihubungi, Kamis 18 Juli 2018.

Penyanyi dangdut yang juga ibu dua anak itu juga ingin menguji mental para peserta agar tidak kaget jika mendapatkan cibiran setelah menjadi artis. Tentu saja, Iis juga tetap memperhatikan kualitas suara dari para peserta kompetisi. 

Iis menegaskan semua tindakan yang dilakukannya di kompetisi tersebut bukan untuk diri saya. Dia juga tak mungkin bercapek-capek menjalankan tugas sebagai juri jika peserta tak bisa menjadi artis yang kuat dan hebat suatu saat kelak.

" Saya dibayar sebagai juri, saya mau anak didik saya menjadi artis yang kuat, artis yang hebat, mumpuni secara suara dan mental segala hal," ucapnya.

Pedangdut senior ini lagi-lagi mengungkit jika persaingan di industri hiburan, khususnya dangdut, saat ini lebih berbeda dibandingkan zamannya. Untuk itu, cara setiap orang mendidik calon artis akan berbeda-beda.

" Saya ingin anak-anak talent search ini kesempatannya tuh beda kayak kita zaman dulu. Kita harus punya kualitas bagus bersaingnya," imbuhnya.

Terkait komentar pedasnya yang ditujukan untuk Sofia, Iis mengaku ingin menguji mentan gadis yang baru berusia 16 tahun itu. Dia ingin Sofia menjadi seorang penyanyi bermental kuat.

" Kita harus mempersiapkan mental dia dengan baik gitu loh. Itu yang saya mau," paparnya.

(Sah)

Beri Komentar