Merinding, Firasat Adik Sebelum Yana Zein Meninggal

Reporter : Amrikh Palupi
Jumat, 2 Juni 2017 10:50
Merinding, Firasat Adik Sebelum Yana Zein Meninggal
Yana mendatangi adiknya Haris Zamani lewat mimpi menitipkan kedua putrinya Aurelia Callista Carilla dan Alika Pandora Salvine.

Dream - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Yana Zein. Sang adik, Haris Zamani tidak menyangka jika kakaknya meninggal dunia setelah sebelumnya tampak lebih sehat usai pengobatan di China.

" Saya juga tidak nyangka, kemarin ke China kan baik-baik saja. Saya juga tahu dari Mama. Saya langsung cepat-cepat kemari," ujar Haris Zamani saat ditemui di Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis 1 Mei 2017.

Haris mengaku mendapat firasat kurang enak sebelum kakaknya meninggal. Yana kala itu mendatanginya lewat mimpi untuk menitipkan kedua putrinya, Aurelia Callista Carilla dan Alika Pandora Salvine.

" Beliau datang (mimpi). Ya nitip anak-anak. Insya Allah (menjadi sosok pengganti Yana). Insya Allah sama mama juga (nanti tinggal bareng). Ya itu saja cuma nitip anak-anak," tuturnya.

Haris mengaku sangat kehilangan dengan sosok sang kakak yang begitu baik. Apalagi keduanya memiliki iktan keluarga yang cukup dekat. Meski Yana tinggal di Kawasan Cinere dan Haris di Bogor.

" Iya berdua bersaudara, yang jelas kakak baik sekali. Saya tinggal di Bogor. Di Siloam kita ketemu juga. Alhamdulillah hubungan saya sama kakak juga baik. Makanya tadi agak lemas juga," ucapnya.

1 dari 3 halaman

Keluarga Yana Zein Kesulitan Membiayai Pemakaman

Dream - Jenazah Yana Zein saat ini masih disemayamkan di rumah duka, Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan. Sebelumnya tersiar kabar pihak keluarga kesulitan untuk membiayai pemakaman dan peti jenazah.

Terkait hal ini, Swetlana Zein, ibunda dari Yana membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pihak keluarga akan menjual apapun yang dimiliki untuk membiayai pemakaman Yana secara layak.

" Jual apa yang kita peroleh. Mobil sudah gak ada. Tanah gak ada. Jadi kita jual apa yang miliki, " kata Swetlana saat ditemui di rumah duka Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, Kamis 1 Mei 2017.

Sementara untuk pemakaman sendiri, rencananya jenazah Yana akan dimakamkan pukul 12.00 WIB di Kampung Kandang, Jatinegara, Jakarta Timur pada Jumat 2 Juni 2017.

" Sudah (dapat pemakaman). Mungkin Insya Allah besok jam 12 di Kampung Kandang. Alhamdulillah saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungannya, " ucap Haris Zamani.

2 dari 3 halaman

Detik-detik Meninggalnya Yana Zein

Dream - Ibunda Yana Zein, Swetlana Zein tidak menyangka sang putri bakal meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Pasalnya setelah menjalani pengobatan di China dan pulang ke Indonesia Yana terlihat segar dan jauh lebih baik.

" Yana itu kan pulangnya tanggal 28 dari China berobat di sana empat bulan. Terus waktu jemput kelihatannya sudah sehat sudah fit jadi mukanya sudah bagus ceria. Dia juga bisa jalan dan lain-lain, " kata Swetlana, di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Kamis 1 Mei 2017.

Malam harinya menurut sang bunda, Yana masih makan. Barulah keesokan harinya Yana tidak mau makan karena merasa lelah. Kondisi badannya juga terlihat lemas sampai mengalami sesak napas.

" Besoknya lagi tambah lemas, terus sesak napasnya dari perut ke sini (nunjuk ke bagian samping perut) saya bilang kamu harus ke dokter lalu kita pergi ke dokter, " ucap Swetlana.

 

3 dari 3 halaman

Paru-paru sudah Terendah Cairan

Lalu tim dokter menyatakan detak jantung Yana tidak beraturan, yaitu 152 sedangkan untuk ukuran normal 90. Hal itu membuat Yana harus dipasang alat bantu supaya detak jantungnya normal. Tapi kemudian Yana kembali menurun. Dari hasil rontgen dokter ternyata paru-paru Yana ada cairan dan harus ada tindakan.

" Rontgen ternyata di paru-paru ada air harus diambil. Sudah cukup banyak yaitu 700 cc. Yana keliatannya agak sedikit berkurang sesaknya, " kata Swetlana.

Yana ternyata sempat jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri setelah alat pacu jantung menempel pada tubuhnya. Tak lama setelahnya Yana dinyatakan meninggal dunia pada hari Rabu malam pukul 01.00 WIB di Rumah Sakit Mayapada.

" Jadi saya pas pergi Yana jatuh pingsan, minta izin sama saya minta ke kamar ICU. Supaya pasang pacu jantungnya. Setelah pasang itu semua Yana nggak sadarkan diri, dipasangkan macam macam alat dan dikasih macam macam obat terus tapi Yana nggak sadarkan diri, " tuturnya.

Beri Komentar