Aliando Syarif Ikut Tren Joget TikTok
Dream - Natasha Wilona dan Aliando Syarief sedang terlibat dalam proyek film baru berjudul Argantara. Selain menjalani syuting, kedua selebriti muda ini mengisi waktu merka dengan membuat konten untuk media sosial.
Salah satunya konten buatan Natasha dan Aliando adalah video joget Tiktok bersama. Dalam video unggahan Natasha terlihat Aliando tampil menggunakan jaket hitam yang dikombinasikan dengan kaos dan celana abu-abu.
Sementara mantan kekasih Verrel Bramasta ini tampil dengan rok pendek yang dikombinasikan kaos berwarna kuning dan sepatu putih. Keduanya kompak dan asyik berjoget mengikuti alunan musik Tiktok.

" Argantara Reynand & Syera Jehani. Segera! #argantara," tulis Natasha Wilona pada caption video dikutip Dream dari akun instagramnya, Selasa 14 Juni 2022.
Unggahan wanita berusia 23 tahun ini langsung dibanjiri komentar warganet. Selain menyebut mereka cocok ada juga yang menyoroti penampilan dan perut Aliando yang tampak lebih berisi.
" Ketika cwo2 sibuk ng gym ngecilin perut nya tp bang Ali gemoy bgt SMA perut dadutnya ..sukses buat film kalian 'Argantara'," kata akun @mimienryn.
" ali gantengggg batt," kata akun @blckwhterren_.
" Aliando skrg cakep amat," tulis akun @iva_malicha.
View this post on Instagram
Dream - Setelah lama menghilang dari dunia hiburan, Aliando Syarief muncul dengan kabar mengejutkan. Dia mengaku vakum dari dunia hiburan selama dua tahun belakangan karena mengalami gangguan mental OCD (Obsessive Compulsive Disorder).
" Gue baru kena musibah, gue didiagnos kena OCD," tutur Aliando dalam live Instagram, yang diunggah ulang oleh kanal YouTube Populer Seleb.
Buat Aliando, penyakit ini cukup menguras pikiran dan emosinya. Gangguan ini membuat Aliando melakukan kebiasaan di luar nalar, misalnya saat mandi harus menghitung rambutnya terlebih dahulu.
" Yang dirasian campur aduk, kita berantem sama pikiran sendiri. Gue OCD bukan dari gue tapi dari orang lain, ada fenomena gangguan mental dikirim lewat fibrasi atau gelombang di bumi ini," ucapnya.
Aliando juga menjelaskan, OCD yang diidapnya ini berbeda dari OCD kebanyakan. Dia mengalami OCD ekstrem.
" Ini cukup menganggu, ini ekstrim OCD yang datang. OCD yang normal itu, kalau mereka lihat buku enggak rapih ditutup lagi itu yang normal, nah gue lebih parah dari itu," ucapnya.
Aliando mengaku mengidap gangguan ini sejak kelas dua SD. Penyakit ini sempat sembuh namun kembali muncul dua tahun lalu.
" Cukup menganggu ya, dulu kena 2 SD balik lagi usia 25 tahun," ucap dia.