Protes Keras, Joko Anwar Minta KPI Dibubarkan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 17 September 2019 09:17
Protes Keras, Joko Anwar Minta KPI Dibubarkan
Sutradara ini tampak kesal dengan langkah KPI.

Dream – Belum lama ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjadi sorotan publik. Hal ini bermula dari 14 tayangan yang diberikan sanksi oleh KPI.

Salah satunya adalah promosi film “ Gundala” di salah satu televisi swasta. Alasannya, di promosi film ini, ada dialog “ bangsat”.

Pemberian sanksi itu memancing reaksi sang sutradara film, Joko Anwar. Malah, dia mencuit agar KPI dibubarkan.

“ #BubarkanKPI,” cuit dia di akun Twitternya, @jokoanwar, dikutip Dream, Selasa 17 September 2019.

 

 Cuitan #BubarkanKPI

 

Joko juga menunjukkan arti “ bangsat” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut kamus, bangsat berarti kepindang/kutu busuk dan orang yang berbuat jahat.

Dia juga kesal karena lembaga itu juga memberikan sanksi kepada tayangan SpongeBob Squarepants. Joko menilai lembaga tersebut tak layak untuk menilai apa pun.

 

 Cuitan #BubarkanKPI (1)

“ Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apa pun di hidup ini #BubarkanKPI @KPI_Pusat,” cuit Joko.

1 dari 5 halaman

Bukan Masalah Promosi Gundala

Mengenai cuitannya, Joko buka suara. Dia mencuit #BubarkanKPI tidak karena merasa gerah dengan promosi Gundala, melainkan ada lembaga-lembaga yang menentukan apa yang harus dilihat.

“ Ini bukan masalah promo Gundala. Yang terjadi adalah orang-orang sekarang sudah mulai gelisah dan gerah karena banyak sekali lembaga yang menentukan apa yang harus kita lihat, apa yang boleh kita lihat, apa yang tidak boleh kita lihat,” kata dia di Jakarta. (mut)

2 dari 5 halaman

Eksistensi KPI Tak Perlu Dilanjutkan?

Sekadar informasi, film SpongeBob terkena masalah karena ada adegan melempar kue tart ke muka. Ada juga memukul orang dengan kayu. Sebenarnya, warganet juga kesal karena KPI juga ingin mengawasi konten digital yang disediakan oleh Netflix dan Youtube.

“ Menurut saya, kalau sampai ada satu lembaga yang bisa memberi statement bahwa tayangan seperti Spongebob itu adalah tayangan yang melanggar norma-norma itu, lembaga tersebut tidak usah dipercaya. Mereka menilai apa pun di dunia ini karena sudah nggak make sense,” kata dia.

 

Joko juga merasa eksistensi KPI tak perlu lagi dilanjutkan. Alasannya, orang-orang kini berhak untuk memilih apa yang ingin ditonton.

Yang namanya KPI, menurut saya, keberadaannya sudah tidak harus ada di Indonesia. Bubarkan KPI. Mau larang tayangan TV, kasih sanksi TV, mau larang YouTube, Netflix, apa pun itu, kita bisa akses apa pun yang mau kita tonton di zaman sekarang. Itu kan tindakan yang tidak berguna,” kata dia.

(Laporan: Vika Novianti Umar)

3 dari 5 halaman

Spongebob dan Gundala Kena Sanksi KPI

Dream - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melayangkan surat teguran untuk 14 program siaran di sejumlah lembaga penyiaran, televisi, dan radio, Kamis kemarin.

Menurut KPI dalam situs resminya, 14 program siaran itu melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) KPI tahun 2012.

 

Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo mengatakan, jenis pelanggaran yang ditemukan terkait adanya muatan kekerasan, adegan kesurupan, adegan horor, pemanggilan arwah, konflik pribadi, dialog dan gerakan sensual.

Berikut 14 program siaran yang diberi sanksi yakni:

  1. Program Siaran Jurnalistik “ Borgol” GTV
  2. " Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie" GTV
  3. " Ruqyah" Trans 7
  4. " Rahasia Hidup" ANTV
  5. " Rumah Uya" Trans 7
  6. " Obsesi" GTV
  7. Promo Film " Gundala" TV One
  8. " Ragam Perkara" TV One
  9. " DJ Sore" Gen FM
  10. " Heits Abis" Trans 7
  11. " Headline News" Metro TV
  12. " Centhini" Trans TV
  13. " Rumpi No Secret" Trans TV
  14. " Fitri" ANTV.

 

4 dari 5 halaman

Ungkapan Kasar

Selain itu, terdapat ungkapan kasar, penayangan identitas pelaku pelecehan seksual, adegan berbahaya, privasi, dan pelecehan status kelompok tertentu.

Dalam program acara " Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie" ada dua alasan yang menjadi bahan pertimbangan KPI menegur kartun tersebut.

 

 

Pertama, film itu memuat tindakan kekerasan seekor kelinci terhadap kelinci lain yakni memukul wajah dengan papan, menjatuhkan bola bowling dari atas sehingga mengenai kepala, melayangkan palu ke wajah, dan memukul pot kaktus menggunakan raket ke arah wajah.

5 dari 5 halaman

Gundala Juga

Kedua, bahwa Program Siaran “ Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie” yang tayangkan oleh stasiun GTV pada 22 Agustus 2019 mulai pukul 15.02 WIB, terdapat adegan melempar kue tart ke muka dan memukul menggunakan kayu.

Selain film kartun Spongebob, tayangan lain yang ditegur KPI adalah Promo Film " Gundala" . Dalam suratnya, KPI menyampaikan program siaran itu memuat kata kasar yakni " bangsat" .

 

 

“ Lembaga penyiaran harus memperhatikan ketentuan soal pelarangan dan pembatasan program siaran bermuatan seksual. Siaran dilarang menampilkan muatan yang mendorong remaja belajar tentang perilaku yang tidak pantas atau membenarkan perilaku yang tidak pantas sebagai hal yang lumrah,” jelas Mulyo. (ism)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie