Kisah Jatuh Bangun Warkop DKI, Anak Sakit Tak Mampu Berobat Padahal Film Tayang Tiap Hari

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 30 September 2021 15:23
Kisah Jatuh Bangun Warkop DKI, Anak Sakit Tak Mampu Berobat Padahal Film Tayang Tiap Hari
Perjalanan panjang dan sulit para anggota Warkop DKI.

Dream – Belakangan muncul grup lawak yang meneybut dirinya sebagai WARKOPI. Grup ini dinilai mencuri hak cipta milik Warkop DKI yang beranggotakan Dono, Kasino, dan Indro.

Indro sebagai anggota satu-satunya Warkop DKI yang masih hidup merasa sangat sakit hati ada orang yang melanggar hak ciptanya.

Pelanggaran hak cipta itu juga telah dibenarkan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (KI) Kemenkumham, Freddy Harris. Ia menilai penampilan Trio Warkopi yang merepresentasikan Warkop DKI tanpa izin dianggap sebagai pelanggaran hak cipta.

Padahal anggota Warkop DKI mengalami perjalanan yang cukup sulit selama masih hidup. Terlebih ketika sudah meninggal dunia, anak cucu mereka pun sempat alami kesulitan ekonomi. Hal ini terungkap dalam wawancara Deddy Corbuzier bersama Indro Warkop.

1 dari 4 halaman

Anak Sakit Tak Mampu Berobat

Ilustrasi© YouTube/Deddy Corbuzier

Dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Deddy menjelaskan bagaimana sulitnya hidup para anggota Warkop DKI dan keluarganya. Bahkan saat anak Dono sakit, keluarganya tidak mampu membawanya pergi berobat.

Padahal saat itu film Warkop DKI tayang setiap hari di layar televisi. Namun royalty yang diberikan tidak sebanding dengan apa yang dikerjakan.

“ Anaknya Om Dono sakit, mau berobat saja ndak punya uang, padahal film Warkop itu diputar di TV setiap hari,” kata Deddy menceritakan pengalaman Indro Warkop.

© Dream
2 dari 4 halaman

Tanggungajawab Indro Warkop

Indro merasa memiliki tanggungjawab moral untuk menjaga keluarga sahabat-sahabatnya, yaitu keluarga Dono dan keluarga Kasino.

“ Jadi perjuangannya Warkop, apalagi Om Indro yang masih tersisa harus menanggung, bukan menanggung lah, tapi karena moral-lah. Terus tahu ada kayak gini, kalau aku pribadi bete sih ya,” lanjut Deddy.

“ Aku menjadi tidak bete karena aku tahulah betapa heterogennya bangsa ini, di masa demokrasi ini, seolah-olah semua orang bisa ngomong seenaknya, jadi artinya pertama denger (kasus) ini, kok kampret ya,” timpal Indro Warkop.

3 dari 4 halaman

Malah Kena Hujat Netizen

Ilustrasi© KapanLagi.com

Aksi Indro Warkop yang menegur Warkopi tersebut rupanya tak luput dari hujatan netizen. Indro mengaku dianggap telah menutup rejeki orang lain.

“ Ada (orang yang neghujat), lo lihat deh Instagram gue,” kata Indro Warkop.

“ Ini gimana logikanya, itu kan hak kekayaan intelektual,” timpal Deddy.

“ Ya tapi mereka bilangnya secara moral, ‘negor orang di muka umum, nutup rejeki orang,” ujar Indro.

© Dream
4 dari 4 halaman

Bukan Masalah Kemiripan

Lebih lanjut Indro menjelaskan bahwa yang ia permasalahkan dengan Warkopi adalah bukan soal kemiripannya, tapi soal brand yang Warkop DKI. Ia mengatakan bahwa kemiripan adalah pemberian Tuhan. Ia sama sekali tidak mempermasalahkan kemiripan.

“ Tidak bisa sembarangan pakai nama Warkop DKI, dan yang harus diketahui yang aku daftarkan brand, bukan mirip. Aku gak pernah mempersoalkan kemiripan, Pak, gue juga tahu Tuhan yang kasih itu, jangan-jangan gue juga mirip orang lain sebelum gue,” jelasnya.

Sebab menurutnya hak cipta brand itu yang didaftarkan adalah wajah para anggota Warkop DKI.

Brand (yang dipermasalahkan), mau enggak mau brand itu kan muka gue, muka Dono, muka Kasino. Jadi yang gue protes, untuk izin, untuk iktikad baik, adalah itunya (brand-nya)," tegas Indro.

 

Beri Komentar