Innalillahi, Pendiri Warkop DKI Rudu Badil Tutup Usia

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 11 Juli 2019 10:56
Innalillahi, Pendiri Warkop DKI Rudu Badil Tutup Usia
Sosok penting bagi kemunculan Warkop DKI.

Dream - Pendiri grup komedi, Warkop DKI sekaligus jurnalis senior Harian Kompas, Rudy Badil meninggal dunia. Kabar duka itu diunggah personil Warkop DKI, Indrodjojo Kusumonegoro biasa disapa Indro, di Instagram miliknya.

" Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un. Selamat beristirahat dengan tenang Mas Rudy Badil," kata Indro, Kamis, 11 Juli 2019.

 Indro Warkop dan Rudy Badil (Foto: Instagram Indro Warkop)

Indro Warkop dan Rudy Badil (Foto: Instagram Indro Warkop)

Dalam unggahan itu, Indro berterima kasih atas persaudaraan yang sudah dibangun Rudy. Sebab, Rudy membukakan jalan Indro di dunia hiburan.

" Warkop DKI tidak akan lepas dari sosok Rudy Badil selamanya. Dan gw akan kibarkan bendera Warkop DKI seumur hidup gw, gw janji, insya Allah," kata Indro.

Berdasarkan informasi, Rudy tutup usia pada pukul 07.13 di RS Dharmais, Jakarta.

1 dari 5 halaman

Anggota Warkop DKI yang Kerap Terlupakan

 Warkop DKI

Dream - Warkop DKI memang identik dengan sosok Dono, Kasino dan Indro. Namun tahukah kamu, di awal karirnya mereka memiliki anggota yang mungkin sekarang sudah terlupakan.

Warkop terdahulu, atau yang sebelumnya dikenal sebagai Warkop Prambors adalah grup lawak yang dibentuk oleh para aktivis Mahasiswa Universitas Indonesia dengan posisi awal Nanu (nama asli Nanu Mulyono), Kasino (Kasino Hadiwibowo), Rudy (Rudy Badil).

Layaknya Stand Up Comedy-an zaman sekarang, mereka dulu suka tampil melawak di depan teman-teman kampusnya.

Lawakanya yang segar membuat salah seorang mahasiswa yang kebetulan mengepalai Radio Prambors, Temmy Lesanpura, mengundang mereka untuk mengisi acara radio di tahun 1973.

Acara yang bertajuk “ Obrolan Santai di Warung Kopi” tersebut terbukti bisa menarik perhatian para pendengar.  Setahun kemudian Dono (Wahjoe Sardono) direkrut bergabung di Warkop Prambors. Dono kala itu dikenal tak banyak bicara. Namun sekali berbicara, banyak orang tertawa.

Barulah pada tahun 1976, Indro (Indrodjojo Kusumonegoro) bergabung. Saat itu, Indro masih kelas 3 di SMA 4 Jakarta.

 

2 dari 5 halaman

Berdirinya Warkop

Dari situlah, nama Warkop Prambors mulai dibesarkan. Semua media di Indonesia, banyak membicarakan kelompok lawak yang baru dan segar ini.

Merekapun mulai tampil di berbagai panggung, hingga puncaknya bermain film pertama Warkop yang berjudul 'Mana Tahaaan...''

Sayang pencapaian grup Warkop hingga terkenal dan menjadi legenda tidak dilalui bersama-sama oleh kelima anggotanya, mengapa?

 

3 dari 5 halaman

Nanu dan Rudy Badil

Berikut sedikit kisah dari beberapa orang anggota yang ikut merintis nama Warkop DKI yang mungkin sekarang sudah terlupa...

1. Nanu Mulyono

 Wakop DKI

Nanu Mulyono sempat bermain film bersama Dono, Kasino dan Indro. Nanu yang lahir tanggal 17 November 1952 tersebut merupakan seorang mahasiswa UI sama seperti Rudy, Dono Dan Kasino.

 Wakop DKI

Film pertama yang ia bintangi bersama Warkop adalah film yang berjudul “ Mana Tahan”. Film tersebut rilis pada tahun 1979 kemudian dilanjutkan dengan film “ Kisah Cinta Rojali dan Zuleha” di tahun yang sama. Selama hidupnya, Nanu hanya membintangi dua film karena ia meninggal pada 22 Maret 1983 di usia 30 tahun.

2. Rudy Badil

 Wakop DKI

Rudy Badil sendiri tidak terlibat dalam satupun film yang dibintangi oleh para anggota Warkop. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari Warkop lantaran merasa demam panggung. Mungkin tak banyak orang tahu tentang Rudy Badil. Saat di radio, Rudy banyak memerankan karakter orang Jawa. Keluar dari Warkop, Rudy berkarir sebagai seorang wartawan.

 Wakop DKI

Terakhir, Rudy Badil sempat menemani Indro dalam peluncuran buku tentang Warkop beberapa tahun silam.

 

4 dari 5 halaman

Dorman dan Mat Solar

3. Dorman Borisman

 Wakop DKI

Dorman Borisman sempat dijuluki sebagai “ Warkop keempat” saat bermain dalam film Pintar-Pintar Bodoh tahun 1980. film ini berkisah tentang detektif culun yang saling bersaing, dan semua kena nasib konyol.

Momen paling ikonik saat Dono memarodikan gaya John Travolta di Saturday Night Live, dan Kasino menyanyi “ lagu kode”.

4. Mat Solar

 Wakop DKI

Kali ini adalah Mat Solar yang sempat mendapat julukan “ Warkop keempat” saat bermain dalam film Warkop berjudul Dongkrak Antik di tahun 1982. Mereka berperan menjadi pegawai hotel yang serbasalah. Dono pelupa, Kasino pemarah, Indro gagap, dan Mat solar yang budek.

Di ujung film, mereka tampil sebagai band “ Wah Gede Banget!”, yang memelesetkan lagu-lagu Beatles dan Rolling Stone jadi lagu-lagu-lagu daerah.

 

5 dari 5 halaman

Masih Ingat Sosok Ini?

5. H.I.M. Damsyik

 Wakop DKI

Nama H.I.M. Damsyik juga sempat melekat bersama Warkop saat bermain di film Depan bisa belakang bisa di tahun 1987.

Tak terasa, 37 tahun lamanya, guyonan Warkop DKI tak juga surut. Meski kini hanya tinggal Indro, grup ini masih berkibar dengan gayanya sendiri.

Kelompok lawak legendaris ini akan membuat orang tertawa, sebagaimana mottonya yang selalu diingat oleh pengemarnya: “ Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”.

(kineclubums.blogspot.co.id/Twitter.com/Warkop DKI)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone