Anak Gitaris Seventeen Dimandikan di Atas Makam Ayah, Alasannya Bikin Nangis

Reporter : Nur Ulfa
Kamis, 7 Februari 2019 13:52
Anak Gitaris Seventeen Dimandikan di Atas Makam Ayah, Alasannya Bikin Nangis
Juliana Moechtar, istri mendiang gitaris Seventeen, Herman Sikumbang, memboyong putranya ke kampung halaman sang ayah.

Dream - Gitaris Seventeen, Herman Sikumbang, telah berpulang lebih dari sebulan yang lalu. Namun rasa kangen akan kehadiran sosok ayah tak bisa hilang dalam diri dua buah hatinya, Hafuza Dhamiri Herman dan Hisyam Quraisy Herman.

Dua putra mendiang Herman masih sangat berduka atas meninggalnya ayah mereka akibat tsunami Banten yang menerjang grup band Seventeen saat manggung di Tanjung Lesung akhir tahun 2018 lalu

Juliana Moechtar, istri mendiang Herman, sudah mencoba berbagai cara untuk mengobati rasa rindu kedua anaknya tersebut. Namun tetap saja sang anak terus menannyakan keberadaan Herman.

Tak ingin terus berlarut dalam kerinduan, Juliana mengajak kedua anaknya itu terbang ke kampung halaman suami di Tidore untuk berziarah ke makam Herman. Di pusara tersebut, Juliana juga melakukan ritual mandi di atas makam Herman agar anaknya tidak terus menanyakan keberadaan sang ayah.

“ Jadi tadi dimandiin itu sebenarnya Fuza kan selalu keinget sama almarhum, jadi setiap pagi bangun pasti yang ditanyain papanya. Jadi dimandiin biar hatinya agak tenang," ujar Juliana seperti yang dikutip dream dalam tayangan trans7.

 

1 dari 4 halaman

Sang Kakek Iba Lihat Putra Herman

Syahril Sikumbang, ayah dari Herman menjelaskan ritual ini biasa dilakukan di Tidore. Syahril mengaku iba melihat kedua cucunya yang terus menannyakan keberadaan putranya

“ Biasa itu adat di Tidore sini. Jadi Fuza itu kan terlalu dekat dengan papanya ini, dia selalu mimpikan papa," katanya.

Menurut Syahril, kedekatan mendiang Herman dan putranya kemungkinan membuat Fuza sudah sangat merindukan sosok sang ayah.

“ Tadi upacara dimandikan itu supaya dia jangan terlalu ingat orang tuanya begitu ya, artinya tetap ingat tapi tidak separah itu, dia parah sekali, Fuza itu,”imbuhnya.

 

 

 

2 dari 4 halaman

Ungkapan Haru Istri Herman Seventeen: Bukan Ingin Melupakan...

Dream - Akhir 2018 jadi luka mendalam bagi Juliana Moechtar. Sang suami Herman Sikumbang yang merupakan gitaris dari Band Seventeen, menjadi salah satu korban meninggal dunia akibat gelombang tsunami yang menghantam sebagian wilayah Banten pada 22 Desember 2018.

Mengawali 2019 ini, dalam insta stories Juliana, ia mengunggah beberapa momen kebersamannya dengan Herman dimulai dari 2011.

Juliana mengunggah beberapa foto kemesrannya dengan Herman. Bahkan ada satu foto dan dia menuliskan sifat-sifat yang dimiliki suaminya. 

  herman seventeen

 

“ Pendiam, cuek, penyayang, bertanggung jawab, tenang,santai, sahat, suami, teman berantem, musuh, kekasih semuanya ada di Hermanseventeen,” tulis Juliana, Selasa, 1 Januari 2019.

Selain itu, ia juga mengunggah foto saat keduanya berada di sebuah ruangan, bahkan di situ Juliana ingin memulai hidup yang baru di 2019 ini. 

  herman seventeen

" Bukan ingin melupakan tapi memulai harapan, bismillah ya Han @hermanseventeen. Tenang di sana ya Han dan hun memulai hidup yang penuh harapan di sini insyallah kita bisa,” katanya.

 

3 dari 4 halaman

Curhat Pilu Istri Gitaris Seventeen Korban Tsunami Anyer: Dia Peluk Lama Sekali

Dream - Duka cita masih sangat terasa pasca tsunami yang menyapu kawasan pantai di Pandeglang, Serang, Banten dan kawasan Lampung Selatan. Duka mendalam dirasakan grup band Seventeen yang kehilangan beberapa personilnya.

Rasa sedih semakin tak terkira saat pasangan yang kita cintai menjadi korban amukan tsunami itu.

Perasaan itulah yang dirasakan oleh Juliana Moechtar, istri gitaris band Seventeen Herman Sikumbang. Sang suami yang menjadi pengisi acara Family Gathering di Tanjung Lesung Anyer turut menjadi korban meninggal dunia pada malam nahas itu.

Dalam mengungkapkan rasa sedihnya, Juliana mengunggah kenangannya bersama sang suami. Ia menceritakan, beberapa bulan sebelumnya, Herman selalu memainkan lagu ciptaannya berjudul " Kemarin" . Lagu ini menceritakan kisah seseorang yang telah pergi.

" K e m a r I n ... sedih hati saya saat mendengar lagu ini," tulis Juliana yang juga berprofesi sebagai pemain sinetron tersebut.

 

4 dari 4 halaman

Ciuman dan Pelukan Hangat Terakhir

Menurut Julianan, lagu tersebut merupakan karya terakhir yang diciptakan suaminya. Beberapa bulan terakhir mendiang selalu memainkan lagi tersebut saat duduk di kursi tamu di rumah.

" Dia selalu menyayi kan lagu ini, Dan takdir berkata lain, Dan lagu ini membuat hati saya sangat sedih," tulis Juliana di akun Instagramnya seperti diakses Dream, Senin 24 Desember 2018.
Pelukan Terakhir gitaris Seventeen
Meski demikian, Juliana mencoba menguatkan diri dengan mengatakan jika dia sudah ikhlas dengan kepergian suaminya yang biasa ia panggil Han.

" Hun iklas Han , hun iklas apa pun yg terjadi sekarang, Han yg tenang disana, insyallah hun bs menjaga anak2 dengan baik," ujarnya.

Dia mengatakan akan selalu berusaha kuat untuk anak-anaknya. Tak lupa Jualiana akan selalu mendoakan sang suami agar tetap di alam yang berbeda. " Han hrs tenang disana ya," ucap dia.

Sesekali Juliana mengingat momen ketika sang suami hendak pergi untuk manggung di kawasan Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang. Tak biasanya Juliana memberikan ciuman hangat yang selama ini tak pernah dilakukan Herman.

" Teringat saat dia pamit, dia memeluk saya lama, dia mencium saya penuh cinta, Dan pada saat terakhir pun dia masih mengajak saya untuk ikut keacara itu, tp Allah masih punya cerita lain disini,sampai kapanpun hun akan selalu mencintaimu Han ... hun iklas han, hun iklas," kata dia.(Sah)

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo