Sogi Bersama Anak Dan Istrinya (Foto : @sisogi)
Dream - Pada tahun 2004 masih dalam ingatan ketika komedi modern Extravaganza tayang di salah satu televisi swasta di Indonesia. Banyak pemeran baru yang akhirnya menjadi terkenal seperti Tora Sudiro, Aming, Ronal Surapradja, Indra Birowo, Tike Priatnahkusumah, Roni Dozer, Virnie Ismail, Sogi Indra Djuaja, Mieke Amalia, Ence Bagus, TJ, Ananda Omesh dan Edric Tjandra.
Kurang lebih 10 tahun berlalu setelah acara tersebut tak lagi ditayangkan, ternyata para mantan pemain Extravaganza itu tetap menjalin hubungan. Terebih lagi, mereka semua baru saja tergabung dalam sebuah penggarapan film, yang tak lain di produseri oleh pasangan suami istri Tora Sudiro dan Mieke Amalia.
Berkat main di Extravaganza nama Omesh pun menjadi dikenal publik. Ia pun memimpikan dan bercita-cita bergabung kembali bersama pemain lainnya dalam suatu projek. Impian tersebut tercapai setelah mereka bermain di film besutan sutradara Hilman Mutasi.
" Ini memang cita-cita dari dulu karena kita enggak pernah putus ngumpul. Dari dulu selesai syuting kita ngumpul misalnya di ultah anak siapa," kata Ananda Omes ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan.
Diakui Omesh sebelum membuat film berjudul " The Wedding & Bebek Betutu" mereka sempat berkumpul untuk mendiskusikan akan ada proyek apa lagi. Setelah berpikir membuat film akhirnya investor datang melalui Tora Sudiro sebagai Produser.
" Kita ketemu dua tahun lalu, kita mau bikin apa lagi akhirnya datang investor dan kita bikin film ini," Jelas Omesh
Sementara itu, Omesh mengaku kedepan akan ada projek terbaru sehingga ada titik awal untuk kembali berkarya dalam sebuah judul film.
" Insya Allah akan ada proyek selanjutnya. Kita bikin sama-sama film ini kita ikut nimbrung juga ceritanya jadi mudah-mudahan ini menjadi titik awal kita berkarya kembali," tutur Omesh.
Dream - Akhir tahun merupakan salah satu momen paling menjanjikan untuk menarik kunjungan wisatawan baik dari dalam dan luar negeri. Sejumlah orang pun pasti telah merencanakan agenda traveling ke daerah-daerah wisata untuk mengisi libur sekolah dan pergantian tahun.
Kesempatan ini turut dimanfaatkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan menggandeng lima Pemerintah Provinsi (Pemprov) se-Kalimantan, dalam menyelenggarakan pameran wisata Borneo Extravaganza 2015.
Acara rutin yang sudah digelar selama tujuh kali ini, selalu diselenggarakan di luar Kalimantan dengan tujuan dapat menjaring wisatawan dari luar pulau Borneo. Sedangkan untuk tahun ini, Bandung menjadi pilihan untuk menyelenggarakan acara yang diadakan selama tiga hari, 27-29 November mendatang.
" Kami akan adakan di Bandung Indah Plaza (BIP), agar pengunjung mall yang datang dari mana-mana bisa menyaksikan budaya etnik khas Kalimantan yang kami tampilkan," tutur Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Raseno Arya.
Bandung juga dipilih dengan pertimbangan kemudahan akses transportasi udara dari Bandung menuju Kalimantan, begitu pula sebaliknya. Sehingga Kota Kembang memang dijadikan bidikan utama untuk menjaring wisatawan nusantara.
Raseno berharap ajag ini bisa menjadi alat promosi pesona Kalimantan sebagai bursa pariwisata nusantara. Berbagai paket wisata unik dan menarik diharapkan dapat menarik 255 juta kunjungan wisatawan lokal dan 10 juta wisman di akhir tahun.
" Kedatangan wisman itu terutama diharapkan dari negara perbatasan seperti Kucing, Serawak dan Brunei Darusalam," imbuh Raseno di Gedung Sapta Pesona, Senin, 16 November 2015.
Peningkatan jumlah Wisnus setiap tahunnya, menjadi pertimbangan untuk menargetkan jumlah kunjungan menjadi 275 juta wisatawan dalam lima tahun ke depan. Seiring dengan cita-cita Kemenpar yang ingin menjadikan sektor pariwisata sebagai kontributor utama dalam mendorong perekonomian nasional.
" Kunjungan 255 juta pelancong setara dengan pengeluaran Rp201,5 triliun. Kemudian sektor pariwisata akan menyumbang devisa 280 triliun. Dengan menciptakan 13 juta lapangan kerja, tandasnya menutup konferensi pers Borneo Extravaganza 2015.