Kabur dari Karantina, Rachel Vennya Akui Dirinya Sombong dan Egois

Reporter : Nur Ulfa
Senin, 18 Oktober 2021 17:47
Kabur dari Karantina, Rachel Vennya Akui Dirinya Sombong dan Egois
Ia akan menerima semua konsekuensinya.

Dream - Rcahel Vennya menyesal dan malu karena tak menjalani karantina seperti yang sudah seharusnya dilakukan. Terlebih, namanya disorot dan kasusnya viral menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

" Aku malu dan aku menyesal nggak menjalani karantina seperti yang seharusnya pemerintah anjurkan," tutur Rachel Vennya dikutip dari kanal YouTube Boy William, Senin 18 Oktober 2021.

Rachel mengaku egois dan sombong karena hanya mementingkan diri sendiri, serta lalai tak menjalani kewajibannya (karantina) usai pulang dari Amerika Serikat.

" Aku akuin aku sombong dan egois. Ini salah aku aku sadarnya telat yang pasti aku nyesal," imbuh dia.

Rachel berjanji akan menerima semua konsekuensi atas segala keslahaannya. Termasuk dengan dipanggil oleh Polisi untuk dimintai keterangan.

" Ini bukan hal yang dibenarkan dan aku nggak ada pembelaan dan pembenaran dalam hal ini sama sekali. Aku itu siap menerima sanksi dan konsekuensi ke depan, aku akan jalani itu semua," ujar dia.

1 dari 4 halaman

Bukan Kabur, Rachel Vennya Sama Sekali Tak Jalani Karantina di Wisma Atlet

Dream - Rachel Vennya akhirnya buka suara perihal kasus karantina yang usai pulang dari Amerika Serikat. Dia mengaku tidak menjalani karantina sama sekali.

" Aku enggak karantina sama sekali di Wisma Atlet," ucap Rachel Vennya di kanal Youtube Boy William.

Rachel langsung pulang ke rumah setiba dari AS. Dia juga membantah minta sekamar dengan kekasihnya, Salim Nauderer, saat dikarantina.

rachel© instagram

" Di Wisma Atlet aku enggak minta sekamar, kenyatannya enggak karantina sama sekali," imbuh dia.

Rachel menyesal karena tidak melakukan karantina. Dia berjanji akan menerima semua sanksi yang akan ia terima.

" Perlakuan aku ini salah dan enggak ada pembenaran sama sekali, alasan aku juga enggak bisa dibenarkan sama sekali," tutur dia.

2 dari 4 halaman

Kapolda Metro Jaya Janji Usut Tuntas Kaburnya Rachel Vennya dari Karantina

Dream - Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, menyatakan bakal mengusut kasus kaburnya selebgram Rachel Vennya dari karantina usai bepergian ke Amerika Serikat. Pernyataan ini sebagai jawaban atas desakan banyak pihak untuk penindakan terhadap Rachel.

" Masalah karantina, Polda Metro Jaya akan mengusut tuntas. Ini sebagai jawaban," ujar Fadil.

Fadil juga menegaskan tidak akan ada perlakuan khusus dalam penindakan kasus ini. Dia memastikan jajarannya tidak akan pandang bulu dalam menangani kasus yang menyita perhatian banyak pihak itu

Tak hanya itu, Fadil memerintahkan jajarannya untuk juga melakukan pengusutan terhadap semua pihak yang diduga menjadi mafia karantina. Terlebih para pihak yang memfasilitasi kaburnya Rachel.

" Kami akan mengusut tuntas, tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang terlibat dalam mafia karantina," kata dia.

Lebih lanjut, Fadil mengungkapkan penyidik telah mengirimkan surat pemanggilan kepada Rachel per hari ini. Selebgram tersebut akan dimintai klarifikasi terkait dugaan dia kabur dari karantina, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 4 halaman

IDI Kritik Rachel Vennya: Jangan Merasa Punya Privilese

Dream - Kaburnya Rachel Vennya dari karantina turut membuat Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia, Zubairi Djoerban, kesal. Dia mengingatkan Rachel seharusnya tidak melakukan pelanggaran.

" Jangan merasa punya privilese," ujar Zubairi lewat salah satu cuitannya di akun Twitter, @zubairidjoerban.

Zubairi menegaskan, apapun latar belakang Rachel, tidak ada alasan untuk meninggalkan karantina. Meskipun mendapat bantuan petugas.

" Siapapun Anda. Yang diduga selebgram dan diduga kabur, serta diduga dibantu petugas. Anda tidak dapat meninggalkan karantina atas alasan apapun," tulis dia.

4 dari 4 halaman

Berisiko bagi Masyarakat

Menurut Zubairi, pelanggaran aturan karantina membawa risiko besar. Tidak hanya bagi pelakunya, namun juga maasyarakat.

" Hal itu menempatkan risiko bagi masyarakat. Apalagi jika Anda datang dari negara berisiko super tinggi," tulis Zubairi.

Beri Komentar