Tampilkan Anyaman di Tokyo, Etu Berdarah-darah

Reporter : Ismoko Widjaya
Kamis, 12 Maret 2015 19:03
Tampilkan Anyaman di Tokyo, Etu Berdarah-darah
Pertengahan Maret 2015 ini Etu siap menampilkan karyanya di Mercedez-Benz Fashion Week Tokyo (MBFWT), Jepang. Femme De La Creme menjadi tema yang diusung Etu.

Dream - Karya desainer busana muslimah Indonesia begitu dilirik dunia. Sebut saja Restu Anggraeni, di pertengahan Maret 2015 ini Etu siap menampilkan karyanya di Mercedez-Benz Fashion Week Tokyo (MBFWT), Jepang.

Keterlibatannya di ajang bergengsi  ini dimulai karena keikutsertaannya di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) tahun lalu. " Koleksi bertema Metropolished rupanya dilihat penyelenggara Tokyo Fashion Week tahun ini. Dan alhamdulillah mereka tertarik, setelah lulus seleksi kemudian diundang Japan Fashion Week," kata Etu, panggilan akrabnya saat berbincang dengan Dream.co.id di kawasan Senayan, Jakarta.

Di acara yang berlangsung 17 Maret ini, Etu menampilkan koleksi yang pernah ditampilkan di JFW, namun dengan beberapa inovasi terbaru. Kali ini Etu mengambil tema Femme De La Creme yang berarti wanita sukses di puncak posisi.

" Aku nampilin 10 tapi bawa 12 koleksi untuk jaga-jaga. Koleksinya tampil dengan cutting dan panelling. Kombinasi warnanya lebih nude, putih, clean dan simple sesuai dengan karakter Etu. Geometri yang dihasilkan melalu teknik woven atau anyaman, Aku sangat tertarik dengan motif kipas kayu atau tikar," kata Etu.

Ia tidak menyangka mendapat kesempatan untuk mewujudkan keinginannya tampil di kancah internasional. Terlebih lagi, Restu akan tampil sebagai satu-satunya desainer busana muslim dari Indonesia di Tokyo Fashion Week.

" Aku berangkat bersama desainer Toton Januar, tetapi setahu saya Etu satu-satunya desainer busana muslimah dari Indonesia yang tampil. Alhamdulillah bersyukur sekali. Semoga menjadi pembuka jalan juga busana muslimah lebih mendunia, Alhamdulillah juga banyak yang mendukung," kata Etu.

Dalam mengikuti ajang ini, Etu tidak menghabiskan waktu yang lama. " Semua persiapan singkat, cuma satu setengah bulan, itu mulai dari pencarian motif rajut hingga pakaian jadi. Berdarah-darahlah pokoknya. Deadline kerjaan lainnnya lumayan banyak soalnya," ujarnya dengan melepas tawanya.

Wanita yang kini sudah mendapatkan tawaran kerjasama dengan desainer Turki selepas TFW tersebut berharap, karyanya dapat digunakan oleh masyarakat muslim asing yang memang membutuhkan fesyen muslim simple dan chic.

" Semoga dapat juga bekerjasama dengan desainer non hijab juga. Berharap semua desainer busana muslimah saling mendukung, Begitu juga dengan pelaku industri dan yang paling penting pemerintah dan masyarakat harus optimis dengan target Indonesia menjadi kiblat fashion busana muslimah. Amin," ujar Etu.

Dukungan diterima Etu dari banyak pihak, salah satunya islamic fashion e-commerce Hijup.com. " Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kiblat fashion muslim dunia karena memiliki desainer-desainer yang berbakat, Semoga kiprah Etu menjadi penyemangat untuk desainer lokal lainnya," harap CEO Hijup.co, Diajeng Lestari. (Ism)

 

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam