Artis Cilik Laporkan Pelecehan Mantan Manager

Reporter : Bimo
Kamis, 12 Maret 2015 14:16
Artis Cilik Laporkan Pelecehan Mantan Manager
"Bila nanti terbukti si pelaku melakukan tindak asusila dan pencurian," kata Ketua Komnas PA, Aris Sirait

Dream - Kasus dugaan pelecehan yang menimpa penyanyi cilik berinisial TS hari ini rencananya akan dilaporkan ke Mabes Polri. Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, menegaskan akan mendampingi keluarga TG.

" Rencana hari ini kami akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri sebagai proses awal langkah hukum," terang Aris saat dihubungi Dream, Kamis, 12 Maret 2015.

Dalam laporannya, pihak keluarga dan Komnas PA rencananya akan meminta rekomendasi proses visum serta menyerahkan bukti-bukti kekerasan sekaligus memberikan keterangan saksi. Untuk pelaporan kali ini, TG sendiri dipastikan tak akan hadir karena berhalangan. 

Penyanyi cilik ini dilaporkan menjadi korban tindak pelecehan yang dilakukan mantan managernya, Muhammad Arif Dollah yang merupakan warga negara Singapura. 

Tak hanya kasus pelecehan, mantan manager TG juga dituduh terkait kasus pencurian dengan melakukan pencurian alat-alat elektronik, gitar, dan alat musik lainnya.

" Bila nanti terbukti si pelaku melakukan tindak asusila dan pencurian. Maka TG sudah mengalami kerugian materil dan non materil. Pasalnya pun akan berlapis bisa dikenakan kurungan penjara 5 - 15 tahun," jelas Aris.

TG yang masih berusia 13 tahun dikabarkan mengalami trauma yang mendalam atas peristiwa itu. " Di usianya yang masih belia sudah merasakan hal itu," ucapnya.

Guna membantu proses pemulihan, Komnas PA berjanji akan melakukan tes psikis dengan memanggil ahli psikologi. " Kami ambil langkah untuk pengecekan psikologinya yakni dengan psyco social therapy dari tim psikolog," katanya.

Disinggung kemungkinan memasukan TG ke rehabilitasi atau pesantren, Aris tidak bisa memberikan kepastian untuk upaya pemulihan shock therapy-nya tersebut.

" Sampai saat ini kami belum bisa memberikan kepastian langkah pemulihan traumanya. Dari pihak keluarga belum berencana memasukan ke pesantren atau penyembuhan psikisnya dengan direhabilitasi. Kami coba tunggu hasil laporannya nanti," jelas Aris.

Beri Komentar