Tompi Bungkam Pengacara Ratna Sarumpaet di Persidangan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 23 April 2019 11:42
Tompi Bungkam Pengacara Ratna Sarumpaet di Persidangan
Tompi menjawab kemampuannya di bidang fotografi.

Dream - Tim kuasa hukum Ratna Sarumpaet melemparkan sejumlah pertanyaan kepada penyanyi Tompi ketika menjadi saksi. Dalam kesaksiannya, Tompi membahas cuitannya di Twiter mengenai luka Ratna.

Salah satu kuasa hukum Ratna, Desmihardi, sempat bertanya mengenai kode etik dokter memperbolehkan atau tidak menyampaikan cuitan tersebut. Tapi, pertanyaan itu diinterupsi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

" Interupsi Yang Mulia. Ini saksi fakta," kata Jaksa.

" Bahas sesuai dengan tweet saja. Tidak usah masalah kode etik saksi," ujar Ketua Majelis Hakim, Joni.

Setelah itu, kuasa hukum lainnya, Insank Nasruddin, bertanya mengenai kemampuannya menganalisa keaslian foto. " Anda bukan ahli fotografer?" tanya Insank.

Secara tegas, Tompi yang berprofesi sebagai dokter bedah, menjawab kalau dia memiliki kemampuan di bidang fotografi. Jawabab itu membuat Insank terdiam.

" Yes. Saya fotografer profesional," kata Tompi dibarengi tawa para pengunjung di ruang sidang.

1 dari 4 halaman

Ini Dampak Kebohongan Ratna Sarumpaet Pada Prabowo-Sandiaga Uno

Dream - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pihaknya sangat dirugikan setelah kebohongan Ratna Sarumpaet tersebar luas.

" Tentu (merasa) dirugikan, tapi kami enggak tahu sebab musababnya. Itu yang perlu kami dalami," ujar Dahnil usai menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 11 April 2019.

Dahnil mengaku tidak mengetahui pasti alasan Ratna berbohong kepada BPN. Dia juga tidak paham apakah Ratna menderita masalah gangguan jiwa atau tidak.

" Kami enggak tahu kondisi kejiwaan Bu Ratna ya. Dalam artian kenapa Bu Ratna berbohong, itu kami enggak tahu," ucap dia.

Dalam kesaksiannya, Dahnil mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan Ratna. Meski keduanya sama-sama berada di BPN.

" Saya tahu beliau aktivis, secara pribadi saya enggak kenal," kata dia.

Dahnil mengaku, pertama kali mendapat kabar Ratna dianiaya orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat pada 1 Oktober 2018. Kala itu, ia sedang berada di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

[crosslink_1]

2 dari 4 halaman

Amien Rais Minta Prabowo Angkat Kasus Ratna Sarumpaet

Dream - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, menjadi saksi dalam persidangan penyebaran kabar bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet.

Dalam kesaksiannya, Amien mengaku mengetahui peristiwa kabar 'penganiayaan' Ratna dari jejaring media sosial Youtube pada 2 Oktober 2018.

" Ada berita tentang Ratna Sarumpaet dianiaya dan kemudian waktu itu juga lihat Youtube kelihatan Bu Ratna keadaan wajah seperti kena penganiayaan berat," kata Amien, Kamis 4 April 2019.

Merespons informasi tersebut, Amien segera menghubungi teman-temannya di Partai Gerindra. Mengutip pemberitaan sebuah media, Amien bertanya mengenai kondisi Ratna.

" Nah kemudian saya diberitahukan bahwa Pak Prabowo sudah mengetahui dan akan menengok Ratna jam 14.30 WIB di Lapangan Polo," ucap dia.

3 dari 4 halaman

Menjenguk Ratna

Amien kemudian menjenguk Ratna bersama Prabowo. Tiba di Polo pukul 15.00 WIB, Amien bertemu dengan Ratna. Di lokasi itu, kata Amien, terdapat Nanik S Deyang, Said Iqbal, dan Fadli Zon.

Amien mengatakan, Ratna tampak tertekan dan sulit berbicara. Melihat kondisi tersebut, Amien mengusulkan untuk segera mengangkat kasus ini ke permukaan.

" Saya bilang pertama Pak Prabowo harus angkat ke permukaan penganiayaan yang menimpa salah satu tim BPN di Pilpres," ujar dia.

Prabowo, kata Amien, juga sepemikiran dengan usulan itu. Belakangan, kabar itu ternyata bohong belaka.

4 dari 4 halaman

Mengaku Tak Punya Ponsel

Amien menyebut mendapat keterangan dari polisi mengenai kabar bohong yang disampaikan Ratna.

" Saya kaget, lo kalau begitu kemarin tidak seperti yang kita sangka. Paginya Bu Ratna di kepung wartawan. Beliau (Ratna) mengatakan saya maaf," ucap dia.

Setelah pernyataan itu, Amien menemui Prabowo di Lapangan Polo. Tak lama setelah itu, ada konferensi pers permintaan maaf dari Prabowo.

Dalam persidangan itu, Amien mengaku tak memiliki ponsel. Dia juga mengklaim tak memiliki WhatsApp.

Saat ditanya oleh jaksa mengenai akses informasi yang dia dapat, Amien menjawab, " Laptop."

Amien juga mengaku, menggunakan ponsel milik sang sopir. " Sopir namanya Ismail punya handphone," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Devira Prastiwi

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik