Kaos Bocah Penggembala Sapi Ini Viral, Ozil Kirim Hadiah

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 13 Maret 2019 18:05
Kaos Bocah Penggembala Sapi Ini Viral, Ozil Kirim Hadiah
Lihat kegembiraan bocah itu usai dapat hadiah dari Ozil.

Dream - Gelandang serang asal klub asal Inggris, Arsenal, Mesut Ozil merupakan salah satu pemain top dunia. Kemampuannya di lapangan dan pesonanya di dunia sosial membuat banyak orang mengidolakannya.

Salah satu orang yang mengidolakan pemain muslim itu yakni Lawrence, bocah penggembala sapi asal Nairobi, Kenya. Bocah itu viral di media sosial karena mengenakan baju khas seragam Arsenal dengan nomor punggung yang ditulis tangan.

Foto Lawrence pertama kali diunggah Eric Njiru, 3 Desember 2018.

" Aku lihat bocah ini menggembala sapi di jalanan Nairobi, kota yang tak punya rumput. Dia ngomong suka sekali dengan @MesutOzil1088 (Kau bisa lihat bajunya). Mungkin suatu hari nanti Ozil dapat memberi seragam @Arsenal betulan," ujar Eric.

Warganet menyebar foto itu. Sejak pertama kali diunggah, foto itu dicuit ulang sebanyak 9.800-an kali. Sementara itu, sebanyak 14 ribuan pengguna menyukai pengguna itu.

 

1 dari 4 halaman

Hadiah Ozil

Ozil diam-diam merespons foto tersebut. Ozil mengirimkan paket untuk Lawrence, adiknya, dan keluarganya.

Paket berisi seragam Arsenal bertanda tangan, sepatu, topi, dan pernak-pernik lainnya tiba di Kenya, Minggu, 11 Maret 2019.

" Terima kasih banyak semuanya yang sudah mencuitkan ulang, menyukai, dan membalas unggahanku. Pemain Arsenal @MesutOzil1088 melihat cuitanku dan memintaku memberikan hadiah ini kepada Lawrence dan adiknya. Terima kasih Ozil," kata Eric.

Ozil mengatakan, turut berterima kasih kepada Erik. " Terima kasih @Erik_Njiru telah membuat ini menjadi mungkin," kata Ozil.

Dalam unggahan berikutnya, Lawrence dan adiknya tampak bermain sepak bola dengan kostum Ozil. Mereka dan beberapa kawan bermain di lapangan bertanah kering tanpa rumput.

2 dari 4 halaman

Kabar Terkini Nasib Bocah Pemakai Jersey Kresek Messi, Memilukan

Dream - Masih ingat dengan bocah pemakai jersey kresek tim nasional Argentina bernomor punggung 10 milik megabintang Lionel Messi? Nasib terbaru dari bocah yang bernama lengkap Murtaza Ahmadi sungguh memilukan.

Murtaza saat ini sudah berusia tujuh tahun dan tinggal di Afganistan. Dua tahun lalu namanya menjadi viral setelah potretnya saat memakai plastik kresek bernomor 10 beredar di sosial media

Begitu viralnya foto Murtaza memakai kostum timnas Argentina bernomor punggung 10 itu hingga Messi ingin menemuinya.

Akhirnya, berkat foto itu juga, mimpi Murtaza untuk bertemu sang idola terwujud. Mereka berjumpa di Doha, Qatar, pada 13 Desember 2016 lalu.

Dalam pertemuan tersebut La Pulga memberikan kenang-kenangan berupa bola dan kostum bertanda tangan kepada Murtaza.

Kini di usia 7 tahun, bocah itu dan keluarganya harus mengungsi akibat serangan Taliban.

Semua benda kenangan dari Messi harus ditinggalkan setelah kampung halaman Murtaza di Jaghori, Provinsi Ghazni, diserang Taliban awal November lalu.

 

3 dari 4 halaman

Kado dari Messi tertinggal

Murtaza meneteskan air mata saat berada di pengungsian di Kabul. Dia teringat bola dan dua kostum bertanda tangan Messi di rumahnya.

" Kami meninggalkan semua itu di Jaghori. Kami tidak bisa membawanya karena kami buru-buru meninggalkan rumah pada malam hari," kata Murtaza.

Murtaza mengaku rindu dengan rumahnya di Jaghori. Dia tidak punya bola dan tidak bisa keluar untuk bermain sepak bola di pengungsian.

Sebenarnya pasukan keamanan Afganistan sudah berhasil mengusir Taliban dari Jaghori. Tapi keluarga Murtaza merasa takut untuk pulang.

Sebelum Taliban masuk Jaghori, keluarga Murtaza kerap menerima ancaman melalui telepon. Mereka mengira keluarga Murtaza menerima uang yang banyak dari Messi.

" Setelah Murtaza bertemu Messi di Qatar, situasinya menjadi rumit dan kami hidup dalam ketakutan. Orang-orang di sekitar kami berpikir bahwa Messi telah memberi kami banyak uang," kata Humayoon Ahmadi, kakak Murtaza.

4 dari 4 halaman

Takut Diculik

Karena itu keluarganya takut dan khawatir Murtaza akan diculik. Untuk melindungi Murtaza, keluarga tidak mengizinkannya bermain di luar rumah dan tidak menyekolahkannya selama dua tahun.

Ketika ancaman semakin mengkhawatirkan, keluarga Murtaza kabur ke Pakistan pada bulan Mei 2016. Mereka berharap bisa berangkat ke Amerika Serikat.

Sayang, setelah berusaha berbulan-bulan, permintaan suaka mereka ditolak dan diminta kembali pulang ke rumah.

Saat ini keluarga Murtaza menggantungkan bantuan dari LSM dan kerabat untuk bertahan hidup di pengungsian.

Tapi Murtaza tidak akan melupakan janji yang diucapkan Messi kepadanya saat mereka bertemu di Qatar.

" Messi bilang kepadaku 'Jika kamu sudah besar, aku akan membantu segala keperluanmu'," kata Murtaza, yang mengaku tidak punya kontak lagi dengan Messi sejak itu.

Sumber: Marca.com

Beri Komentar
Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa