Ilustrasi Membaca Al-Quran Sebagai Asupan Bagi Jiwa Ketika Ramadhan (Foto: Pixabay.com)
Dream – Manusia memiliki dua bagian yang tak terpisahkan, yaitu fisik (tubuh) dan jiwa (ruh). Fisik atau tubuh yang tercipta dari unsur-unsur bumi maka perlu dipuaskan dengan unsur makanan, minuman dan hubungan fisik.
Namun, jiwa membutuhkan asupan yang bersifat rohani. Berupa ayat-ayat Allah.
Waktu yang paling baik untuk memberikan asupan jiwa kita adalah disaat Ramadan. Seperti kata pepatah: Kita membiarkan tubuh kelaparan, disaat itu pula kita memberi asupan pada jiwa kita.
Makanan untuk jiwa bisa berupa dzikir atau mengingat Allah. Bahkan Nabi Muhammad bersabda: “ Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dan orang yang tidak mengingat Tuhannya adalah seperti seseorang yang hidup dan yang mati.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Lantas bagaimana dzikir yang bisa berfungsi untuk memberikan asupan kepada jiwa kita? Berikut ada 4 cara memberikan asupan pada jiwa ketika Ramadan dilansir dari About Islam.
Ada pepatah yang mengatakan: “ Diantara manusia yang paling beruntung adalah orang yang ingat dan waspada.”
Makna terpenting dari dzikir adalah mengingat, yaitu mengingat Allah sepanjang hari, setiap kita melakukan apapun.
Ramadan membantu kita karena secaa sadar kita telah mampu menahan diri dari makan dan minum sepanjang hari. Selain itu, kita juga lebih mampu menjaga ucapan yang keluar dari mulut kita akibat ingatan manusia yang selalu tertuju kepada Allah.
Cara termudah mengingat Allah adalah dengan selalu menjaga Allah di dalam pikiran kita. Karena disaat Allah ada dalam pikiran setiap waktu, maka setiap tindakan yang akan kita lakukan pasti mengarah kepada kebaikan.
Disaat kebaikan dapat suskes dilakukan, maka spontan kita akan mengucap ‘alhamdulillah’. Ketika terkejut atau kagum mengucap ‘subhanallah’, dan setiap kita teringat akan dosa-dosa kita mengucap istighfar ‘astaghfirullahal’adzim’.
Maka dari itu Sahabat Dream, biasakan diri mengingat Allah sepanjang hari. Jika masih susah, maka perlu pembiasan secara perlahan, dan nanti akan terbiasa sendiri.

Nabi SAW. Bersabda: “ Yang paling unggul diantara kamu (muslim) adalah mereka yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” (H.R. Bukhari)
Membaca al-Quran adalah salah satu cara untuk mengingat Allah. Allah menyuruh manusia untuk selalu ingat.
Makanya Allah menyebut kata ‘dzikir’ di banyak ayat di dalam al-Quran. Membaca al-Quran dengan merenungkan maknanya, refleksi, dan mematuhi perintah Allah adalah asupan jiwa yang paling baik.
Sebaiknya membaca al-Quran lebih banyak ketika bulan Ramadhan. Selain itu juga dengarkan lebih banyak tafsir dari ayat-ayat al-Quran untuk memahami artinya. Karena al-Quran adalah makanan bergizi bagi jiwa.
Ketika Nabi Musa berbicara kepada Allah pertama kali di atas gunung, Allah memerintahkan kepadanya untuk berdoa.
“ Berdoalah untuk mengingat-Ku.” (Quran 20:14).
Berdoa adalah bagian dari mengingat Allah. Berdoa bisa dilakukan dengan berbagai cara. Sholat lima waktu, menjalankan sunnah-sunnah yang lain adalah cara untuk menumbuhkan spiritual dan memberikan asupan pada jiwa.
Karena dengan berdoa, meminta kepada Allah, menjadi penghubung antara kita sebagai hamba dengan Allah sang pencipta. Bahkan dikisahkan, di saat Nabi merasa cemas, ia akan pergi untuk mendirikan sholat.

Terdapat banyak dzikir harian yang bisa diamalkan setiap hari. Dzikir harian ini membantu kita untuk selalu mengingat Allah sepanjang waktu.
Di saat pergi ke toilet, berangkat tidur, makan, atau bahkan sedang berhubungan seks sekalipun, kita diperintahkan untuk selalu mengingat Allah. Bahkan dalam situasi sulit sekalipun.
Ada banyak waktu untuk memulai mengingat Allah. Maka kamu perlu berlatih untuk menjalaninya. Berikut latihan yang bisa kamu lakukan untuk belajar dzikir harian.
Mulailah dengan dzikir setelah sholat. Ketika sudah teratur, maka tambahkan dzikir ketika hendak tidur. Lalu berdzikrlah setiap pagi dan sore. Masukkan dzikir ketika kamu terbangun dari tidurmu.
Kemudian berdoalah sebelum dan sesudah masuk toilet, hendak makan, dan hendak keluar masuk rumah.
Semoga di bulan Ramadan kali ini kamu bisa mendapat lebih banyak latihan untuk selalu meningkatkan asupan jiwamu dengan latihan spiritual. Bulan Ramadan adalah kesempatan untuk kita memperbaiki diri dan memperkaya keimanan.
Yuk kita isi bulan Ramadan kali ini dengan kegiatan yang positif, salah satunya adalah berdzikir dalam rangka memberi asupan pada jiwa kita yang telah haus.