5 Kasus Polisi Tembak Polisi Selain di Rumah Irjen Ferdy Sambo

Reporter : Okti Nur Alifia
Rabu, 10 Agustus 2022 17:36
5 Kasus Polisi Tembak Polisi Selain di Rumah Irjen Ferdy Sambo
Menilik tahun-tahun sebelumnya, ternyata kasus baku tembak polisi juga pernah terjadi dan menyeret berbagai nama abdi negara berikut ini.

Dream - Kasus tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat pada Jumat, 8 Juli 2022, telah menemui babak baru dengan ditetapkannya Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pada 9 Agustus 2022.

Hingga saat ini, polisi telah menetapkan empat tersangka. Selain Ferdy Sambo, status tersangka disematkan juga kepada Bharada RE atau Richard Eliezer, sopir Putri Candrawathi; Brigadir RR yang merupakan ajudan istri Ferdy Sambo; serta KM.

Ferdy Sambo diyakini sebagai pembuat skenario agar seolah-olah ada tembak-menembak di rumah dinasnya. Belum lama ini Bharada RE menyatakan tidak ada baku-tembak dan mengakui telah menembak Brigadir J atas perintah atasannya.

Menilik ke belakang, ternyata kasus baku-tembak polisi juga pernah beberapa kali terjadi. Dikuyip dari Merdeka.com, berikut ini kasus baku-tembak polisi di tahun-tahun sebelumnya.

1 dari 5 halaman

Penembakan Iptu Terhadap AKP di Polres Jombang

Di tahun 2005 seorang Iptu bernama Sugeng Wiyono telah menembak atasannya, AKP Ibrahim Gani, di Mapolres Jombang, Jawa Timur. Sugeng merasa stres karena dimutasi oleh atasannya itu.

Sugeng melesatkan dua tembakan ke arah dada bawah Ibrahim. Kemudian, Sugeng nekat bunuh diri dengan menembak kepalanya memakai pistol yang sama.

Meskipun mengalami kejadian menantang maut, Ibrahim Gani berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke RS Bhayangkara Surabaya.

2 dari 5 halaman

Baku Tembak Polisi di Mapolsek Cimanggis

Menuju tahun 2019, ada seorang Brigadir RT yang menembak rekannya, Bripka Rahmat Efendi, di Mapolsek Cimanggis, Kamis 25 Juli 2019. Brigadir RT memberondongkan tujuh peluru hingga Bripka Rahmat tewas.

Kasus ini berawal dari korban yang melerai aksi tawuran pelajar. Kemudian korban membawa salah satu pelaku tawuran untuk diproses ke Polsek Cimanggis.

Namun Brigadir RT yang datang ke kantor disebut tak terima dan sempat terjadi perdebatan. Diduga, salah satu pelaku yang dibawa korban dicurigai sebagai salah satu saudara Brigadir RT. 

3 dari 5 halaman

Briptu di Makassar Tembak Kombes

Di Kota Makassar terjadi baku-tembak polisi pada 6 April 2013. Tercatat, Briptu Ishak Trianda (35) telah menembak Kombes Purwadi lantaran tersinggung karena ucapannya.

Diceritakan, motif ini bermula saat putra bungsu Briptu Ishak Trianda yang berusia 4 tahun jatuh ke lubang galian pondasi Rumah Sakit Bhayangkara, Mappaoddang, Makassar, Sulawesi Selatan. Kemudian Briptu Ishak menutup lubang itu di jalan akses rumah dinasnya.

Briptu Ishak sempat protes dengan mendatangi Kepala Rumah Sakit Bhayangkara yakni Kombes Purwadi. Namun Purwadi melontarkan kalimat yang disebut membuat sakit hati Ishak. Hingga Ishak nekat menembak.

" Kalau anakmu jatuh, kamu kubur saja di galian. Terus kalau kamu jatuh juga, kamu kubur dirimu bersama anakmu di situ sekalian," jawab Purwadi ditirukan oleh Ishak.

4 dari 5 halaman

Polisi di NTB Tembak Rekannya di Gerbang Rumah

Belum lama ini, di tahun 2021, Brigadir M di Nusa Tenggara Barat (NTB) menembak rekannya, Brigadir Polisi Satu HT.

Penembakan terjadi di pintu gerbang rumah yang dihuni korban di kawasan BTN Griya Pesona Madani, Kabupaten Lombok Timur. Brigadir M menggunakan senapan serbu perorangan SS-V2 Sabhara untuk menembak HT.

Sebelum melakukan penembakan, pelaku sempat menyampaikan sebuah kalimat yang berisi peringatan.

" Saat itu dia (pelaku) hanya menyampaikan, 'kamu sudah sering saya ingatkan', langsung (menembak korban)," ucap dia.

Diduga alasan asmara menjadi motif dari penembakan ini. Di mana pelaku disebut cemburu kepada korban yang dikatakan memiliki hubungan gelap dengan istrinya.

5 dari 5 halaman

Provost Tembak Wakapoltabes Semarang

Seorang anggota provost Brigadir Satu Hance Christian juga pernah ditangkap pada tahun 2017. Karena menembak atasannya sendiri yakni Wakil Kepala Kepolisian Kota Besar Semarang AKBP Liliek Purwanto.

Peristiwa ini berlangsung setelah apel pagi. Dengan motif Hance yang dikatakan marah usai dimutasi ke Kendal, Jawa Tengah.

Karena insiden ini Liliek tewas dengan enam tembakan dari jarak kurang dua meter yang bersarang di dada dan kepala. Sementara pelaku juga tewas ditembak Provost, Reserse Mobil, dan Gegana.

Beri Komentar