Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Amerika Serikat (AS) menunda pengiriman kembali staf diplomatik dan agen intelejen CIA ke Kuba, yang tahun lalu ditarik akibat penyakit serius.
" Saya seperti sengaja mengembalikan mereka ke situasi berbahaya. Bagaimana saya bisa melakukan itu bila tidak bisa melindungi mereka?" kata Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, dikutip Dream dari Anadolu Agency, Rabu 10 Januari 2018.
" Saya akan menentang siapapun yang memaksa saya melakukan itu," tambah dia. Tillerson yakin Kuba dapat segera mengakhiri masalah ini.
AS secara terbuka tak menuduh Kuba atas insiden penyakit misterius yang dialami staf kedutaan mereka. AS berharap Kuba dapat menghentikan munculnya penyakit tersebut.
Sementara, Kuba menyatakan tidak mengetahui sebab penyakit misterius itu. Tetapi, otoritas Kuba mengaku sudah menyelidiki dan menginvestigasi penyakit misterius tersebut.
Penyakit misterius yang ditemukan Biro Investigasi Federal (FBI) itu diduga muncul karena `serangan sonic` selama beberapa bulan. Tetapi, FBI tidak menemukan bukti yang mendukung adanya serangan gelombang suara yang menganggu pendengaran dan pengelihatan itu.
Penjelasan lain yang diangkat pejabat-pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS yaitu kemungkinan adanya virus yang sengaja dimasukkan ke tubuh staf kedutaan Amerika.
Pejabat Kemenlu AS, Todd Brown, mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia sudah " melihat kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa terjadi" selain serangan akustik. Tapi, dia tidak memberikan bukti untuk mendukung teori virusnya itu.
Advertisement