Pukul Polisi di Jalan, Oknum TNI Ini Kini Nasibnya Tragis

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 11 Agustus 2017 13:57
Pukul Polisi di Jalan, Oknum TNI Ini Kini Nasibnya Tragis
Korbannya, personel polisi lalulintas (Polantas) Polresta Riau Brigadir Dua (Bripda) Yoga Vernando. Yoga diduga mendapat perlakuan kasar dari oknum anggota TNI tersebut.

Dream - Aksi koboi seorang oknum TNI, Sersan Dua (Serda) Wira Sinaga di wilayah hukum Pekanbaru, Riau, viral melalui video di pesan berantai aplikasi pesan singkat WhatsApp, Kamis 10 Agustus 2017 malam.

Korbannya, personel polisi lalulintas (Polantas) Polresta Riau Brigadir Dua (Bripda) Yoga Vernando. Yoga diduga mendapat perlakuan kasar dari oknum anggota TNI tersebut.

" Ya benar. Ada insiden dugaan pemukulan personel Polantas oleh oknum anggota TNI yang tidak pakai helm," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto saat dikonfirmasi.

Menurut Susanto, aksi tersebut terjadi sekira pukul 17.30 WIB. Saat itu, Yoga tengah melaksanakan patroli rutin dengan sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman.

Tiba-tiba Yoga melihat seorang pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm. Menyadari hal tersebut, Yoga lantas berinisiatif memberhentikan pengendara yang belakangan diketahui sebagai oknum TNI, Serda Wira.

Yoga pun mencoba mengingatkan dan menegur Wira. Namun, bukannya patuh, Wira justru emosi dan balik menyerang Yoga.

" Lalu oknum anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motornya dari belakang. Selanjutnya memukul helm Bripda Yoga empat kali," terang Susanto.

 

 

1 dari 2 halaman

Dijebloskan ke Dalam Tahanan

Dijebloskan ke Dalam Tahanan © Dream

Setelah dikomunikasikan dengan instansi terkait dengan satuan TNI, diketahui oknum tersebut bernama Wira Sinaga dengan pangkat Serda. Oknum TNI koboi itu, merupakan personel TNI yang berdinas di Korem 031 Wira Bima Riau.

Selang beberapa jam kemudian, Kasie Intel Korem 031 Wira Bima Kapten Infanteri Abdul Latief pun menemui Bripda Yoga.

" Selanjutnya, sekira pukul 19.30 WIB Kapten Latief, mendatangi Bripda Yoga untuk meminta maaf terkait insiden tersebut," terang Kapolres.

Usai permintaan maaf, Serda Wira Sinaga akhirnya dijebloskan ke dalam tahanan. Bahkan, kaki dan tangannya diborgol. Penahanan Serda Wira dilakukan hanya sehari setelah dirinya memukul Bripda Yoga Vernando.

Komandan Korem Wiba Bima, Brigjen TNI Abdul Karim bersama jajarannya meninjau langsung ke ruang tahanan di Denpom Pekanbaru di Jl A Yani, Pekanbaru, tempat Serda Wira ditahan, Jumat 11 Agustus 2017.

 

 

2 dari 2 halaman

Alami Gangguan Jiwa

Alami Gangguan Jiwa © Dream

Abdul Karim menegaskan bahwa setiap anggota TNI yang melakukan tindakan yang melanggar ketentuan tetap ditindak tegas. Ia juga membenarkan bahwa Serda Wira memukul Bripda Yoga di tengah jalan, seperti dalam video yang viral di media sosial.

" Benar, anggota kita ini telah memukul anggota Polantas sebagaimana video yang telah viral. Kita akan tetap proses. Waktu kejadian anggota kita tidak menggunakan helm dan memukul anggota Polantas itu," tutur Abdul Karim.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfred Denny Tuejeh mengatakan, pihaknya mendapat laporan bahwa prajurit TNI, Serda Wira Sinaga mengalami gangguan kejiwaan. " Kejadian itu memang yang bersangkutan sedang mengalami ganguan jiwa," ujar Alfred.

Namun demikian ditegaskan Alfred, sampai saat ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada kondisi kejiwaan dari Serda Wira Sinaga. Bagaimanapun perbuatannya tidak bisa ditoleransi.

" Sekarang lagi proses pembuktian yang bersangkutan apa benar alami gangguan jiwa," katanya.

(Sumber: sumut.pojoksatu.id)

Beri Komentar