(Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi seorang ibu, melahirkan buah hati adalah perjuangan. Bahkan harus berhadapan dengan kemungkinan antara hidup dan mati.
Meski banyak yang selamat, kasus ibu melahirkan lalu meninggal hingga saat ini masih cukup tinggi. Banyak hal yang dapat menyebabkan situasi ini.
Fase melahirkan memang sangat menentukan. Wajar jika tahapan ini disambut dengan perasaan penuh kekhawatiran.
Imam An Nawawi dalam kitab Al Adzkar membubuhkan riwayat ketika Rasulullah Muhammad SAW memberi pesan kepada orang yang menemani putrinya, Fatimah, melahirkan. Orang itu mendapat pesan untuk membaca beberapa ayat Alquran yang dapat memudahkan proses melahirkan.
Amalan tersebut terdiri dari Ayat Kursi atau Surat Al Baqarat ayat 255, Surat Al A'raf ayat 54, Surat Al Falaq dan Surat An Nas
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allahu la ilaha illa huwal khayyul qoyyum la takkhudzuhu sinatuw wa la naum lahu ma fis samawati wa ma fil ardli man dzal ladzi yasfau indahu illa bi idznihi ya'lamu ma baina aidihim wa ma kholfahum wa la yukhithuna bi syaiin min 'ilmihi illa bi masyak wa si'a kursiyyuhus samawati wal ardla wa la yaudzuhu khifdhuhuma wa huwal 'aliyyul 'adhim.
Artinya,
" Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Inna rabbakumullahul ladzi kholaqas samawati wal ardla fi sittati ayyamin tummas tawa 'alal 'arsy yughsyil lailan nahara yathlubuhu wasy syamsa wal qomara wan nujuma musakhoratim bi amrihi ala lahul kholqu wal amru tabarakallahu rabbul 'alamin.
Artinya,
" Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam."
Kemudian membaca Surat Al Falaq dan Surat An Nas.
Sumber: Bincang Syariah