Jepang Bom Asteroid, Ini Hasilnya

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 9 April 2019 07:00
Jepang Bom Asteroid, Ini Hasilnya
"Saya menyerahkan sisanya pada takdir," kata dia.

Dream - Pesawat luar angkasa Jepang, Hayabusa2, sukses meledakkan asteroid, Jumat 5 April 2019. Badan Eksplorasi Luar Angkasa Jepang(JAXA) mengklaim, upaya peledakan ini merupakan salah satu eksperimen pertama yang dilakukan di dunia.

" Peluru logam menghantam permukaan asteroid Ryugu dan ada ledakan material," kata associate professor di JAXA, Yuichi Tsuda, dikutip dari Kyodonews, Senin 8 April 2019.

Jepang melakukan percobaan itu untuk mengumpulkan contoh sebagai bagian dari misi penyelidikan untuk mengeksplorasi asal usul kehidupan dan evolusi tata surya. " Eksperimen itu sukses," ujar dia.

Penyelidikan yang dibuat JAXA akan mengumpulkan sampel dari kawah bagian bawah permukaan asteroid. Lokasi itu diyakini mengandung zat organik dan air sisa-sisa tata surya primitif, kata badan itu.

Kamis 4 April 2019, Hayabusa2 memisahkan penabrak 500 meter di atas permukaan asteroid. Penabrak itu diatur sehingga meledak dalam waktu 40 menit setelah dipisahkan.

Ledakan itu melepaskan " peluru" tembaga ke area yang ditentukan dengan kecepatan 2 kilometer per detik. Peluru tersebut membuat bekas berupa kawah berdiameter 400 meter .

" Ini adalah misi yang menantang, tetapi kami telah melakukan persiapan yang matang untuk itu," kata seorang profesor di Institut Ruang Angkasa dan Ilmu Astronautika JAXA, Takashi Kubota.

" Saya menyerahkan sisanya pada takdir," tambah dia.

1 dari 2 halaman

Asteroid Cerutu Raksasa Muncul Lagi, Ancam Bumi?

Dream - Pernah mendengar ‘Oumuamua? Itu bukan nama sebuah tempat wisata, apalagi sejenis makanan unik dari salah satu suku di Nusantara.

‘Oumuamua adalah nama yang diberikan ahli perbintangan untuk sebuah asteroid raksasa berbentuk aneh yang diduga berusia ratusan juta tahun.

Nama 'Oumuamua diambil dari bahasa Hawaii yang berarti utusan yang datang dari masa lalu yang jauh.

'Oumuamua disebut sebagai asteroid aneh karena bentuknya yang tidak seperti asteroid lainnya. 'Oumuamua berbentuk mirip cerutu, berwarna gelap kemerahan.

Dengan panjang 400 meter dan lebar 40 meter, 'Oumuamua setinggi sebuah gedung pencakar langit jika disejajarkan.

Yang menarik dari 'Oumuamua ini adalah ia baru saja muncul kembali pada akhir Oktober 2018 ketika melewati matahari dengan kecepatan tinggi.

'Oumuamua menjadi objek antar bintang pertama yang berhasil ditemukan sebelum menghilang kembali dari pandangan pada bulan Januari lalu.

Anehnya, ciri-ciri umum yang selama ini melekat pada sebuah asteroid tidak ditemukan pada 'Oumuamua.

Selain bentuknya yang mirip cerutu, permukaannya terbentuk dari karbon, bukan batu atau es. 'Oumuamua juga bergerak semakin cepat secara tiba-tiba begitu melewati matahari.

2 dari 2 halaman

Kapal Pengintai Alien Untuk Mata-matai Bumi?

Banyak yang menduga bahwa 'Oumuamua ini sebenarnya adalah kapal pengintai alien yang dikirim untuk memata-matai Bumi.

Dalam penelitian baru yang dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters, profesor Harvard, Shmuel Bialy dan Abraham Loeb, mendiskusikan berbagai teori untuk menjelaskan perilaku aneh 'Oumuamua.

Bialy dan Loeb mengatakan ketika sebuah asteroid melewati bintang, maka akan melepaskan gas yang dapat mempercepat pergerakannya. Hal itu tidak terdeteksi pada 'Oumuamua.

Kedua profesor Harvard itu menduga ‘Oumuamua bergerak cepat setelah didorong oleh cahaya matahari yang mengenainya. Seperti sebuah kapal layar yang dirancang khusus menggunakan tenaga surya.

Tapi ada satu pertanyaan besar yang cukup mengganjal para ilmuwan. Bialy dan Loeb masih bertanya-tanya, jika ‘Oumuamua adalah kapal alien, tapi mengapa mengirim kapal pengintai yang membutuhkan jutaan tahun untuk mencapai Tata Surya?

" Salah satu kemungkinannya itu adalah kapal alien," kata kedua ilmuwan tersebut. " ‘Oumuamua mungkin kapal dengan teknologi cahaya yang mengarungi ruang antar bintang sebagai bagian kecil dari perlengkapan teknologi yang lebih maju."

Sejauh ini ‘Oumuamua memang masih menjadi misteri. Belum ada bukti yang kuat bahwa asteroid tersebut adalah kapal pengintai alien.

(ism, Sumber: The Guardian)

Beri Komentar