Ayah Mirna Mengaku Punya Video Jessica Saat Menuang Racun

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 15 Juni 2016 15:43
Ayah Mirna Mengaku Punya Video Jessica Saat Menuang Racun
Di situ bakal terlihat cara Jessica menaruh racun.

Dream - Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso terdakwa kasus pembunuhan atas Wayan Mirna Salihin langsung mengajukan eksepsinya dalam sidang pertama yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 15 Juni 2016.

Dalam eksepsi itu, kuasa hukum menolak keterlibatan kliennya dalam pembunuhan Mirna.

Menanggapi eksepsi tersebut, Darmawan Salihin, ayah dari Mirna, mengatakan jika Jaksa Penuntut Umum sudah memiliki bukti yang kuat.

" Kuasa Hukum (Jessica) berhak melakukan itu, tapi kan yang penting buktinya. Kami sendiri akan buktikan," kata Darmawan usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Menurut Darmawan dia tidak gentar dengan banyaknya kuasa hukum yang membela Jessica. Sebab, dia yakin dengan bukti-bukti yang telah didaptkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

" Mau kuasa hukumnya 50 juga nggak apa-apa. Yang penting fakta hukumnya," ujar dia.

Darmawan mengatakan, dia akan memberikan bukti yang sangat kuat dan akan menampilkan bukti yang membuat Jessica tak dapat mengelak lagi.

" Nanti akan dikasih lihat video jessica akan meracun (Mirna). Kalau misalnya dia mau ngapain aja ya terserah itu haknya dia," kata dia.

Ayahanda Mirna itu yakin semua fakta akan terungkap dan kasus kematian Mirna dapat diungkap secara jelas.

Dia pun tak ingin jauh menanggapi ancaman hukuman mati yang akan didapat oleh Jessica.

" Itu materi sidang yah. Nanti saja," ujar dia sambil berlalu.

 

1 dari 4 halaman

Eksepsi Jessica: Alasan Membunuh Tak Masuk Akal

Dream - Sangkaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang didakwakan kepada Jessica Kumala Wongso langsung ditanggapi oleh tim kuasa hukum Jessica. Nota keberatan atau eksepsi itu dibacakan anggota ketua tim kuasa hukum Otto Hasibuan.

Menurut Otto, dakwaan jaksa yang disangkakan kepada Jessica, tidak cermat dan tidak jelas. Salah satu butir yang menurut pengacara Jessica meragukan adalah penjelasan mengenai pembunuhan berencana.

" Jika pembunuhan berencana harusnya diuraikan dengan cermat dan tepat," kata Otto, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 15 Juni 2016.

Menurut Otto, ada tahapan pembunuhan berencana yang tidak diuraikan secara rinci oleh jaksa.

" Mestinya JPU menjelaskan cara mendapat dan bentuk natrium sianida, dan cara penyimpanan. Tidak sekonyong-konyong Jessica dapat," kata mantan Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia atau Peradi itu. 

Selain itu, Otto juga keberatan dengan penyebab kematian Wayan Mirna Salihin. Sebab, dalam visum et repertum yang dia dapatkan tidak dijelaskan penemuan sianida dan proses kematian Mirna.

" JPU hanya menyebut ada 298 mg sianida di dalam es vietnam yang diminum Mirna, berdasarkan pada sisa minuman dan bukan pada korban. Tidak ada yang tahu berapa banyak yang berada di dalam tubuh korban," kata dia.

Tim kuasa hukum Jessica juga mempertanyakan dakwaan jaksa yang menyebutkan kliennya membunuh Mirna Salihin karena sakit hati akibat disuruh putus dengan pacar. Dakwaan itu dinilai tidak masuk akal.

Atas eksepsi itu, Otto meminta putusan sela hakim untuk mengabulkan eksepsi yang dibacakan.

Atas dibacakannya eksepsi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU)  meminta waktu untuk menjawab. Hakim Kisworo meminta pembacaan jawaban JPU dapat dilakukan pada Selasa, 21 Juni 2016. (Ism) 

2 dari 4 halaman

Terungkap Motif Sebenarnya Jessica Racuni Mirna

Dream - Sidang perdana Jessica Kumala Wongso digelar di Pengadilan Tinggi (PN) Jakarta Pusat, Rabu, 15 Juni 2016. Pada sidang perdana ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat dakwaan terhadap Jessica setelah diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin.

Jessica oleh JPU disangka melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Dakwaan tersebut dibacakan oleh jaksa Ardito Muardi.

" Perbuatan terdakwa jessica Kumala alias Jessica Kumala Wongso alias Jess sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal 340 Kitab Undang undang Hukum Pidana (KUHP)," ucap Ardito.

Menurut Ardito, sebab Jessica membunuh Mirna karena sakit hati. Jessica, menurut JPU, sakit hati dengan Mirna karena, korban menasehati Jessica agar putus dengan kekasihnya.

" Sekira pertengahan 2015, Korban Mirna mengetahui permasalahan dalam hubungan percintaan antara terdakwa dengan pacarnya sehingga, korban Mirna menasehati terdakwa agar putus saja dengan pacarnya yang suka kasar dan pemakai narkoba, dengan menyatakan buat apa pacaran dengan orang yang tidak baik dan tidak modal,"

Menurut JPU, Jessica membunuh Mirna karena sakit hati atas perkataan Mirna saat Jessica dengan Mirna kala berkuliah di Kampus Billy Blue College Of Desain di Sidney, Australia.

" Sekira pertengahan tahun 2015, korban Mirna mengetahui permasalahan dalam hubungan percintaan antara terdakwa dengan pacarnya sehingga, korban Mirna menasehati terdakwa agar putus saja dengan pacarnya yang suka kasar dan pemakai narkoba, dengan menyatakan buat apa pacaran dengan orang yang tidak baik dan tidak modal," kata Ardito.

Kondisi itulah yang konon menurut JPU membuat Jessica merencanakan pembunuhan kepada Mirna. Jaksa menjelaskan, Jessica membubuhi sianida ke gelas kopi yang diminum Mirna di Cafe Olivier, Grand Indonesia.

Sidang ini dipimpin oleh Kisworo sebagai ketua majelis, Martahi Hutapea sebagai anggota majelis, dan Binsar Gulton sebagai anggota majelis. Dalam sidang itu tampak ayahanda Wayan Mirna, Darmawan Salihin.

3 dari 4 halaman

Siandi Diselipkan di...

Dream - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menyatakan berkas perkara tersangka pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala telah mengalami kemajuan pesat.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati DKI Jakarta sudah menemukan `benang merah` dalam kasus pembunuhan menggunakan sianida itu.

" Sudah ada benang merahnya dan sudah bisa ditarik kesimpulan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Waluyo, saat dihubungi melalui telepon, Senin 2 Mei 2016.

Waluyo mengatakan berkas yang kini diserahkan kepada Kejati DKI sudah memiliki penambahan bukti baru. Kemajuan ini dipastikan dapat mengarahkan keterlibatan Jessica dalam kematian Mirna.

" Sudah ada penambahan-penambahan sehingga pertanggungjawaban peristiwa pidana sudah bisa diketahui siapa yang bertanggung jawab," tuturnya.

" Sudah ditambahkan saksi, keterangan ahli dan surat, tapi kami tidak bisa beritahu itu surat apa," ujar dia menambahkan.

Saat ini, Waluyo mengatakan proses penelitian berkas itu sudah berjalan hingga 80 persen. Tetapi, Waluyo belum bisa memastikan kapan berkas itu secara resmi dinyatakan lengkap.

" Insya Allah, minggu ini selesai kami periksa. Tetapi, kami belum bisa memastikan berkas ini akan P21 atau akan dikembalikan lagi ke penyidik," ucap dia.

" Ya kurang lebih 14 hari. Paling lambat Senin lah, nanti kita sampaikan," katanya. (Ism) 

4 dari 4 halaman

Cara Jessica Tuang Racun di Kopi Mirna

Dream - Fakta-fakta baru kematian Wayan Mirna Salihin perlahan mulai terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 15 Juni 2016.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Ardito Muardi dijelaskan, rangkaian waktu jelang meninggalnya Mirna.

Awal mula kejadian itu bermula sejak pukul 12.58 WIB. Melalui Grup Whatsapp yang berisi Jessica, Hani, Vera dan Mirna.

Dalam grup itu, Jessica mengabarkan akan mentraktir ketiga temannya. Dia memberitahu akan datang ke Restaurant Olivier terlebih dahulu untuk pesan tempat.

Dalam percakapan (chating) di grup whatsapp Mirna mengatakan tentang kesukaannya terhadap Vietnamesse Ice Coffee (VIC) di Restaurant Olivier. Dari percakapan itu Jessica langsung berinisiatif untuk memesankan VIC untuk Mirna.

Jessica sampai di Restaurant Olivier pada pukul 15.30 WIB. Setelah itu, dia langsung memesan tempat untuk empat orang di area tidak merokok (no smoking area) kepada Aprilia Cindy Cornelia Parimahua, yang bertugas sebagai resepsionis Restaurant Olivier.

Setelah itu, Jessica masuk ke dalam Restaurant Olivier untuk melihat keadaan di dalam Restaurant Olivier itu.

Setelah mengamati keadaan Restaurant Olivier, sebagai persiapan selanjutnya untuk menghilangkan nyawa Korban Mirna, kemudian Terdakwa meninggalkan Restaurant Olivier menuju ke toko Bath And Body Works, Lantai 1, West Mall, Grand Indonesia.

Selanjutnya pada sekira pukul 16.14 WIB, Jessica kembali ke Restaurant Olivier dengan membawa tiga paper bag berisi sabun.

Tuang racun saat...

Selengkapnya klik di sini.

Beri Komentar