Bacaan Doa Iftitah, Lengkap dengan Pengertian dan Syarat-syarat Sunah Membacanya

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Senin, 19 September 2022 18:01
Bacaan Doa Iftitah, Lengkap dengan Pengertian dan Syarat-syarat Sunah Membacanya
Membaca doa iftitah hukumnya sunah, di mana mendatangkan pahala saat dibaca dan tidak mendapat dosa ketika meninggalkannya.

Dream – Saat menjalankan ibadah sholat, salah satu hal yang sebaiknya jangan sampai ditinggalkan adalah membaca doa iftitah. Doa iftitah ini dibaca saat awal sholat yang di dalamnya berisi doa atau harapan seseorang kepada Allah SWT. Doa ini pun memiliki beberapa versi, seperti halnya yang dibaca oleh orang-orang Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Meskipun ada beberapa versi doa iftitah, namun keduanya sama-sama baik untuk diamalkan. Anjuran untuk membaca doa iftitah tentu saja karena alasan tertentu yang baik bagi setiap umat Islam. Hukum dari membaca doa iftitah adalah sunah. Di mana ketika sahabat Dream membacanya saat sholat, maka akan mendapatkan pahala, dan ketika tidak membacanya maka tidak akan mendatangkan dosa. Jadi, alangkah lebih baik jika doa ini tidak ditinggalkan dalam sholat.

Nah, berikut adalah penjelasan lebih dalam tentang apa itu doa iftitah, bacaannya, dan syarat sunah membaca doa iftitah sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Apa Itu Doa Iftitah?

Pengertian doa iftitah© Shutterstock.com

Setiap umat Islam tentu saja sudah mengetahui doa iftitah karena biasa dibaca dalam sholat, baik itu sholat sunah maupun wajib, sholat jamaah maupun sholat munfarid. Bahkan bacaan doa ini sudah sangat fafal dan otomatis terbaca ketika melaksanakan sholat.

Dikutip dari umma.id, doa iftitah sendiri berasal dari kata “ fataha” yang berarti pembukaan. Oleh karena itu, doa iftitah dibaca saat awal sholat, lebih tepatnya setelah takbiratul ihram. Hukum membaca doa iftitah adalah sunah, sehingga barangsiapa yang membacanya akan mendapatkan pahala. Namun tidak akan mendatangkan dosa ketika meninggalkannya. Jadi, sayang sekali jika doa iftitah dilewatkan begitu saja.

Meski begitu, doa iftitah ini sudah termasuk dalam rukun sholat seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Jadi, ketika menjalankan sholat tanpa membaca doa iftitah, maka sholatnya tidaklah sempurna. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan dalam sebuah hadis berikut:

Sholat seseorang tidak akan sempurna hingga ia bertakbir memuji Allah SWT dan menyanjungnya kemudian membaca Al-Quran yang mudah baginya.” (HR. Abu Daud dan Hakim).

Jadi, bagi umat Islam yang ketika sholat dan lupa membaca doa iftitah, maka dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi pada akhir sholatnya. Namun, jika tidak melakukan sujud sahwi juga tidak mengapa karena balik lagi dari hukum membaca doa iftitah adalah sunah.

2 dari 3 halaman

Bacaan Doa Iftitah

Ada beberapa versi bacaan doa iftitah yang biasanya dibaca oleh umat Islam dalam sholatnya. Berikut adalah beberapa bacaan doa iftitah yang bisa sahabat Dream baca:

Doa Iftitah Pertama

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu Akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallaahi bukratawwa ashiila. wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya: " Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)."

Doa Iftitah Kedua

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii wabaina khothooyaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots-tsaubul abyadlu minad-danas. Allahummaghsil khothooyaaya bilmaa-i wats-tsalji walbarodi.

Artinya: “ Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” (HR. Bukhari, No. 182).

3 dari 3 halaman

Syarat Sunah Membaca Doa Iftitah

Syarat Sunah Membaca Doa Iftitah© Shutterstock.com

Setelah mengetahui bacaan doa iftitah, sahabat Dream juga perlu mengetahui apa saja syarat sunah dalam membaca doa iftitah. Jika ada salah satu syarat yang tidak dipenuhi, maka kesunahan dari doa iftitah pun akan hilang. Berikut adalah beberapa syaratnya yang dikutip dari islam.nu.or.id:

  • Sholat yang dikerjakan adalah selain sholat jenazah, meski sholat jenazah di atas kuburan atau sholat ghoib.
  • Waktunya cukup untuk mengerjakan sholat. Jika waktunya sudah terbatas, maka tidak diperbolehkan untuk membaca doa iftitah, bahkan harus melakukan yang wajibnya saja.
  • Saat menjadi makmum tidak khawatir akan ketinggalan sebagian surat Al-Fatihah jika membaca doa iftitah.
  • Saat menjadi makmum, tidak menjumpai imam di selain posisi berdiri. Jika menjadi makmum masbuk dan menjumpai imam di selain posisi berdiri, maka tidak disunahkan untuk membaca doa iftitah. Tetapi langsung saja untuk menyusul posisi imam.
Beri Komentar