Bacaan Doa Menyambut Bulan Maulid dan Tradisi-tradisi yang Ada di Indonesia

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Selasa, 11 Oktober 2022 07:52
Bacaan Doa Menyambut Bulan Maulid dan Tradisi-tradisi yang Ada di Indonesia
Membaca doa saat Maulid Nabi adalah bagian dari anjuran Islam dengan harapan mendapat syafaat Nabi Muhammad saw.

Dream – Pada tanggal 12 Rabiul Awal umat Islam memperingati hari lahir Nabi Muhammad saw. Sedangkan dalam kalender Masehi, Maulid Nabi Muhammad saw jatuh pada tanggal 8 Oktober 2022. Di tanggal inilah seluruh umat Islam mengucapkan rasa syukur serta melakukan berbagai amalan sunah yang dianjurkan dalam agama.

Tak hanya itu saja, di Indonesia sendiri ada berbagai tradisi yang selalu dijalankan saat Maulid Nabi tiba. Sehingga hal ini pun menambah kemeriahan pada hari kelahiran Nabi Muhammad saw.

Namun, satu hal yang sebaiknya tidak sahabat Dream lupakan saat Maulid Nabi Muhammad saw adalah membaca doa menyambut bulan Maulid. Doa dan sholawat yang dilafalkan tersebut ditujukan kepada beliau, keluarga beliau, dan juga para sahabatnya.

Nah, berikut adalah bacaan doa menyambut bulan Maulid beserta tradisi yang kerap dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk memperingatinya sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 4 halaman

Bacaan Doa Menyambut Bulan Maulid

Bacaan Doa Menyambut Bulan Maulid© Shutterstock.com

Saat bulan Maulid tiba, alangkah lebih baik jika sahabat Dream membaca doa menyambut bulan Maulid yang tujuannya agar bisa mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad saw. Berikut adalah beberapa doa menyambut bulan Maulid yang bisa sahabat Dream amalkan:

Sholawat Fatih

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ

Allāhumma shalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammadinil Fātihi limā ughliqa, wal khātimi limā sabaqa, wan nāshiril haqqā bil haqqi, wal hādī ilā shirātin mustaqīm (ada yang baca 'shirātikal mustaqīm'). Shallallāhu ‘alayhi, wa ‘alā ālihī, wa ashhābihī haqqa qadrihī wa miqdārihil ‘azhīm.

Artinya:Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepadanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.”

Sholawat Ummi

اَللَّــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَـيِّـدِنَـا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَـبِـيِّكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِى الْأُمِّـى وَعَــلـٰى أَلِـهِ وَصَحْبِهِ وَسِلِّـمْ.

Allahumma sholli'alaa sayyidinaa muhammadin abdika wanabiyyika wa Rosuulika Nabil Ummy wa a'laa alihi wa shohbihi wasillam.

Artinya:Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw, sebagai hamba, Nabi, dan utusan-Mu yang Ummy (tidak bisa membaca dan menulis) beserta keluarga dan sahabatnya dengan salam yang sesungguhnya."

Sholawat Ibrahimiyah

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وعلى آلِ إبْراهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما بَاركْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل إبراهيم في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa'alaa aali Muhammadin, kamaa shallaita'alaa Ibrahiim wa'alaa aali Ibrahiima, wabaarik'alaa Muhammadin wa'alaa aali Muhammadin, kama baarakta'alaa Ibraahim wa'alaa aali Ibrahiima, fil 'aalamiina innaka hamiidun majiid.

Artinya:Ya Allah, limpahkan lah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."

2 dari 4 halaman

Tradisi Maulid Nabi di Indonesia

Tradisi Maulid Nabi di Indonesia© Unsplash.com

Selain diisi dengan mengerjalan amalan kebaikan dan memanjatkan doa menyambut bulan Maulid, di Indonesia sendiri ada berbagai tradisi yang dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi saw. Tradisi ini sudah dijalankan sejak lama dan masih tetap ada sampai sekarang. Berikut adalah beberapa tradisi Maulid Nabi di Indonesia seperti dikutip dari merdeka.com:

Muludhen

Tradisi yang pertama adalah Muludhen yang diselenggarakan oleh masyarakat di Madura, Jawa Timur. Acara ini diisi dengan membaca barzanji (riwayat hidup Nabi) dan ceramah keagamaan tentang kebaikan dari Nabi Muhammad saw semasa hidupnya. Biasanya pada tanggal 12 Rabiul Awal, masyarakat akan berdatangan ke masjid untuk merayakan bersama.

Grebeg Maulud

Selanjutnya ada tradisi Grebeg Maulud yang dilaksanakan oleh masyarakat di Yogyakarta. Kata “ grebeg” sendiri artinya adalah mengikuti, yakni mengikuti Sultan dan para pembesarnya yang keluar dari kraton menuju masjid untuk memperingati Maulid Nabi. Di mana dalam acara tersebut disediakan gunungan nasi dan bahan-bahan lainnya.

Gunungan tersebut diiringi oleh beberapa abdi kraton dan dibawa ke Masjid Agung untuk didoakan. Kemudian gunungan itu dibawa keluar lagi untuk diperebutkan oleh masyarakat.

Kirab Ampyang

Selanjutnya ada tradisi Kirab Ampyang yang diselenggarakan oleh masyarakat di Desa Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Tradisi ini dilakukan oleh Ratu Kalinyamat dan sang suami, yakni Sultan Hadirin. Tradisi tersebut diisi dengan menyajikan makanan yang sudah dihias dengan ampyang atau nasi dan krupuk kemudian diarak keliling desa sebelum akhirnya sampai di Masjid Wali At-Taqwa.

3 dari 4 halaman

Amalan Sunah untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw

Amalan Sunah untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw© Shutterstock.com

Untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad saw, dalam Islam terdapat amalan-amalan sunah yang bisa sahabat Dream lakukan. Di mana amalan sunah ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan mampu meningkatkan keimanan kepada-Nya. Nah, berikut adalah beberapa amalan sunah untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad saw seperti dikutip dari fimela.com:

Membaca Sholawat Nabi

Amalan sunah yang pertama adalah membaca sholawat Nabi Muhammad saw. Sholawat ini jugalah yang dibaca oleh para sahabat beliau dan juga keturunannya. Bahkan sholawat ini juga dibaca ketika sahabat Dream mengerjakan sholat. Berikut adalah bacaannya:

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kamma shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim, innaKa Hamidum Majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad Kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka Hamidum Majid.

Artinya:Ya Allah. Berilah (yakni, tambahkanlah) sholawat (sanjungan) kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi sholawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji Maha Mulia. Ya Allah. Berilah berkah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad. Sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha terpuji Maha Mulia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Banyak Bersedekah

Saat Maulid Nabi saw, sahabat Dream sebaiknya banyak melakukan sedekah. Sedekah tidak harus mengeluarkan sesuatu yang besar dan tidak juga membuatmu miskin. Justru dengan bersedekah, Allah SWT sudah berjanji akan menambah nikmat hamba-Nya tersebu serta mendapatkan berkah.

Menjalankan Puasa Sunah

Jika tidak ada halangan, usahakan untuk melaksanakan puasa sunah pada saat Maulid Nabi. Sahabat Dream bisa mengerjakan puasa Senin Kamis dan puasa tengah bulan Yaumul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Dengan berpuasa, maka Allah SWT akan memberikan pahala yang berlipatganda.

Banyak Melakukan Amal Ibadah

Saat Maulid Nabi, Islam menganjurkan kepada setiap Muslim untuk banyak melakukan amal ibadah. Ini juga menjadi tanda bahwa Allah SWT melarang umat-Nya melakukan perbuatan maksiat atau perbuatan yang dilarang Allah SWT. Berharap amalan yang dikerjakan tersebut mendapatkan ridho dari Allah SWT dan tentu saja bisa menambah pahala kita.

4 dari 4 halaman

Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad saw, hal ini mendatangkan keutamaan bagi mereka yang mengikutinya. Berikut adalah beberapa keutamaan memperingati Maulid Nabi Muhammad saw sebagaimana dikutip dari islampos.com:

Mengumpulkan Kita Bersama Golongan Pertama dari Kalangan Para Nabi

Keutamaan yang pertama adalah mengumpulkan kita bersama golongan pertama dari kalangan para Nabi. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Imam Ma’ruf al-Karkhi:

Barangsiapa menyediakan makanan untuk peringatan pembacaan Maulid Nabi, mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang harum-haruman dan memakai wangi-wangian karena mengagungkan kelahiran Nabi, niscaya Allah akan mengumpulkan pada hari kiamat bersama golongan orang-orang yang pertama di kalangan para Nabi dan dia akan ditempatkan di surga yang paling atas.”

Mendapat Banyak Berkah dan Diampuni dari Dosa

Dengan ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad saw, hal ini bisa mendatangkan berkah yang melimpah dan diampuni dosa-dosanya. Mengingat bahwa dalam menjalani kehidupan ini, seseorang tidaklah luput dari dosa, baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Imam Fakhruddin ar-Razi berikut:

Tidaklah seseorang yang mmebaca Maulid Nabi ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan tampak keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya (dimasuki) dari makanan tersebut, maka akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah akan mengampuni orang yang memakannya.”

Didoakan Para Malaikat dan Dijauhkan dari Bala

Dalam pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad saw, ada berbagai cara yang dilakukan umat Islam. Di Indonesia sendiri misalnya dengan menyelenggarakan pegajian di masjid. Nah, dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad saw, hal ini sangatlah baik. Di mana salah satunya bisa didoakan oleh para malaikat dan dijauhkan dari bala. Seperti yang dikatakan oleh Imam Jalaluddin as-Suyuthi berikut:

Tidak ada rumah atau masjid atau tempat yang di dalamnya dibacakan Maulid Nabi melainkan malaikat akan mengelilingi rumah atau masjidatau tempat itu, mereka akan memintakan ampunan untuk penghuni tempat itu, dan Allah akan melimpahkan rahmat dan keridhoan-Nya kepada mereka.”

Dikumpulkan Bersama Syuhada dan Kaum Sholihin

Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar sesame umat Islam, tetapi juga kelak akan dikumpulkan bersama syuhada dan kaum sholihin. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Imam Syafi’i berikut:

Barangsiapa mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi Muhammad kemudian menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan untuk mereka, dan dia menjadi sebab atas dibacakannya Maulid Nabi, maka Allah akan membangkitkan dia bersama-sama golongan shiddiqin (orang-orang yang benar), syuhada (orang-orang yang mati syahid), dan sholihah (orang-orang yang sholeh) dan dia akan dimasukkan ke dalam surga-surga na’im.”

Dikumpulkan Bersama Rasulullah

Setiap umat Islam tentu berharap kelak ketika sudah meninggal bisa ditempatkan bersama Rasulullah saw. Salah satu orang yang akan dikumpulkan bersama Rasulullah saw kelak adalah mereka yang turut memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Imam Sirri as-Saqathi berikut:

Barangsiapa pergi ke suatu tempat yang dibacakan di dalamnya Maulid Nabi, maka sesungguhnya ia telah pergi ke sebuah taman dari taman-taman surga, karena tidaklah ia menuju ke tempat-tempat tersebut melainkan karena cintanya kepada Nabi.”

Beri Komentar