Bayi Kembar Tiga Ini Ikut Mendekam di Rutan Bireuen

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 19 Desember 2018 07:02
Bayi Kembar Tiga Ini Ikut Mendekam di Rutan Bireuen
Tidak ada sosok yang bisa merawat buah hatinya selain Magfira.

Dream - Magfirah binti Zakirsyah, 27 tahun, membawa tiga bayi kembarnya masuk ke balik jeruji besi. Sejak 16 November 2018, Magfirah mendekam di Rumah Tahanan Negara Cabang Bireuen, Aceh.

Perempuan asal Desa Beuringin, Peureulak Barat, Aceh Timur itu tersangkut kasus percaloan CPNS pada 2016.

Dilaporkan Liputan6.com, Magfirah menjalani persalinan pada 29 Agustus 2018 di RSUD Zubir Mahmud, Idi, Aceh Timur. Dua pekan usai persalinan, Polres Bireuen bertindak usai laporan dari salah seorang yang mengaku korban penipuan.

Polisi segera melimpahkan kasus ke Kejaksaan Negeri Bireun. Setelah berkas dinyatakan lengkap, Magfira menjadi tahanan titipan, menunggu ketuk palu hakim.

Upaya damai dengan keluarga korban sebetulnya sudah ditempuh. Tapi, eksekusi polisi mendahului kepesakatan itu.

Magfira membawa tiga buah hatinya bukan tanpa alasan. Tidak ada sosok yang dapat merawat tiga bayinya.

Jafadli bekerja serabutan. Sementara ibunda Jafadli, belum lama ini meninggal dunia.

 

1 dari 1 halaman

Masa Penangguhan Tahanan

Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah diutus untuk membantu mengurus bayi tersebut. Sejumlah perlengkapan bayi diberikan ke Magfirah.

Devi mengatakan, Rutan Cabang Bireun sebenarnya tidak diperuntukkan tahanan perempuan. Rutan khusus tahanan perempuan ada di Sigli.

Pihak rutan mengambil kebijakan membuat tahanan perempuan. Termasuk Magfirah. Devi menyebut para tahanan perempuan lain tak dipindahkan, dengan catatan, ikut merawat bayi Magfirah.

Kepala Dinas Sosial Bireuen, Murdani, mengajukan penangguhan masa tahanan Magfirah. Tapi, dia tak mengetahui diizinkan atau tidak.

" Hasil pantauan kami beberapa hari yang lalu, keadaannya sehat. Cuma ini kan untuk kesehatan bayinya. Kita juga berupaya agar penahanan ibunya ditangguhkan. Bisa merawat bayinya di rumah. Cuma belum ada jalan keluar sat itu," ujar Murdani.

Vonis terhadap Magfirah diketuk pada Senin, 17 Desember 2018. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bireun memvonis Magfira empat bulan penjara.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Rino Abonita)

Beri Komentar