Beginilah Cara Malaikat Maut Mencabut Nyawa Mukmin

Reporter : Cynthia Amanda Male
Minggu, 23 Mei 2021 11:35
Beginilah Cara Malaikat Maut Mencabut Nyawa Mukmin
Sekiranya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang.

Dream - Kematian pasti akan datang kepada tiap makhluk yang bernyawa. Dalam Islam, malaikat yang bertugas untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup ciptaan Allah SWT adalah malaikat Izrail.

Tentunya malaikat Izrail punya cara bagaimana mencabut nyawa manusia tergantung dari amal perbuatan semasa hidupnya. Namun baik buruknya amalan seseorang, peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.

Rasulullah SAW bersabda;

" Sekiranya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang" . (HR.Ibnu Abu Dunya)

Nabi Idris AS yang memohon kepada Allah SWT agar malaikat Izrail melakukan cara terlembut dan halus dalam mencabut nyawanya, masih tetap merasakan sakit yang luar biasa.

" Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku?" tanya malaikat Izrail.

" Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup yang dikuliti" jawab Nabi Idris AS.

" Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu" . kata malaikat Izrail.

1 dari 5 halaman

Sakaratul maut paling ringan dan halus pun masih meninggalkan rasa sakitnya. Rasulullah SAW pernah bersabda;

" Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Dalam kisah berbeda, Nabi Ibrahin AS pernah bertanya kepada malaikat pencabut nyawa. Bagaimana mencabut nyawa makhluk hidup secara bersamaan?

 

2 dari 5 halaman

Malaikat pencabut nyawa pun menjawab;

" Aku akan panggil ruh-ruh tersebut, dengan izin Allah swt, sehingga semuanya berada di antara dua jariku, Bumi ini aku bentangkan kemudian aku biarkan seperti sebuah bejana besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku." (HR abu Nu’aim)

Ingatlah manakala kematian menjeput dan menghantarkan kita ke akhirat secara tiba tiba, siapkanlah bekal amal kebaikan sebanyak mungkin agar kita bertemu dengan sang pencipta dengan keadaan husnul khotimah.

3 dari 5 halaman

Mengapa Kebanyakan Manusia Melotot Saat Sakaratul Maut? Ini Penjelasannya

Dream - Cepat atau lambat, setiap orang pasti akan berjumpa dengan sakaratul maut. Hanya saja tak ada seorang manusia pun mengetahui kapan ajalnya akan tiba.

Bicara soal kematian, pernahkah melihat orang yang tengah sekarat? Pernahkah memperhatikan mengapa kebanyakan dari orang yang sedang sakaratul maut selalu melihat ke atas?

Bahkan terkadang kita mendapati orang yang meninggal dengan mata melotot.

Mengapa demikian? Adakah penjelasannya menurut pandangan Islam. Demi menjawab rasa penasaran, Ustaz Abdul Somad memiliki penjelasan tentang hal ini.

Diungkapkan Ustaz Abdul, kematian adalah berpisahnya ruh dari jasad. Ketika seseorang dicabut nyawanya oleh malaikat maut, maka ruhnya akan keluar lewat atas (kepala), sehingga ia kaget melihat keluarnya ruh tersebut. Sehingga matanya pun melotot.

4 dari 5 halaman

Perkara ini pin telah dijelaskan dalam hadis. Nabi SAW bersabda:

" Apabila kamu menghadiri kematian seseorang kamu, maka pejamkanlah mata si mati, karena matanya mengikuti ruhnya."  [Sunan Ibnu Majah : 144]

"  Ruh keluar berawal dari ujung kaki. Minal asfal. Asfal artinya bawah. Mengalir dia ke atas, lalu dia pun keluar dari atas, maka mata pun melihat. Makanya orang yang meninggal itu matanya melotot. Apa yang dia lihat? Ruhnya keluar," terang alumni Universitas Al Azhar Mesir dan Universitas Darul Hadits Maroko ini.

Sakaratul maut ini sangat berat, apalagi bagi orang-orang yang zalim dan kufur kepada Allah.

5 dari 5 halaman

“ Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat mumukul dengan tangannya, (Sambil berkata): “ Keluarkan nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya” (QS. Al An’am: 93)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

Adapun yang paling ringan, yakni bagi orang-orang mukmin, Rasulullah menggambarkan:
“ Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR. Bukhari)

Selengkapnya klik di sini.

Beri Komentar