Pertemanannya Sudah Sangat Dalam, Gaya Bercanda Dua Pekerja Bangunan Ini Bikin Syok Netizen

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Minggu, 14 Agustus 2022 15:01
Pertemanannya Sudah Sangat Dalam, Gaya Bercanda Dua Pekerja Bangunan Ini Bikin Syok Netizen
Melihat video ini banyak warganet yang marah dan merasa tindakan itu tidak sopan

Dream - Ketika telah menjalani hubungan pertemanan yang sangat dekat, tak jarang gaya bercanda mereka terkadang membuat orang yang melihatnya terheran-heran. Pertemanan mereka sudah sangat dalam sehingga tak lagi sungkan kepada teman mereka. 

Seperti pertemanan dua pria diduga pekerja yang sedang mengecor  campuran semen, tanah, dan batu ke atas sebuah bangunan. Video mereka menjadi viral karena gaya bercanda yang mungkin jarang terlihat bagi orang lain. 

Video itu awalnya mereka seorang pekerja diduga sudah berumur yang mengenakan kemeja oranye tengah memegang sendok semen. Di depannya datang seorang rekan kerjanya yang juga tengah terlibat dalam proses pengecoran tersebut.  

Ketika menghampiri pria berkemeja kuning itu, si rekan sesama pekerja bangunan itu melakukan canda yang mengejutkan.

1 dari 6 halaman

Pemuda berbaju biru itu mengangkat ember bekas dipakai menampung adukan semen dan memasukannya ke kepala sang kakek.

Instagram @pakde.brengos© Instagram @pakde.brengos

Jika melihat reaksi pekerja yang dijahili rekannya itu tak tampak emosi darinya. Begitu juga rekan-rekannya yang seperti sudah memahami gaya bercanda sesama pegawai tersebut.

Namun warganet yang baru melihat gaya bercanda para tukang ini langsung terkejut melihat rekaman tersebut. Banyak netizen yang langsung menghakimi tindakan pekerja yang menjahili rekannya tersebut. 

2 dari 6 halaman

" Jika itu org tuaku akan ku cari kau," tulis akun @rzky_arief.

Warganet juga merasa tindakan itu tidak patut dijadikan bahan bercanda. Bahkan membuat netizen sakit hati melihatnya.

" Kasian 😢 si bapak serius kerja kok malah di gituin. Becanda lo ga lucu 🤬," tulis akun @exca_maya.

" Klo gw ada disitu, gw jorokin tuh org, becandaan nya keterlaluan bgt sm org yg lebih tua😢," tulis akun @yuliakinaras.

" Itu bercanda??? Astgfrllah... W sakit hati yg bukan siapa2nya,ngebayangin bapak w di gituin.w cor orangnya pokonya😢," tulis akun @arthakayla.

      View this post on Instagram      

A post shared by lambe_gosip (@pakde.brengos)

 

3 dari 6 halaman

Kakek Tua Hidup Bersama Buaya Raksasa, Rutin Diumpani Ikan Biar Kenyang

Dream - Di Desa Kiagala di pinggiran Danau Nyasa di Tanzania, kamu akan melihat seorang kakek yang bersahabat baik dengan seekor buaya raksasa. Tanpa takut akan menjadi santapan makan siangnya, pria yang telah merawat buaya berusia 10 bulan sudah menganggapnya sebagai anak sendiri.

Kakek itu bernama John Ndugulu, atau yang lebih dikenal oleh masyarakatnya sebagai Mzee Majoka. Sedang buaya berumur 10 bulan diberi nama Ajabu dan telah menjadi hewan peliharaannya.

Tentu saja hewan peliharaan ini adalah sebuah keanehan yang nyata, mengingat buaya dikenal sebagai reptil ganas yang hidup di alam liar.

Penasaran bagaimana awal mula kakek ini bisa memelihara buaya? Yuk simak informasi selengkapnya berikut ini.

4 dari 6 halaman

Tiap Hari Cari Ikan Biar Buaya Kenyang

Ilustrasi© Unsplash.com

Dilansir dari laman yen.com.gh, Mzee Majoka selalu memberi makan buaya peliharannya dengan ikan setiap hari. Kondisi keuangan yang tidak memungkinan membuat Majoka harus memupus keinginannya memelihara lebih banyak buaya.

Ayah empat anak ini mengatakan persahabatannya itu dimulai ketika ia terbiasa memberi makan buaya di danau terdekat. Dari pengalamannya, hewan ganas itu cenderung dekat dengan manusia yang rutin memberinya makan.

“ Tahukah Anda, setiap hewan cenderung lebih dekat dengan Anda jika Anda terus memberinya makan. Bukan hanya buaya, bahkan burung dan ternak,” katanya.

Sejak memelihara reptil ganas itu, Majoka akan mencari ikan setiap hari untuk memastikan hewan peliharaannya bisa makan dengan kenyang.

5 dari 6 halaman

Yakin Tak Buas Jika Kenyang

Di lingkungan tempatnya tinggal, warga sekitar desa Kiagala tinggal berdekatan dengan danau. Namun tidak pernah ada laporan kasus serangan buaya kepada penduduk sekitar. Hal itulah yang membuat para tetangga sama sekali tidak menganggap aneh jika Mzee Majoka memelihara buaya.

Setelah memelihara buaya dalam beberapa waktu, kakek tua itu mengetahui bahwa buaya atau reptil pada umumnya akan menjadi agresif hanya ketika dia lapar. Saat kenyang, mereka juga bisa menghormati manusia seperti hewan lainnya.

" Anda lihat, seorang anak berperilaku seperti yang diajarkan oleh orang tuanya, itu adalah cara yang sama saya telah membesarkan reptil ini," katanya.

6 dari 6 halaman

Tidak Ada Hubungannya dengan Ilmu Sihir

Ilustrasi© Unsplash.com

Suatu ketika saat ada sebuah acara, Mzee Majoka memberi tahu hewan peliharaannya untuk bersabar karena terpaksa menahan lapar karena menu makannya akan datang terlambat.

Namun dia memastikan akan memberinya makanan sesegera mungkin setelah dia tiba di rumah.

Ia juga mengungkapkan telah melatih buaya untuk mengetahui area yang ditentukan di sekitar rumah untuk panggilan panjang.

Menurutnya, buaya itu sama seperti hewan peliharaan lainnya dan tidak ada hubungannya dengan ilmu sihir. Sebab dengan telalten kakek tua ini melatihnya hingga menjadi jinak seperti sahabat sendiri.

Beri Komentar