Bharada E Mengaku Mimpi Buruk Dihantui Brigadir J Selama 3 Minggu

Reporter : Nabila Hanum
Rabu, 30 November 2022 16:16
Bharada E Mengaku Mimpi Buruk Dihantui Brigadir J Selama 3 Minggu
"Saya betul-betul dihantui mimpi buruk kurang lebih tiga minggu," ujar Bharada E.

Dream - Bharada E atau Richard Eliezer mengaku dihantui rasa bersalah usai menembak Brigadir J. Dia bahkan bertemu Brigadir J di dalam mimpi selama tiga minggu usai penembakan pada 8 Juli 2022.

" Saya merasa berdosa yang mulia," kata Bharada E saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 30 November 2022.

" Apa dosa kamu?," tanya hakim.

" Karena saya mengikuti perintah dia (Ferdy Sambo)," jawab Bharada E.

" Kenapa kamu mau?," ujar hakim.

1 dari 7 halaman

" Karena saya takut. Ini jenderal bintang dua, menjabat sebagai Kadiv Propam dan posisi saya, pangkat saya Bharada, pangkat terendah. Dari kepangkatan itu saja kita bisa lihat bagaikan langit dan bumi. Saya merasa takut sama FS," kata Bharada E.

Hakim mengingatkan bahwa Ferdy Sambo kala itu pun merupakan penegak hukum, sehingga sudah semestinya Bharada E dapat memegang teguh sikapnya sebagai polisi dan melawan rasa takut tersebut.

" Saya betul-betul dihantui mimpi buruk kurang lebih tiga minggu," ujar Bharada E.

" Apa mimpimu? Bertemu almarhum?," tanya hakim.

" Betul yang mulia," jawabnya.

" Terus?," sahut hakim.

2 dari 7 halaman

" Saya merasa bersalah," jawabnya.

" Itu alasanmu mau menceritakan yang benar?," tanya hakim.

" Iya. Saya merasa tertekan yang mulia. Beruntungnya pas saya dibawa itu nggak ada komunikasi dengan FS itu," kata Bharada E.

" Siapa yang larang komunikasi?," tanya hakim lagi.

" Pada saat itu sudah nggak bisa pakai hape," jawabnya.

Seperti diketahui, Bharada E sempat mengubah keterangan polisi terkait pembunuhan Brigadir J. Ia mengubah keterangan yang awalnya peristiwa tembak menembak menjadi pembunuhan Brigadir J.

3 dari 7 halaman

Kesaksian Bharada E: Putri Candrawathi Marah, Ada Wanita Nangis Keluar Rumah Ferdy Sambo

Dream - Bharada E alias Richard Eliezer mengaku sempat melihat sosok perempuan menangis keluar dari kediaman Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.

Pengakuan itu disampaikan Bharada E saat menjadi saksi kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 30 November 2022.

Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso awalnya bertanya soal hubungan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebelum berangkat ke Magelang pada Juli 2022.

" Pada waktu sebelum kejadian di Magelang, apakah ada peristiwa-peristiwa lain yang misalnya semacam kayak pertengkaran saudara PC dan FS, atau PC dengan Yosua?," kata hakim Wahyu.

4 dari 7 halaman

" Siap yang mulia, jadi pada waktu bulan Juli, itu saya sempat naik piket bersama almarhum Yosua padahal almarhum ini ajudan ibu. Tapi karena bang Mateus ini sedang jaga, jadi yang naik piket saya sama almarhum," kata Bharada E

Setelah itu, Bharada E menjelaskan ketika piket tiba-tiba melihat Putri turun tangga dari rumah pribadi di Jalan Saguling disusul Brigadir J dengan membawa senjata dari lantai dua.

" Sambil kita bertiga, saya, almarhum, dan Mateus. Abis itu (Brigadir J bilang) 'Dek Richard kamu di mobil sendiri di belakang’. Jadi kami jalan ke arah Kemang, tapi belum di kediaman (rumah Bangka) yang mulia," kata Bharada E.

5 dari 7 halaman

Namun, Bharada E mengaku tak mendapat kejelasan tujuan saat itu pergi ke rumah Bangka. Setelah berkeliling dahulu di area Kemang, baru Putri tiba di Rumah Bangka dengan ekspresi marah.

" Jadi pada saat di kediaman Bangka. Ibu turun, saya lihat ibu seperti marah yang mulia itu ada. Lalu masuk semua turun, Bang Yos bilang Chad parkir mobil di belakang," ujarnya.

Tak lama sekitar 30 menit setelah rombongan Putri tiba di Rumah Bangka, lalu Ferdy Sambo dengan raut muka seperti marah, tiba bersama dengan ajudannya, Saddam.

" Pak FS kayak marah-marah juga langsung masuk ke dalam rumah. Almarhum bilang Chad nanti ada Pak Eben datang, rekannya bapak, pas datang saya tidak melihat. Karena pada saat itu saya sedang di belakang, saya tidak tahu Pak Eben datang dengan siapa," katanya.

6 dari 7 halaman

Bharada E kembali diperintah Brigadir J untuk berada di area luar rumah Bangka. Dimana di area tersebut hanya diperbolehkan dua ajudan, yakni Brigadir J dan Mateus.

Sedangkan ajudan lainnya, seperti Adzan Romer, Saddam, dan ART, di pintu belakang. Sedangkan Bharada E, Alfon, dan beberapa sekuriti ada di pintu depan.

Bharada E mengaku tidak tahu apa yang terjadi di dalam. Namun saat menunggu, dia melihat ada wanita keluar dari dalam area pekarangan rumah Bangka sambil menangis.

" Nanti sekitar satu, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar kan pagar kami tutup. 'Fon ada orang keluar saya lihat ada perempuan' saya tidak kenal yang mulia. Saya bertanya-tanya ini siapa perempuan itu menangis," katanya.

7 dari 7 halaman

Namun saat dihampiri Bharada E, perempuan itu hanya meminta agar dipanggilkan sopir pribadinya yang berada di sebelah rumah. Tak lama tiba sopirnya, wanita itu pun pergi tanpa menjelaskan apapun kepada Bharad E.

" Tapi memang saya tidak tahu siapa dan ada apa di dalam. Perempuan itu cuman bilang mau cari drivernya, saya cari ke samping Mobil Pajero Hitam kalau tidak salah," ujarnya.

Menurut Bharada E, sejak kejadian itu, Ferdy Sambo lebih sering tinggal di rumah pribadi Jalan Saguling.

" Semenjak kejadian itu, Pak FS sudah lebih sering tinggal di Saguling," terangnya.

Beri Komentar