Ojek Online Di Bogor (Merdeka.com)
Dream - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menegaskan ojek online yang beroperasi di Kota Bogor untuk sementara dilarang mengangkut penumpang, selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi hingga awal Juli 2020 nanti.
Menurut Dedie, meski pusat pembelajaan sudah mulai beroperasi, pemerintah Kota Bogor menilai mengangkut penumpang memiliki risiko tinggi dalam penularan Covid-19.
Peraturan yang Dedie sebutkan diatur dalam Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 44 tahun 2020 tentang PSBB yang mengatur jaga jarak sosial dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.
" Bila ojol (ojek online) kembali mengangkut penumpang, maka tak ada lagi jaga jarak. Kita masih menegakkan aturan jaga jarak. Karena di Perwali 44 itu kan kita berlakukan sosial dan physical distancing," kata Dedie, Selasa 9 Juni 2020.
Meski begitu, sambung Dedie, pihaknya tetap akan mempertimbangkan dan membahas lebih lanjut bersama para pihak terkait agar layanan transportasi ojek online bisa kembali mengangkut penumpang.
Sementara dalam pembahasannya, Dedie menyebut, salah satu provider ojol, telah menyampaikan kesiapan layanannya dalam rangka mendukung pemerintah memutus mata rantai penularan Virus Corona di Kota Bogor.
" Pertama, Gojek telah memiliki Posko Aman di lima wilayah yang tersebar di Kota dan Kabupaten Bogor. Di posko tersebut, setiap driver mendapat pelayanan kesehatan yang mengacu pada Protokol Covid-19 mulai dari pengecekan suhu, penyemprotan desinfektan pada kendaraan, hingga pemberian hand sanitizer," katanya.
Kedua, masih disampaikan Dedie, pihak Gojek juga sedang mempertimbangkan dalam menyediakan layanan hairnet pada helm untuk penumpang. Atau, kata Dedie, penumpang diminta untuk membawa helm sendiri.
Selain itu, Dedie menyebut, Gojek sedang merancang inovasi untuk membuat dinding pembatas antara penumpang dengan driver. Sehingga, penumpang merasa aman dan nyaman karena tidak langsung bersentuhan fisik.
" Ada pembatasnya dalam bentuk akrilik. Ini nantinya bisa lebih memberikan keamanan dari sisi penumpang tidak langsung bersentuhan dengan tubuh dari driver," ucap dia. (Sumber: Merdeka.com)
Dream – Memasuki masa New Normal, ada kabar gembira buat kamu yang menggunakan jasa trasportasi ojek online. Hari ini, Senin 8 Juni 2020, fitur ojek online kembali hadir.
Menurut pantauan Dream, fitur ojek online Gojek, Goride, dan Grab, Grabbike, hadir kembali di aplikasi. Sebelum diberlakukan masa New Normal, fitur yang tersedia hanyalah taksi online.
© © Dream.co.id/Dwi Ratih
Fitur GoRide sudah tersedia di Go-Jek
© © Dream.co.id/Dwi Ratih
Fitur Grab Bike sudah tersedia lagi di Grab
Sekadar informasi, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Tahun 105 Tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi untuk Pencegahan COVID-19 di Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif, ojek online mulai beroperasi hari ini.
Surat keputusan itu ditandatangani oleh Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, pada 5 Juni 2020.
Untuk Sahabat Dream, jangan lupa bawa helm sendiri, ya, sebelum bepergian dengan ojek online. Gunakan selalu masker dan pastikan hand sanitizer ada di tas kamu. Jika memungkinkan, pastikan kamu membayar jasa ojek online dengan pembayaran non tunai.
Dream – Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan aturan agar masyarakat diimbau selalu memperhatikan pencegahan virus corona dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga memasuki masa new normal.
Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.
Dalam aturan ini, ada imbauan-imbauan yang harus diperhatikan oleh masyarakat. Misalnya, dari perjalanan ke tempat kerja, berada di tempat kerja, sampai kembali ke rumah.