Kala Siswa SLB Belajar Hadapi Gempa

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 28 Oktober 2019 07:12
Kala Siswa SLB Belajar Hadapi Gempa
Ada sejumlah fasilitas yang kurang mendukung.

Dream - Para murid Sekolah Luar Biasa (SLB) YKK Pacitan berlatih kesigapan gempa yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Diannitta Agustinawati mengatakan, latihan ini sebagai cara menghindarkan diri dari bencana.

“ Karena anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan hak sama terhadap materi kebencanaan,” kata Dian, di Instagram resmi Pemkab Pacitan, Jumat, 25 Oktober 2019.

Dian mengatakan, pemahaman terhadap bencana baru pertama kali masuk ke pendidikan luar biasa. Pelatihan ini, kata dia, penuh dengan tantangan karena usaha penyampaian materi harus dibantu penerjemah. 

Menghadapi tantangan cukup berat, BPBD Pacitan tetap menggelar pelatihan untuk penyandang disablitas. “ Manajemen kebencanaan sangat perlu diperhatikan dan dilaksanakan, mengingat pada jam sekolah, anak-anak adalah tanggungjawab sekolah,” ucap dia.

Meski serapan dari pelatihan ini terbilang tinggi, Dian gundah karena sebagian sarana dan prasarana belum mendukung sepenuhnya, baik dari pintu yang sempit dan belum maksimalnya jalan khusus untuk korsi roda.

Kepala Sekolah SLB YKK Pacitan, Totok Handoyo mengatakan, 87 peserta didiknya memang harus mendapat perhatian terhadap kebencanaan. Apalagi dia sadar sekali kondisi geografis Kabupaten Pacitan.

“ Sekiranya pemda maupun pusat memperhatikan fasilitas-fasilitas kami demi keselamatan, karena bencana dapat terjadi kapan saja,” ucap Totok.

1 dari 4 halaman

Prediksi BNPB Soal Bencana 2019

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi banjir, longsor, dan angin puting beliung, masih mendominasi bencana yang akan terjadi di Indonesia pada 2019.

" Diprediksi 2019, untuk bencana hidrometeorologi akan ada lebih dari 2,5 ribu kejadian bencana yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia," ujar Kepala BNPB, Willem Rampangilei, di kantornya, Jakarta, Rabu 19 Desember 2018.

Menurut Willem, 95 persen bencana yang ada di Tanah Air akan didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Selain itu, pada 2019 juga masuk dalam musim yang normal. Tidak ada El Nino dan La Ninayang yang menguat.

Willem mengaku BNPB belum mampu memprediksi bencana geologi atau gempa bumi pada 2019, karena belum ada alat yang bisa melakukannya. Meski demikian, Willem mengungkap data perkiraan.

" Diprediksi gempa akan terjadi selama 2019 rata-rata sekitar 500 kejadian," ucap dia.

 

2 dari 4 halaman

Potensi Tsunami

Terkait dengan potensi tsunami, kata Willem, itu sangat tergantung dari besar gempa. Jika gempa berada pada kedalaman kurang dari 20 kilometer dan berkekuatan lebih dari 7 skala Richter, maka masuk dalam potensi tsunami.

Untuk perisitiwa erupsi gunung berapi, tambah Willem, saat ini ada 1 gunung berstatus awas yakni Sinabung, 2 gunung berstatus siaga dan 18 gunung berstatus waspada.

" Indonesia memiliki 500 gunung api, dan yang aktif 127 gunung. Berakhirnya status gunung erupsi itu tidak ada yang bisa prediksi," kata dia.

Sebelumnya, BNPB telah merilis jumlah bencana alam pada 2018 sebanyak 2.426 kali. Jumlah tersebut mengalami penurunan 11,36 persen dibanding tahun 2017. Meski demikian, jumlah korban meninggal dan hilang mengalami kenaikan sebesar 1,072 persen.

3 dari 4 halaman

Aplikasi PetaBencana.id Karya BNPB Raih Penghargaan PBB

Dream - Aplikasi besutan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) PetaBencana.id meraih penghargaan pada ajang United Nations Public Sector Award atau UNPSA 2019. PetaBencana.id menjadi pemenang untuk kategori Ensuring Integrated Approaches in Public Sector Institutions.  

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, penghargaan ini digagas Badan PBB untuk Masalah Ekonomi dan Sosial atau United Nations Department of Economic and Social Affairs. Program yang digiatkan badan ini yaitu menciptakan 17 tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu, tujuan yang ditargetkan hingga 2030 ini adalah climate action yang sangat terkait dengan isu perubahan iklim yang dirasakan oleh seluruh dunia.

" Kategori yang dimenangkan oleh PetaBencana.id ini merupakan bagian dari topik SDGs pada tujuan Climate Action tersebut," kata Sutopo, Selasa, 21 Mei 2019.

PetaBencana.id merupakan platform yang memuat peta kebencanaan, khususnya banjir, di wilayah Jabodetabek, Kota Bandung dan Kota Surabaya.

 

4 dari 4 halaman

Memudahkan Pengguna

Plaform yang sifatnya gratis dan open source ini dikembangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Urban Risk Lab. 

" Platform inovatif ini memungkinkan para pengguna untuk aktif dalam melaporkan keadaan banjir di wilayahnya secara realtime. Namun laporan tersebut akan diverifikasi dan disebarkan secara langsung melalui peta publik," ucap dia.

Pengguna media sosial dan aplikasi pesan instan kini dapat melaporkan situasi banjir di sekitar dengan mudah. Pengguna Twitter cukup mengirim cuitan ke @petabencana dengan #banjir dan BencanaBot akan otomatis memandu pengguna untuk mengisi laporan.

Pengguna Telegram juga dengan mudah untuk melaporkan banjir dengan mengirim pesan “ /banjir” ke @BencanaBot, yang akan membantu pengguna membuat laporan.

Beri Komentar