Jalan Desa Dirusak Pendukung Calon Kades Kalah (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Dream - Jangan pernah membayangkan kancah politik tingkat kampung tidak sepanas nasional. Bahkan, konflik bisa muncul dengan mudah.
Seperti yang terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pendukung salah satu calon kepala desa melakukan aksi nekat.
Aksi nekat itu dilakukan di Kampung Jogjogan. Jalan kecil yang sudah dibeton dirusak hingga tersisa tanah akibat calon kepala desa yang mereka dukung kalah dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Jalan tersebut merupakan jalur yang menghubungkan Desa Tangkil dengan Desa Cinagara. Jalan yang kerap dilewati sepeda motor itu digali sedalam 150 centimeter sehingga tidak bisa dilewati.
Salah satu warga, Mulyana, mengaku harus mengambil jalur memutar dengan jarak yang lebih jauh. Sebelumnya, dia sering melintas di jalan tersebut.
" Kalau lewat Kampung Jogjogan menuju desa sebelah (Cinagara) jaraknya lebih dekat," kata Mulyana, dikutip dari Liputan6.com.
Warga setempat mengatakan jalan tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama namun belum dibangun. Jalan itu baru dibeton pada 2016 menggunakan dana desa.
" Sudah ada sejal lama, ada kali 20 tahunan mah. Tapi dulu masih tanah, terus ditembok dan terakhir dicor," kata Mulyana.
Pemilik lahan yang dilalui jalan tersebut mendukung salah satu calon kades. Sayangnya, calon yang didukung kalah dalam Pilkades serentak Kabupaten Bogor 2019.
Masalah ini sudah diketahui oleh para perangkat desa. Pelaksana Jabatan Sementara (Pjs) Kepala Desa Tangkil, Aruman, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Caringin untuk menyelesaikan persoalan ini dan menggelar mediasi dengan pemilik tanah.
Diketahui, jalan yang dirusak berada di atas tanah milik anggota tim sukses salah satu calon Kades.
" Sampai saat ini belum ada kesepakatan dengan pemilik tanah. Tapi kami akan terus lakukan mediasi agar jalan itu kembali bisa dilalui warga," kata Aruman.
Menurut Aruman, Pemerintah Desa Tangkil menggelar betonisasi sejumlah ruas jalan desa pada 2016 lalu. Saat pembangunan, kata dia, pemilik lahan tidak keberatan tanahnya jadi akses warga.
" Malah pemilik lahan ikut gotong royong membangun jalan tersebut. Pemilik juga tidak pernah melarang atau menghentikan pembangunan," kata dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Dream - Calon anggota legislatif yang maju dari jalur independen di negara bagian Punjab, India, Neetu Shutteran Wala, menjadi pembertitaan dunia. Neetu menangis karena gagal meraih suara untuk melaju ke parlemen.
Saat diwawancara, Neetu mengaku hanya mendapat lima suara. Meski anggota keluarganya yang boleh memilih berjumlah sembilan orang.
Kepada jurnalis, dia mengaku menangis karena tak semua anggota keluarganya memilihnya. Dengan perasaan emosional, Neetu menyebut tak akan marah terhadap saudaranya. Amarah akan dia luapkan kepada kecurangan pemilu.
Penjelasan Neetu dalam kekalahan di pemilu ini menjadi perbincangan di media sosial dan televisi India. Banyak masyarakat yang melihat kelucuan di balik rapuhnya seorang lelaki berusia 35 tahun ini.
Tapi, tangisan dan dugaan itu rasanya terlalu awal dikeluarkan. Saat perhitungan berakhir, suara Neetu mencapai 856.
Menurut Oddity Central, jumlah suara itu tidak buruk bagi calon legislatif dari wakil independen dan buta huruf.
Tangisan Neetu barangkali muncul karena saat wawancara berlangsung, perhitungan belum tuntas.
Kakak Neetu menyampaikan bahwa keluarganya mendukung pencalonan penuh Neetu.
" Dia telah mendapat dukungan penuh dari keluarga dan setiap orang, termasuk paman dan kerabat, yang memberikan suara padanya," kata kakak Neetu.
Meski kini tak jadi anggota legislatif, Neetu akan dikenal di dunia internasional. Tentu, sebagai karakter meme.