Detik-detik Mencekam Anies Baswedan Bantu Korban Mobil Terbakar di Cipali

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Minggu, 7 Oktober 2018 13:15
Detik-detik Mencekam Anies Baswedan Bantu Korban Mobil Terbakar di Cipali
Kepada keluarga, Anies menceritakan saat kecelakaan mengerikan itu terjadi.

Dream - Rombongan gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak bisa melupakan peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu, 6 Oktober 2018 di Tol Cipali kilometer 136 sekitar pukul 09.20 WIB. Kala itu, Anies bersama rombongan tengah dalam perjalanan pulang usai melakukan dinas ke luar kota.

Dalam unggahannya, Anies  mengatakan sebuah kecelakaan tragis telah terjadi saat rombongannya akan melintasi tol tersebut. Dari kejauhan tampak asap mengepul dari sebuah mobil yang melintang di tengah jalan. 

Diketahui peristiwa itu terjadi setelah ada kecelakaan menimpa mobil sedan yang menabrak truk. Hancur di bagian depan, mobil sedan tersebut kemudian terbakar setelah muncul kobaran api.

Melihat kecelakaan, Anies yang dikawal oleh Patwal langsung menerobos antrean kendaraan yang tersendat akibat kecelakan.

Usai berhasil mendekat, rombongan mantan Mendikbud itu langsung berusaha mengeluarkan korban dari dalam mobil yang akan terbakar.

Korban akhirya berhasil dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Subang untuk mendapat perawatan. Namun Tuhan berkehendak lain. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan itu.

1 dari 2 halaman

Korbannya Ternyata...

Dalam akun Instagramnya, Anies mengunggah momen ketika ia bertakziah ke rumah duka.

" Semalam baru saja dilepas, almarhum dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta," tulis Anies seperti diakses Dream, Minggu 7 Oktober 2018.

Anies menceritakan, saat peristiwa mengerikan itu terjadi ia belum mengetahui identitas korban. Setelah diselidiki, rupanya korban bernama Slamet Supardiyono yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 247 Mampang, Jakarta Selatan.

" Malam tadi di rumah Almarhum, di daerah Cakung, Jakarta Timur, saya menceritakan ulang peristiwa itu, kepada istri dan anak-anaknya. Mereka adalah keluarga yang tabah," kata Anies.

 

2 dari 2 halaman

Anies Mengajak untuk Selalu Mengingat Allah SWT

Tak lupa, Anies juga berpesan agar selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena, kejadian di waktu yang akan datang tidak ada yang mengetahui kecuali Allah SWT.

Inilah takdir. Pagi sehat, masih menjadi juri lomba lintas alam dan kini sudah dalam perjalanan menuju kuburnya. Doa kita, semoga dimuliakan dan ditingggikan derajatnya di sisi Allah SWT. Selamat Jalan Pak Slamet! Al Fatihah," ucap dia.

Ini kisah lengkap peristiwa tragis yang dihadapi Anies dan rombongannya seperti diunggah di akun instagramnya:

      View this post on Instagram

Semalam baru saja dilepas, almarhum dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. . Pagi kemarin, mobil-mobil di tol Palimanan KM 136 mendadak berhenti. Berpuluh meter di depan Kami, sebuah mobil berhenti melintang, asap hitam mengepul, ruang mesin-nya dilalap api. . Para petugas rombongan kami bergegas ke arah mobil hitam itu. Mengangkat keluar pengemudi dari kursinya. Kakinya terjepit, sementara api makin membesar. Upaya mengevakuasi ini berhasil. . Para petugas cekatan ini, ada Pak Dika, Pak Nardi dan Pak Cahya. Mereka polisi dan petugas dishub yang selalu mendampingi. Ada juga Pak Razak, seorang Polisi dari Polres Cirebon. . Tak lama kemudian api membara, membakar seluruh bagian mobil sedan itu. Atas izin Allah, kecepatan dan ketangkasan mereka berhasil mengeluarkan korban dari panggangan api yang bisa menghancurkan jasad. . Jenazah itu diletakkan di tepi jalan, menunggu ambulans datang. Dari identitasnya tertulis nama Slamet Supardiyono. Setelah dicek, Ia adalah Kepala Sekolah SMP Negeri 247 Mampang, Jakarta Selatan. Jenazah Almarhum lalu dibawa ke RSUD Subang. Saya ikut mengantar, memastikan bisa segera diproses dan diantar pulang ke Jakarta. . Malam tadi di rumah Almarhum, di daerah Cakung, Jakarta Timur, saya menceritakan ulang peristiwa itu, kepada istri dan anak-anaknya. Mereka adalah keluarga yang tabah. . Inilah takdir. Pagi sehat, masih menjadi juri lomba lintas alam dan kini sudah dalam perjalanan menuju kuburnya. Doa kita, semoga dimuliakan dan ditingggikan derajatnya di sisi Allah SWT. . Selamat Jalan Pak Slamet! Al Fatihah…

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More