Darurat PMK, Dunia Belum Bebas Penyakit Mulut dan Kuku, Termasuk di India

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 27 Juni 2022 20:24
Darurat PMK, Dunia Belum Bebas Penyakit Mulut dan Kuku, Termasuk di India
Sekitar 6 juta ternak dibakar di Inggris pada tahun 2001.

Dream - Pada musim dingin tahun 2001, asap tebal terlihat membubung tinggi dari banyak pedesaan Inggris.  Asap ini berasal dari jutaan sapi, domba, dan babi yang dibakar dalam sebuah perang putus asa melawan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyergap negara itu.

Ketika pihak berwenang Inggris berjuang untuk menahan wabah yang menghancurkan itu, pergerakan orang pun dibatasi. Dan, daerah pedesaan menjadi zona larangan bagi penduduk kota untuk didatangi.

Perdagangan internasional daging ternak dan produk susu Inggris dihentikan. Pemilihan umum ditunda untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, dan acara-acara besar di pedesaan dibatalkan.

Penyakit ini jadi bola perusak terhadap ekonomi Inggris. Kerugian yang diakibatkannya menelan biaya sekitar U$ 13 miliar atau Rp 193 triliun. Lebih dari 6 juta hewan ternak turut dimusnahkan.

Menurut mantan Direktur Serikat Petani Nasional Inggris Barat Daya, Anthony Gibson, seperti dikutip ABC News, pada saat PMK terdeteksi di Inggris itu sudah terlambat untuk mengendalikannya.

Penyakit ini hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk menyebar ke seluruh wilayah Inggris selama wabah PMK menyerang negara itu pada tahun 2001.

Penyakit itu pertama kali muncul pada Februari 2001 di sebuah peternakan di Essex. Ini tepat pada saat  jadwalnya pertanian Inggris melakukan perpindahan sejumlah besar domba ke seluruh negeri.

" Jadi kami sepertinya terlambat mengetahui.  Penyakit ini mungkin telah berada di negara ini selama beberapa bulan sebelumnya. Sebelum kami tahu itu juga ada di barat daya," kata Gibson. " Itulah yang membuat wabah itu begitu sulit dikendalikan dan akibatnya sangat menghancurkan."

Itulah sebabnya pemerintah Inggris mengambil langkah 'pembantaian' untuk mengendalikan virus.

" Ada gumpalan asap di mana-mana, bau menyengat yang sangat menusuk. Dan karena cara penyakit ini ditangani, ribuan hewan disembelih untuk menghentikan penyebaran penyakit. Tanpa ada yang mempertimbangkan logistik untuk memindahkan bangkai mereka," kata Gibson.

Enam juta sapi dimusnahkan di Inggris© BBC

(Enam juta sapi dimusnahkan di Inggris/BBC)

Selain kehancuran finansial, metode yang digunakan untuk memerangi wabah PMK itu juga membuat peternak rusak secara psikologis.

“ Untuk peternakan keluarga di barat Inggris, hewan ternak itu hampir menjadi bagian dari keluarga. Dan harus melihat hewan-hewan ini disembelih, padahal tidak memiliki penyakit ini –langkah ini sebagai tindakan pencegahan- dan kemudian membiarkan para hewan itu tergeletak membusuk di halaman pertanian selama berminggu-minggu itu menghancurkan jiwa mereka," kata Gibson.

Chief Veterinary Officer Inggris, Profesor Christine Middlemiss, adalah salah seorang dari lebih dari 2.000 dokter hewan yang bekerja dengan petani selama wabah itu. Dan sering kali harus menyampaikan berita memilukan ke peternak bahwa ternak mereka harus dimusnahkan.

Kasus PMK pertama yang ditemukan di Inggris bermula dari rumah potong hewan di Essex pada Februari 2001. Selama empat hari berikutnya beberapa kasus lagi diumumkan di Essex.

Pada 24 Februari, sebuah kasus diumumkan di Highampton di Devon. Kemudian dalam seminggu, kasus ditemukan di North Wales. Pada awal Maret, penyakit itu telah menyebar ke Cornwall, Skotlandia selatan hingga  Lake District yang terletak di ujung lainnya dari Inggris.

Kebijakan pemusnahan bukan hanya membuat hewan di peternakan yang dibunuh, tetapi juga semua hewan di daerah sekitarnya. Dibuat pula Zona eksklusi sehingga membuat perjalanan ke beberapa daerah tertutup. Tentunya ini  menjadikan  pendapatan dari pariwisata menukik tajam.

Virus PMK menyebabkan lepuh yang menyakitkan di dalam mulut dan di bawah kuku hewan, sehingga hewan yang terkena mengalami kelumpuhan dan tidak mau makan. Penyakit ini jarang menular kepada manusia, namun bisa membunuh hewan muda. Sifat menularnya yang dahsyat mendorong pemusnahan besar-besaran.

Layar televisi di Inggris pada 2001 itu dipenuhi dengan gambar api unggun raksasa dari bangkai tumpukan hewan ternak, dan gambar tentara menggali kuburan massal ternak. Wisatawan dari luar negeri ke Inggris turun hingga 10%.

Jutaan sapi mati di Inggris selama wabah PMK tahun 2001© BBC

(Jutaan sapi mati di Inggris selama wabah PMK tahun 2001/BBC)

Menurut BBC, tidak mungkin untuk melacak dengan tepat bagaimana virus PMK tiba di Inggris. Ada teori bahwa virus itu mungkin datang dari suatu tempat di Asia dan masuk ke Inggris melalui Afrika Selatan. Virus ini masuk, baik dalam limbah katering atau daging yang diimpor secara ilegal.

Pemerintah Inggris segera membuat beberapa reformasi setelah kehancuran itu untuk mencoba menghentikan virus datang kembali. Antara lain, larangan memberi makan hewan dengan sisa katering atau sisa dapur. Karena, virus ini dapat bertahan hidup, bahkan pada daging yang dimasak sebagian selama berbulan-bulan.

Departemen Lingkungan Hidup Pangan dan Pedesaan Inggris (DEFRA) meningkatkan pemantauannya terhadap wabah penyakit di seluruh dunia dan risiko yang ditimbulkannya terhadap Inggris. Juga bekerja sama dengan Badan Perbatasan Inggris untuk mengontrol lalu lalang barang atau produk yang masuk ke perbatasan.

Namun, daging impor ilegal masih bisa lolos. Penyebab karena dimasukkan ke bagasi pribadi. Padahal, virus ini dapat bertahan lama pada daging segar atau setengah matang. Virus pun dapat bertahan dari pasteurisasi dalam susu. Dan, juga bisa  menyebar pada pakaian yang terkontaminasi, dan dapat bertahan hingga dua minggu

" Merupakan hal yang mengerikan melihat hewan kami dimusnahkan. Kami bekerja sangat keras untuk memelihara hewan-hewan ini. Menjadi bertentangan dengan semua yang kami upayakan untuk melihat mereka dibunuh," kata salah satu seorang peternak Inggris, Philip Heard, yang kehilangan 3.000 ekor sapi dan domba pada tahun itu.

***

Setelah tragedi PMK di Inggris yang memukul secara ekonomi peternak dan dimusnahkannya 6 juta hewan ternak, faktanya penyakit mulut dan kuku masih terjadi di berbagai belahan dunia.

Menurut Sentinel Assam, virus PMK masih merebak di negara bagian Arunachal Pradesh, India, bulan Juni 2022. Sejumlah besar peternak di beberapa distrik Arunachal Pradesh telah terpukul keras dengan PMK ini.

Arunachal Pradesh adalah sebuah negara bagian di India Timur Laut. Itanagar adalah ibu kota negara bagian ini. Arunachal Pradesh menjadi negara bagian dengan wilayah terluas dari tujuh negara bagian Timur Laut India. Virus PMK telah pecah di setidaknya tujuh distrik daerah itu, dengan Namsai, Lohit dan Papum Pare yang terkena dampak terburuk. Akibat PMK telah banyak menyebabkan hewan yang mati.

Virus PMK di India juga menyebar di Chandigarh. Ini sebuah kota di India yang menjadi ibu kota dari dua negara bagian: Punjab dan Haryana.  

Menurut Tribune India, Departemen Peternakan dan Perikanan Chandigarh sejauh ini telah memvaksinasi lebih dari 21.000 ternak secara gratis. Vaksinasi dilakukan terhadap hewan sapi, kerbau, domba, kambing dan babi untuk melawan PMK dan vaksinasi semua anak sapi betina untuk menghadapi penyakit brucellosis.

Pada September 2021, menurut Indian Express, di negara bagian Maharastra juga telah menjadi pusat virus PMK di India.

Penyakit mulut dan kuku di India© Facebook

(Penyakit mulut dan kuku pada sqapi India/Facebook)

Saat itu, Distrik Pune dan Ahmednagar di Maharashtra telah menjadi pusat wabah PMK terbaru di negara bagian tersebut. Sejauh ini, lebih dari 530 hewan telah terinfeksi, dan 80 hewan telah mati. Sebagian besar penyebabnya karena penundaan siklus kedua vaksinasi di negara bagian tersebut.

Departemen peternakan negara bagian telah memulai vaksinasi terhadap penyakit ini dengan misi untuk mengendalikan wabah ini.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia telah mengimpor 84.955 ton daging sejenis lembu dari India pada 2021. Ini membuat India menjadi negara asal impor daging sapi terbesar kedua bagi Indonesia.

Sementara dari pengalaman Inggris, virus PMK dapat bertahan dalam daging dan tulang hewan yang terpapar PMK selama berbulan-bulan.

***

Selain India, virus PMK juga terdeteksi di Zimbabwe. Menurut The Herald, Department of Veterinary Services (DVS) pada awal Maret 2022 telah menyembelih dan membakar 12 sapi di Arda Sanyati setelah hewan-hewan tersebut dipindahkan secara ilegal dari kawasan zona merah PMK.

DVS berwenang untuk mengubur atau membakar ternak yang dipindahkan tanpa izin. Ini semua untuk mencegah penyebaran PMK.

Pemindahan illegal yang dilarang itu meliputi pemindahan hewan sapi, babi, kambing, domba dan satwa liar. Pelarangan ini juga berlaku untuk pedagang hewan.

Pelanggaran hal tersebut akan membuat hewan yang dipindahkan tanpa izin ini dimusnahkan oleh DVS. Dan bila hewannya di musnahkan, pemilik ternak yang melanggar aturan itu tidak akan menerima kompensasi apapun. Bahkan, pemiliknya akan dituntut, didenda atau dipenjara.

Virus PMK juga merebak di Phnom Penh, Kamboja.  Menurut Phnom Penh Post, dokter hewan di provinsi Stung Treng telah memvaksinasi 7.794 sapi untuk  penyakit mulut dan kuku dari 23 Maret hingga 30 Mei tahun 2002.

Dalam kasus terpisah di Provinsi Svay Rieng, Kamboja, Gubernur Kota Bavet, Lim Seang Heng, mengatakan sedikitnya 10 sapi mati karena PMK. Setelah mengetahui masalah ini, dokter hewan mulai memvaksinasi ternak.

Sebanyak 38 sapi telah tertular penyakit, termasuk 23 di komune Bavet, tujuh di antaranya telah mati. Sebanyak 15 lainnya berasal dari komune Prasat dan tiga telah mati karena PMK.

Mongolia juga negara yang terkena wabah PMK. Menurut Xinhua, sedikitnya 7.681 ekor ternak milik dari 85 penggembala telah terinfeksi penyakit mulut dan kuku yang mematikan di provinsi Uvurkhangai, Mongolia tengah.

Penyakit menular virus telah menyebar di provinsi itu melalui ternak penggembala yang sebelumnya digembalakan di timur negara itu.

Karena kekeringan selama musim panas di Uvurkhangai, banyak penggembala di provinsi tersebut membawa hewan ternaknya pindah ke bagian timur Mongolia. Di sana memiliki rumput yang subur untuk menggemukkan ternak mereka.

PMK jelas memukul Mongolia. Sektor peternakan merupakan pilar utama ekonomi Mongolia. Negara ini dengan populasi penduduk sekitar 3,4 juta jiwa itu memiliki sekitar 70 juta ekor.

Mongolia berusaha untuk mengembangkan sektor peternakannya dengan meningkatkan ekspor daging. Upaya ini untuk mendiversifikasi ekonominya yang bergantung pada pertambangan. Namun, adanya wabah penyakit ternak yang sering terjadi, seperti,  menghambat proses tersebut.

Menurut Kamar Dagang dan Industri Nasional Mongolia, ekspor daging negara itu telah ditangguhkan sejak Juni, karena penyakit hewan menular PMK.

Virus PMK juga telah menimbulkan kerugian besar bagi  peternak di Palestina. Wabah penyakit mulut dan kuku di yang terjadi Tepi Barat Palestina telah membunuh ribuan ternak. Kondisi ini mendorong petani Palestina yang sudah mengalami kesulitan hidup di bawah pendudukan Israel bisa jatuh ke jurang kebangkrutan.

Salah satunya Mohammed Basheer. Ia harus membakar ratusan dombanya yang mati setelah wabah PMK yang menghancurkan ternak di Tepi Barat, sehingga menyebabkan kerugian finansial.

Mohammed Basheer saat mengangkat anak kambing yang mati karena PMK© Al-Monitor

(Mohammed Basheer saat mengangkat anak kambing yang mati karena PMK/Al-Monitor)

Posisi Tepi Barat yang merupakan bagian Palestina yang ‘dikuasai’ Israel makin menyulitkan bagi para peternak seperti Basheer. Kesulitan yang mereka hadapi ini  tidak  ditanggapi oleh Otoritas Palestina. Sementara  mereka terus menghadapi ancaman terus-menerus dari pemukim Yahudi.

" Saya tidak mendapat bantuan dari Otoritas Palestina, bahkan tidak ada telepon," kata Basheer, yang memiliki ribuan ternak di dekat kota Nablus, seperti dikutip Al-Monitor. Ia mengaku  frustrasi atas apa yang dia gambarkan sebagai kelambanan dari kementerian pertanian Palestina.

Peternak Palestina ini menyalahkan Otoritas Palestina karena menghentikan program vaksinasi yang terbukti penting dalam melindungi ternak dari penyakit endemik.

Dan, dengan tidak adanya hewan di padang penggembalaan yang luas, para petani takut akan terjadi perampasan tanah dari pemukim Yahudi yang telah berulang kali mendirikan pos-pos ilegal di tanah Tepi Barat yang mereka klaim tidak digunakan.

“ Otoritas Palestina harus melindungi kami karena kami melindungi tanah," kata Basheer. " Peternakan melindungi tanah... Jika Anda menyingkirkan para peternak, Israel mengambil tanah itu."

Kementerian Palestina telah secara resmi mengonfirmasi sekitar 2.000 kematian hewan sebagai akibat dari wabah PMK tahun ini. Tetapi petani dan pejabat kementerian pertanian mengatakan kematian ternak itu kemungkinan jauh lebih tinggi daripada jumlah korban yang diakui.

Wabah PMK serupa juga terdeteksi di Afrika Selatan.  Para petani menilai reaksi lamban pemerintah terhadap wabah penyakit mulut dan kuku yang baru-baru ini terjadi di North West telah menjadi hambatan serius dalam menahan laju dan mencegah penyebaran penyakit lebih jauh. North West adalah provinsi pedalaman Afrika Selatan yang berbatasan dengan Botswana.

Kelambanan pemerintah memaksa petani untuk bertanggung jawab atas ternak mereka sendiri ketika PMK pertama kali dikonfirmasi di North West, Afrika Selatan, bulan Maret 2022.

Sebelumnya, menurut Farmer Weekly, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) mengonfirmasi temuan penyakit itu di dua peternakan antara Potchefstroom dan Ventersdorp di North West, pada hari Senin, 21 Maret. Laporan OIE menyatakan bahwa dari 1.100 ekor sapi di North West, ternyata 500 ekor sapi l positif telah terkena PMK.

Wabah PMK lainnya juga dilaporkan di zona bebas PMK sebelumnya di Distrik Collins Chabane di Limpopo. Sementara itu, wabah PMK di KwaZulu-Natal juga masih berlangsung, dan kampanye vaksinasi telah dimulai.

Setelah lebih dari dua dekade pengalaman buruk Inggris menghadapi penyakit mulut dan kuku yang membuat kehancuran ekonomi peternak, dan kematian 6 juta hewan ternak, ternyata virus PMK di dunia masih sulit dikendalikan. Masih terus ada dan merebak, termasuk juga di India. Negara importir daging terbesar kedua untuk Indonesia. Dan, kini Indonesia pun tengah menghadapi darurat PMK yang serius setelah 32 tahun bebas PMK. Entah dari mana asalnya. (eha)

Beri Komentar