Data Kemenkes Catat Rekor Tertinggi Kasus Covid-19 Hari Ini

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 26 Juni 2021 17:35
Data Kemenkes Catat Rekor Tertinggi Kasus Covid-19 Hari Ini
Angka kasus baru tertinggi sebelumnya tercatat pada 24 Juni 2021 dengan laporan sebanyak 20,574 kasus baru.

Dream - Kasus Covid-19 di Indonesia masih belum aman meski sempat bergerak naik turun. Di penghujung pekan ini, (Jumat, 26 Juni 2021), data sementara Kementerian Kesehatan bahkan mencatat rekor tertinggi kasus baru.

Mengutip unggahan di akun Twitter @KemenkesRI, jumlah kasus positif Covid-19 hari ini mencapai 21.095 atau menjadi yang tertinggi di masa lonjakan sepekan ini.

Sebelum kasus baru tertinggi tercatat pada 20.574 pada 24 Juni 2021 atau empat hari yang lalu.

Dengan penambahan kasus baru ini, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia yang sudah terdeteksi mencapai 2,093.962.

Dari jumlah kasus positif tersebut, Kemkes melaporkan sebanyak 194.776 termasuk dalam kategori kasus aktif.

 

1 dari 4 halaman

Kasus Sembuh Belum di Atas Rekor

Kasus Covid-19 pada 26 Juni 2021

(Foto: Twitter @KemenkesRI)

Di tengah lonjakan kasus baru yang terus meningkat, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh belum bisa menyusul rekor tertinginya. Hari ini kasus sembuh yang dilaporkan tercatat 7.396 kasus. Total pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 telah mencapai 1.842.457.

Kabar duka datang dari 358 pasien Covid-19 yang dinyatakan sebagai kasus meninggal. Total pasien yang meninggal dunia karena terserang wabah pandemi ini telah mencapai 56.729 kasus.

Kemkes dalam penjelasannya terkait data perkembangan Covid-19 menegaskan jika laporan yang diterimanya masih bersifat sementara. Dari pantauan Dream, Satgas Covid-19 sebagai instansi resmi yang mengeluarkan data masih belum memperbarui laporannya.

2 dari 4 halaman

Varian Delta Menular Lewat Papasan & Hitungan Detik, Satgas IDI: `Bukan Candaan`

Dream - Zubaeri Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan penularan varian delta hanya dengan papasan dengan pasien bukan candaan. Informasi itu diperoleh dari hasil tracing pasien di Australia dalam kasus terbarunya.

Penegasan pria bergelar profesor itu disampaikan saat membalas pertanyaan netizen di akun Twitternya. " Yang jelas, transmisi cepat dari Varian Delta bukan candaan,"  jelas Zubairi dalam cuitan di akun @ProfesorZubairi

Menurut Zubairi, para ahli di Australia ini menyelidiki penularan di sebuah pusat perbelanjaan, Bondi Junction Westfield yang menunjukkan bagaimana cepatnya penularan Delta. 

 

3 dari 4 halaman

Bukan Lagi Hitungan 15 Menit

Temuan tersebut, lanjut Zubaeri, langsung menjadi concern para ahli di seluruh dunia. Semakin menyita perhatian karena kejadian penularan melalui papasan itu tidak terjadi sekali di Australia.

Menurut Zubairi dari temuan tersebut pejabat kesehatan Australia langsung mengingatkan warganya bahwa penularan virus tidak lagi membutuhkan waktu hingga 15 menit. " Tapi dimungkinkan bisa dalam hitungan detik."

Dari hasil penelusuran Zubairi mengutip ahli virologi Universitas Griffith, Lara Herrero, transmisi kontak sekilas itu diketahui dalam momen transmisi yang terekam di kamera CTTV. Virus Covid-19 varian delta didapati bertahan di udara cukup lama sehingga seseorang bisa menghirupnya dan terinfeksi.

 

4 dari 4 halaman

Vaksin yang Ada Masih Bisa Melawan

Kala Covid-19 di RI Menggila, Negara-negara Ini Sudah Tak Lagi Pakai Masker

Pernyataan transmisi sekilas ini juga didukung oleh sikap sejumlah tokoh termasuk Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard dan ahli epidemologi dunia, Eric Feigl-Ding.

Menurutnya, varian delta saat ini memang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di beberapa negara termasuk Indonesia.

" Kabar baiknya, sebagina besar vaksin yang beredar, masih bisa bekerja melawan varian delta ini," cuitnya di akun tersebut

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More