Ujian Mahasiswa Berjuang Bayar Kuliah Rp3,5 Juta Pakai Uang Koin, Bank Menolak

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 19 Agustus 2020 07:12
Ujian Mahasiswa Berjuang Bayar Kuliah Rp3,5 Juta Pakai Uang Koin, Bank Menolak
Berulang kali bank menolak uang logam untuk biaya kuliah. Saat sudah ditukar dengan uang kertas kantor bank sudah tutup.

Dream - Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi telah membawa banyak dampak bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Tak hanya para pedagang, dampak kehidupan yang lebih berat juga dialami para mahasiswa yang menempuh pendidikan di bangku perguruan tinggi.

Salah satunya dialami seorang pria dengan aku Twitter @hewanberbicara. Akibat pandemi yang terjadi, orang tuanya tak bisa lagi mendapat penghasilan mencukupi karena sepinya tawaran pekerjaan.

Di tengah kesulitan itu, mahasiswa itu tetap harus memenuhi kewajibannya membayar uang kuliah.

Tak ingin pendidikan anaknya terganggu, kedua orang tua dari mahasiswa itu memutuskan untuk membongkar celengan. Saat dipecahkan, celengan itu berusaha ribuan keping uang receh.

" Berhubung masa pandemi dan lagi krisis akhirnya gue, ibu, dan bapak buka celengan receh. Mulailah gue bongkar dan gue hitung satu per satu," tulisnya.

1 dari 4 halaman

Terkumpul Rp3,5 Juta

Di awal kicauannya, akun dengan username Anak Manusia ini membeberkan bahwa ia harus membuka uang tabungan yang disimpan pada sebuah celengan. Meskipun berisikan uang receh, dia bersama keluarga menghitungnya satu per satu koin tersebut.

Uang Receh Untuk Kuliah© Merdeka.com

Setelah dihitung dan diikat dalam plastik setiap nomimal Rp100 ribu, mahasiswa ini mengaku lega. Uang receh itu berjumlah Rp3,5 juta dan cukup untuk melunasi biaya kuliahnya.

" By the way, UKT gue UKT 4 dan nominal yang harus dibayarkan Rp3,5 juta kembalian Rp20 ribu dan Alhamdulillahnya uangnya sampai segitu, yang gue pisahkan per Rp100 ribu setiap bungkus plastiknya, jadi total beratnya 17,5 kg," imbuhnya.

2 dari 4 halaman

Cobaan Datang Lagi

Mendapat Penolakan Dari Bank© Merdeka.com

Usai mendapatkan uang kuliahnya, ia memutuskan untuk menyetor tumpukan uang koin itu ke bank terdekat. Namun, beberapa bank justru menolak lantaran uang receh yang ia bawa berjumlah sangat banyak.

" Jadi habis ke Bank A gue ke Bank B setelah antre hampir 1 jam. Ternyata Bank B enggak bisa menerima uang receh seribuan ini karena kata mereka enggak ada alatnya buat menghitung," ungkapnya.

Agar bisa leluasa melunasi uang kuliah, pihak bank menyarankan agar receh tersebut ditukarkan terlebih dahulu.

Namun lagi-agi cobaan menghadangnya.

 

3 dari 4 halaman

Bank Tutup

Saat ia hendak menukarkan uang receh tersebut, hujan turun begitu deras di luar sana.

" Yah akhirnya setelah ditolak karena enggak bisa menerima pihak banknya, gue harus tukarkan dulu uang receh ini, tapi di luar hujan," ceritanya.

Saat Menunggu Hujan Reda© Merdeka.com

Usai menunggu hujan reda dan mendapatkan uang kertas di sebuah minimarket, ia lantas segera bergegas menuju ke bank untuk membayar uang kuliahnya. Namun, ia harus menelan kekecewaan lantaran bank yang ia tuju tersebut sudah tak berada di waktu operasional. Ia pun harus kembali keesokan harinya. 

" Karena tadi tukerin recehnya selesai sebelum jam 3, akhirnya on the way ke bank lagi dengan harapan masih buka banknya. Tapi pas sudah sampai, banknya pada tutup. Terpaksa deh besok balik lagi," ujarnya.

 

4 dari 4 halaman

Asal Muasal Tabungan Uang Receh

Tabungan uang receh yang kini dapat menyelamatkan jenjang pendidikannya tersebut rupanya merupakan rentetan perjuangan panjang dari seluruh anggota keluarga. Ia menceritakan bahwa setiap uang receh bernominal Rp1000 akan selalu dimasukkan ke dalam sebuah botol kecil di rumahnya.

" Dan setiap ada yang isi angin pasti dimasukkan dan kalau ada yang tambal ban juga di rumah pasti memasukkan uang seribuan. Pokoknya 1 rumah kalau ada uang 1000 logam harus dimasukin ke botol, bapak ibu sering banget ngingetin buat kumpulin receh itu," kenangnya.

Pria tersebut lantas merasa beruntung lantaran tabungan uang receh yang dikumpulkan selama ini dapat berguna untuk dirinya. Ia pun juga tak lupa mengucap rasa syukur.

" Entah mulainya dari tahun berapa tapi alhamdulillahnya bisa berguna banget pas lagi masa-masa pandemi begini," pungkasnya.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

Beri Komentar