Doa Agar Tidak Hujan dan Hukum Pawang Hujan yang Diperbolehkan dalam Islam

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 21 Oktober 2022 06:02
Doa Agar Tidak Hujan dan Hukum Pawang Hujan yang Diperbolehkan dalam Islam
Bagaimana hukum pawang hujan dalam Islam?

Dream – Musim hujan telah tiba. Adanya hujan bukan menjadi penghalang bagi jalannya suatu aktivitas. Namun tak dipungkiri, beberapa aktivitas tidak bisa dilaksanakan karena adanya hujan. Terutama aktivitas di luar ruangan yang membutuhkan cuaca cerah alih alih basah.

Mungkin istilah pawang hujan sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pawang hujan adalah seseorang yang disewa untuk berdoa agar Allah menghentikan air hujan dalam kurun waktu tertentu. Hal ini biasanya dilakukan karena ada pagelaran acara besar, seperti pesta pernikahan dan acara besar lainnya yang digelar di luar ruangan.

Dalam Islam, pawang hujan akan membaca doa-doa dan bermunajat kepada Allah agar tidak hujan. Lantas bagaimana bacaan doa agar tidak hujan? Dan bagaimanakah hukum pawang hujan yang diperbolehkan dalam Islam?

1 dari 6 halaman

1. Doa Agar Tidak Hujan

Allah SWT berkuasa atas turun dan berhentinya hujan. Akan tetapi sebagai manusia juga perlu berdoa jika ingin hujan segera reda dan terhindar dari bencana.

Rasulullah SAW mengajarkan doa agar hujan berhenti ketika wilayahnya diguyur hujan yang tak berkesudahan. Pada waktu itu, hujan yang mengguyur menyebabkan makanan busuk dan akses jalan terputus.

Doa ini sebenarnya dipanjatkan agar hujan yang turun tidak membawa musibah dan marabahaya bagi umat manusia. Namun doa ini juga bisa dipanjatkan untuk memohon agar hujan segera berhenti.

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

Allahumma haawalaina wa laa 'alaina. Allahumma 'alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

" Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan (hujan) yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan."

2 dari 6 halaman

2. Doa Saat Turun Hujan

 

Membaca doa ketika turun hujan sangat dianjurkan dengan harapan hujan yang turun menjadi berkah dan membawa manfaat bagi makhluk hidup.

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allahumma shoyyiban nafi’an

Artinya:

" Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang memberi manfaat."

3 dari 6 halaman

3. Doa Agar Tidak Hujan

Ilustrasi© Pexels.com

Selain doa tersebut, terdapat doa saat turun hujan disertai angin kencang. Dikabarkan bahwa Rasulullah SAW selalu membaca doa ini ketika turun hujan disertai angin kencang.

Allohumma inni as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’udzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.

Artinya:

" Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau datangkan bersamanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya."

4 dari 6 halaman

4. Doa Agar Tidak Hujan dan Terhindar dari Musibah

Umat Muslim juga dianjurkan membaca doa agar tidak hujan dan terhindar dari musibah ketika turun hujan. Karena tak jarang hujan turun disertai angin kencang, petir dan bencana lain yang menyertai.

Sebagai manusia yang bertuhan, kita hanya bisa berdoa dan menjaga alam tetap terjaga keseimbangannya.

Bacalah doa berikut ini agar kamu terhindar dari marabahaya ketika turun hujan:

ِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi la yadhurru ma'asmihi syaiun fill ardhi wala fissamai wahuwas sami'ul 'alim

Artinya:

" Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

5 dari 6 halaman

Pawang Hujan yang Diperbolehkan

Banyak orang tahunya, pawang hujan bertindak sebagai pengendali hujan. Padahal sejatinya pawang hujan adalah manusia biasa yang berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT agar tidak terjadi hujan. Umat Islam dilarang meyakini bahwa pawang hujan adalah pengendali hujan.

Sebab posisi pawang sebagai hamba harus serius dalam bermunajat dan beristighotsah kepada Allah SWT yang kita yakini sebagai Dzat Maha Kuasa mengendalikan dan menghentikan hujan.  Keseriusan dalam memohon pertolongan agar tidak hujan ini telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, dalam satu riwayat:

Diriwayatkan dari Ibn Mas'ud RA, ia berkata: Nabi SAW jika berdoa kepada Allah SWT maka berdoa tiga kali, jika memohon kepada Allah SWT maka memohon tiga kali.

 

6 dari 6 halaman

Dilansir dari NU Online, terdapat dua hukum pawang hujan yang perlu diketahui agar tidak salah paham.

Pertama, menyewa pawang hujan yang diniati karena kemampuannya mengendalikan hujan, maka hal seperti ini tidak diperbolehkan dalam Islam. Sebab mengendalikan hujan adalah hak prerogative Allah SWT.

Kedua, menyewa pawang hujan yang diniati karena kemampuannya membaca doa dan bermunajat kepada Allah untuk mengendalikan hujan, maka hal ini diperbolehkan dalam fiqih.

Sebagaimana  menyewa orang agar membaca Al-Quran di makam orang tertentu dengan niat pahalanya disampaikan kepada ahli kubur atau menyewa orang agar mengajarkan Al-Quran. Pembacaan Al-Qur'an semacam ini jelas manfaatnya, sebagaimana doa memohon agar tidak hujan.

Beri Komentar