Doa Ketika Pikiran Buntu dan Kreativitas Macet

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 9 Februari 2021 06:01
Doa Ketika Pikiran Buntu dan Kreativitas Macet
Jiwa kreatif mendorong inovasi.

Dream - Bagi kaum muda kekinian, kreativitas menjadi kunci utama dalam beraktivitas. Selalu ada hal baru tercipta dari kaum muda saat ini.

Seperti tidak pernah lelah, banyak kaum muda terus membuat inovasi. Tidak melulu hal-hal besar, inovasi dan kreasi bisa dihadirkan pada hal-hal sifatnya ringan.

Kreasi selalu menghadirkan kebaruan, membuat kita jadi tak bosan. Juga bentuk dari upaya kita untuk mengatasi persoalan.

Tetapi, kunci lahirnya kreasi tidak ada lain selain ide. Pikiran yang selalu segar memudahkan kita untuk terus berkreasi menghadirkan kebaruan yang menarik.

Pasti, ada kalanya kita menemui saat ketika pikiran buntu. Tak satupun ide muncul dalam pikiran, membuat kreasi jadi macet.

Saat mengalami hal itu, lancarkan pikiran dengan doa ini.

1 dari 5 halaman

Doa Pikiran Buntu

Allahummaj'al li nuran fi qalbi, wa nuran fi qabri, wa nuran f? sam'?, wa nuran f? bashari, wa nuran f? sya'ri, wa nuran f? basyari, wa nuran fi lahmi, wa nuran fi dami, wa nuran f? 'idhami, wa nuran min bayni yadayya, wa nuran f? kholf?, wa nuran 'an yamini wa nuran 'an syimali, wa nuran min fawqi, wa nuran min tahti. Allahumma zidni nura. Wa a'thini nura. Waj'al li nura. Waj'aln? nura.

Artinya,

" Ya Allah jadikanlah cahaya pada hatiku, kuburku, pendengaranku, penglihatanku, rambutku, kulitku, dagingku, darahku, tulang-tulangku, di hadapanku, belakangku, sisi kananku, sisi kiriku, sisi atasku, dan pada sisi bawahku. Ya Allah tambahkanlah cahaya bagiku. Berikanlah cahaya kepadaku. Jadikanlah cahaya bagiku. Jadikanlah diriku bercahaya."

Sumber: Bincang Syariah

2 dari 5 halaman

Doa Agar Terjaga dari Kecenderungan Pamrih

Dream - Setiap amal sholeh akan mendapatkan balasan. Bisa langsung maupun tidak. Meski demikian, kita tidak dianjurkan untuk mengingat-ingat amalan apa saja yang sudah dilakukan. Juga terus terusan berharap imbalan.

Kita selalu dianjurkan untuk senantiasa ikhlas dalam melakukan amal perbuatan. Sembari hanya menyandarkan harapan kepada Allah SWT.

Ini karena ada kecenderungan munculnya sifat pamrih pada setiap amalan. Itu dapat berbahaya terhadap keimanan kita.

Sifat pamrih menandakan tiadanya keikhlasan dalam berbuat amal. Akibatnya, tidak ada imbalan untuk kehidupan akhirat kelak.

Ditambah lagi, sifat pamrih bisa mengarahkan pada bentuk kesyirikan. Dampaknya, justru dosa besar yang kita terima.

Agar kita terjaga dari sifat pamrih, rutinkan membaca doa ini, yang diriwayatkan dalam hadis Imam Ahmad.

3 dari 5 halaman

Doa terjaga dari sifat pamrih

Allahumma inni a'udzubika an usyrika bika wa ana a'lam wa astaghfiruka lima la a'lam.

Artinya,

" Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya dan aku memohon ampun atas perbuatan syirik yang tidak aku ketahui."

Sumber: Tebuireng.online

4 dari 5 halaman

Doa Agar Selalu Diberi Nikmat Sehat

Dream - Kesehatan merupakan nikmat yang sungguh luar biasa. Nikmat ini tidak bisa digantikan dengan apapun.

Kesehatan membuat tubuh menjadi kuat. Sehingga tubuh mampu digunakan untuk melakukan beragam aktivitas.

Mulai dari aktivitas kasar yang melibatkan otot dapat dengan mudah kita lakukan. Demikian pula dengan aktivitas halus seperti berpikir, akal jadi encer jika tubuh sehat.

Kesehatan merupakan satu dari sekian nikmat yang diberikan Allah SWT kepada semua hamba-Nya. Tugas seorang hamba adalah merawatnya agar tidak diambil sehingga jatuh sakit.

Agar nikmat itu tidak hilang dan kita selalu mendapatkan kesehatan, selain olahraga dianjurkan pula membaca doa ini.

 

5 dari 5 halaman

Doa Nikmat Sehat

Allahumma inni a'udzubika min zawali ni'matika wa takhawwuli 'afiyatik fujati niqmatik wa jami'i sakhotika.

Artinya,

" Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu."

Sumber: Bincang Syariah

Beri Komentar