Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat (Foto: Liputan6.com)
Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini menghadapi tantangan baru jelang berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sebagian wilayahnya. Diketahui jumlah kasus positif corona di Jabar terus menurun.
Tetapi, penurunan tersebut dibarengi dengan angka kehamilan yang bertambah. Pria yang akrab disapa Kang Emil mengimbau kepada para suami di wilayahnya.
Melalui akun Instagramnya, @ridwankamil, Kang Emil membagikan dua berita. Artikel berita tersebut berisi tentang hasil survei yang menyebutkan angka kehamilan di dua wilayah Jawa Barat mengalami kenaikan selama masa pandemi Covid-19.
Dua wilayah yang dimaksud yaitu Cirebon dan Tasikmalaya. Mendapat hasil tersebut, Kang Emil pun menulis caption kocak di unggahannya tersebut.
Kang Emil meminta agar para suami di wilayahnya tidak terburu-buru memiliki anak. " Rada diselowkan dulu," kata dia.
Selain itu, dia bercanda dengan menanyakan nama anak yang cocok di tengah pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.
Berikut unggahan Kang Emil yang menggelitik perut:
" Negatif covid tapi positif hamil. Mohon para suami rada diselowkan dulu, jangan digaskeun teuing. Kalo lahir masih saat pandemi covid, nama bayinya kira2 apa? Nuhun," tulis Kang Emil.

Instagram @ridwankamil
Dream - Sebelum pandemi, kopi dan es kopi susu jadi minuman favorit banyak orang. Bermunculan berbagai kedai susu di tiap sudut area. Kini, semua orang mencari minuman peningkat imunitas yaitu jamu jahe.
Minuman yang mulai ditinggalkan kini malah paling dicari. Mungkin jadi bagian new normal yang kini tengah digaungkan. Bahkan menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, jamu bisa dianggap sebagai 'espresso yang baru. Hal ini diungkapkannya pada acara Silaturahome yang digelar Liputan6.com dan KLY secara daring pada hari ini Rabu 27 Mei 2020.
" Mungkin bisa jadi bisnis juga. Ke depan, jamu is the new espresso," kata dia.
Emil meyakini jamu akan semakin jadi tren ke depan, menyaingi kopi. Hal itu diamini oleh Aura Kasih yang menjadi lawan bicaranya dalam sesi bincang-bincang tersebut.
Ibu satu anak itu mengaku sudah mulai membuat jamu sendiri sejak duduk di bangku SMA. Kandungan jamunya terdiri dari kunyi, jahe, kapulaga, cengkih, dan kayu secang ditambah pemanis dari gula merah.
Konsumsi jamu tersebut disebutkannya bermanfaat untuk menaikkan imun. " Buat kulit juga bagus, masalah maag juga bagus," imbuhnya. Ia percaya, konsumsi jamu pun bisa menjaga ketahanan tubuh, terutama di saat sedang lelah-lelahnya.
" Sisi baiknya lebih lihat ke dalam, bukan lihat ke luar. Saya sedih banget Nyonya Meneer sudahan. Setelah ini orang nyari," tutur Aura.
Sebagaimana diketahui, sejak virus corona baru menyebar, jamu memang kembali naik daun. Konsumsinya merupakan upaya publik menjaga imunitas tubuh agar tak mudah terpapar virus.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr. Inggrid Tania, sempat menjelaskan pada Liputan6.com, beberapa waktu lalu bahwa secara umum, jamu yang terdiri dari tanaman-tanaman obat kaya akan vitamin, mineral, dan zat-zat aktif memang memiliki khasiat sebagai antioksidan.
Kandungan itu dikatakan mampu mengaktifkan imunitas tubuh demi menangkal infeksi virus.

" Lalu, berkhasiat sebagai anti-inflamasi yang dapat mencegah kerusakan atau peradangan sel akibat penyakit infeksi virus. Juga, akan membantu mengatasi gejala batuk, pilek, meriang atau demam, sesak nafas, sakit kepala, lemas, dan mual yang sering meyertai penyakit infeksi virus, serta mempercepat proses pemulihan," paparnya.
Ketika ditanya soal seberapa ampuh jamu menghadang corona COVID-19, dr. Inggrid mengatakan, bisa jadi efektif jika diminum secara teratur setiap hari dalam takaran yang pas.
" Belum dapat dinyatakan secara tegas karena belum ada pengujian klinis pada manusia untuk kasus spesifik COVID-19," sambungnya.