Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Dinas Kesehatan DKI Jakarta bakal mengadakan evaluasi terkait penerapan tarif tes usap (swab test). Pihaknya akan memanggil 45 pengelola laboratorium di seluruh DKI Jakarta.
" Kami akan menyesuaikan. Kami akan mengumpulkan teman-teman laboratorium semua untuk kita evaluasi," ujar Kepala Dinkes DKI Jakarta, Widyastuti.
Dia mengaku tarif swab test di awal pandemi Covid-19 memang tinggi. Widyastuti ingin memastikan ke depan laboratorium tidak lagi menerapkan tarif yang tinggi.
" Saat awal-awal teman-teman membuka laboratorium, kita tahu fluktuasi harga apapun waktu itu sangat beragam. Ini tentunya kalau sudah ada regulasi terkait harga itu," kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau swab test. Dalam edaran tersebut, Kemenkes menetapkan batas tertinggi tarif swab test adalah Rp900 ribu.
Edaran ini juga menjadi penanda batas atas tarif tersebut sudah berlaku. Ketentuan ini ditujukan bagi masyarakat yang menjalankan swab test atas permintaan sendiri.
Tarif ini tidak berlaku untuk pelacakan kontak maupun rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit. Untuk pasien masuk kategori tersebut, tarif swab testnya ditanggung pemerintah dan menjadi bagian dari penjaminan pembiayaan pasien Covid-19.
Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti
Dream - Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia, Slamet Budiarto, meminta Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan logistik untuk pengobatan pasien Covid-19. Ini demi menekan peningkatan angka kematian.
" Kepada Pemerintah kami mohon logistik yang terkait dengan pengobatan harus tercukupi, termasuk ventilator maupun obat-obatan," ujar Slamet.
Menurut Slamet, banyak keluhan muncul dari para tenaga medis di daerah terkait kelangkaan obat. Jika obat-obatan tercukupi, Slamet yakin pelayanan kesehatan akan meningkat, demikian pula dengan angka kesembuhan.
" Program pemerintah akan menurunkan angka infeksi dan menurunkan angka kematian. Jadi, kalau kita semua siap, kalau kita sudah siap, obatnya tidak ada, kan mengganggu pelayanan. Jadi kita ingin semuanya sudah ada," kata dia.
Slamet juga meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan mulai dari pakai maser, cuci tangan dengan sabun di air mengalir, jaga jarak dan jauhi kerumunan. Ini agar terhindar dari potensi penularan Covid-19.
Kepatuhan masyarakat dapat membantu tenaga medis. Meski demikian, Slamet menegaskan para dokter dan tenaga medis lainnya selalu semangat dalam membantu pasien Covid-19.
" Walaupun semangat juangnya tinggi, tapi kalau nanti sampai overload (pasiennya) nanti (tenaga medis) akan kecapaian," kata dia.
Penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat juga membantu menurunkan jumlah pasien yang terinfeksi. Sehingga berpengaruh terhadap penurunan pasien yang dirawat di rumah sakit.
" Maka yang masuk rumah sakit menjai sedikit dan meringankan kerja dokter," kata Slamet.
Sumber: Merdeka.com
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.