Fakta-fakta Sebelum Kelahiran Anak Krakatau

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 27 Desember 2018 13:33
Fakta-fakta Sebelum Kelahiran Anak Krakatau
Mengapa Singapura tak terdampak tsunami Gunung Krakatau dua abad lalu. Padahal, suara letusan Gunung Krakatau terdengar sejauh 4.777 kilometer.

Dream - Dari kaldera di bawah air, Gunung Anak Krakatau terbentuk. Kemunculan Gunung Anak Krakatau itu diketahui peneliti pada 1927.

Kondisi Gunung Anak Krakatau menjadi fokus pasca erupsi yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 menghasilkan longsoran yang mengakibatkan gelombang tsunami di Selat Sunda yang menewaskan hampir 500 orang. 

Empat hari pasca erupsi itu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Waspada (level II) menjadi Siaga (Level III).

Kepala Pusat Data dan Informasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan zona berbahaya diperluar dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer.

" Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah," kata Sutopo, Kamis, 27 Desember 2018.

Gunung Anak Krakatau sejatinya `pengganti` Gunung Krakatau, yang hancur saat meletus dua abad lalu yakni pada Agustus 1883. Letusan Gunung Krakatau tercatat sebagai bencana volkano terbesar yang dicatat dalam sejarah manusia.

 

1 dari 3 halaman

Afrika Terdampak Abu Vulkanik

Salah satu catatan mengenai letusan Gunung Krakatau dibuat jurnalis Amerika-British, Simon Winchester. Karya tulisan Simon dibukukan dengan judul Krakatoa: The Day the World Exploded: August 27, 1883.

Beberapa fakta tertulis dalam buku tersebut. Dikutip dari Mothership, tulisan Winshester menjelaskan munculnya tsunami setinggi 41 meter yang menewaskan 36 ribu orang di Selat Sunda.

Besarnya kekuatan gelombang tsunami terdeteksi hingga Cape Town, Afrika Selatan. Tanduk Afrika, yang meliputi Ethiophia, Somalia, Djobouti, Kenya, dan Sudan, juga tercatat material letusan.

Aerosol belerang yang berhamburan setinggi 48 kilometer, juga sempat membiaskan dan menyaring sinar matahari. Kondisi itu sempat membuat suhu global turun sekitar 1 derajat Celcius.

Tak hanya gelombang dan material letusan, suara Gunung Krakatau yang meletus juga terdengar hingga Pulau Rodrigues di Samudra Hindia. Pulau itu berjarak 4.777 kilometer dari Gunung Krakatau.

 

2 dari 3 halaman

Singapura Tak Terdampak Tsunami 1883

Letusan Gunung Krakatau juga sempat mengubah langit menjadi hijau seperti padang rumput. Saksi mata menyebut, fenomena itu membuat matahari terbenam dan tenggelam terlihat sangat indah.

Di Eropa dan Amerika Utara, Winchester menulis bahwa langit berubah menjadi merah berbayang, seperti markisa. Kondisi ini membuat beberapa seniman dan penyair terinspirasi.

Salah satu lukisan yang diduga terinspirasi dari kejadian letusan ini yaitu The Scream karya Edvard Munch.

Selain menjelaskan dampak letusan, Winschester juga menulis alasan tsunami dari letusan Gunung Krakatau tak menghantam Singapura.

Dia menyebut, Singapura selamat dari hantaman tsunami karena " terhalang gumuk pasir dan jari-jari pulau yang dangkal dan terumbu karang" di timur pulau itu. Kondisi itu mengakibatkan gelombang tsunami mereda sebelum sampai ke Singapura. (ism)

3 dari 3 halaman

Bulan Membiru Saat Krakatau Meletus 1883

Dream - Blue moon. Inilah fenomena langka yang terjadi pada Jumat malam 31 Juli 2015. Meski disebut blue moon, bukan berarti warna bulan di langit berubah menjadi biru. Istrilah blue moon dipakai untuk menyebut fenomena bulan yang langka itu.

Istilah blue moon digunakan apabila dalam satu bulan kalender Masehi terjadi dua kali bulan purnama. Dalam setahun, kebanyakan terjadi 12 kali bulan purnama. Namun, dalam tahun-tahun tertentu, akan terjadi 13 kali bulan purnama.

Jadi istilah blue moon bukan dipakai karena warna bulan berubah biru. Karena malam ini pun warna bulan terlihat sama dengan hari yang sudah-sudah. [Baca selengkapnya di sini: Fenomena Langka Bulan Biru]

Tapi, itu bukan berarti bulan tidak pernah terlihat biru. Sejarah dunia mencatat bulan pernah benar-benar tampak biru saat dilihat dari Bumi. Setidaknya itulah catatan yang disampaikan oleh para ilmuwan.

Fenomena ini dipengaruhi oleh sejumlah kejadian yang terjadi di muka Bumi ini. Bulan bisa terlihat biru karena atmosfir Bumi dipenuhi oleh asap atau debu. Dan itu terjadi pada 1883, saat Gunung Krakatau di Indonesia meletus.

Saat letusan Gunung Krakatau itu, debu dan asap dalam jumlah yang luar biasa banyak menyebur ke udara. Debu dan asap itu kemudian memenuhi atmosfir yang menyebabkan bulan tampak biru saat dilihat dari Bumi.

" Dan kejadian ini menyebabkan bulan tampak biru selama lebih dari tiga tahun, inilah yang mungkin menjadi asal frase 'once in blue moon'," demikian dikutip Dream dari laman Metro.co.uk.

Dalam artikel Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), juga dikupas fenomena ini. NASA menulis letusan Krakatau itu setara dengan 100 megaton bom nuklir. Suara letusan terdengar seperti meriam yang memekakkan telinga hingga jarak 600 kilometer dari Krakatau. Asap dan debu material vulkanik menyembur ke atmosfir.

" Dan bulan berubah biru. Asap Krakatau menjadi alasannya," tulis artikel NASA yang diunggah pada 2004 silam. Jutaan meter kubik debu vulkanik berada di atmosfir. Dan setelah itu, bulan tampak terlihat biru.

NASA juga menulis bulan tampak biru selama bertahun-tahun kemudian. " Dan masyarakat melihat matahari berwarna ungu untuk pertama kalinya."

Fenomena bulan terlihat biru juga terlihat pada 1983. Meski tak begitu lama. Dan kala itu penyebabnya adalah letusan Gunung Elchinchon di Mexico. Laporan lain menyebut bulan terlihat biru saat terjadi letusan Gunung St Helens tahun 1980 Gunung Pinatubo pada 1991.

" Kunci terjadinya bulan biru adalah jika di udara terdapat banyak partikel sedikit lebih lebar dari panjang gelombang sinar merah (0,7 mikron) -dan tidak ada ukuranlain. Ini langka, tapi gunung berapi kadang-kadang menyemburkan material seperti itu seperti pada kebakaran hutan."

Bulan juga terlihat biru di Edinburgh, saat terjadi kebakaran hutan di Alberta, Kanada, pada 1950. " Asap dari kebakaran hutan juga menyebabkan bulan biru juga," demikian artikel NASA. 

Beri Komentar