Ganjar Siap Nyapres 2024, Gibran: Nanti Saja, Pilpresnya Masih Lama

Reporter : Okti Nur Alifia
Senin, 24 Oktober 2022 17:33
Ganjar Siap Nyapres 2024, Gibran: Nanti Saja, Pilpresnya Masih Lama
Gibran yang juga merupakan kader PDIP sama seperti Ganjar, dia belum menyatakan dukungannya.

Dream - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka enggan berkomentar banyak soal Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyatakan siap maju menjadi calon presiden (capres) pada Pemilu 2024 mendatang.

Gibran yang juga merupakan kader PDIP sama seperti Ganjar, dia belum menyatakan dukungannya. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Widodo) itu hanya mengatakan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) waktunya masih jauh.

" Sukmben wae, pilprese isih suwe kok. Nanti saja, pilpresnya masih lama kok," jawabnya singkat, dikutip dari Merdeka.com, Senin, 24 Oktober 2022.

Meskipun seniornya, mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo secara terang-terangan sudah menyampaikan dukungannya, Gibran masih enggan menyampaikan dukungannya.

" Pilprese isih suwe ya, sukmben wae (pilpresnya masih panjang, nanti saja). Mikir gawean sik," tandasnya.

1 dari 5 halaman

Gibran hanya menilai, sosok Ganjar adalah pemimpin yang baik. " Beliau kan pimpinan saya. Responsif, aktif di medsos (media sosial)," pungkasnya.

Pernyataan kesiapan Ganjar untuk menjadi Capres menimbulkan pro dan kontra. Bahkan PDIP akan meminta Ganjar untuk memberikan klarifikasi terkait pernyataannya. Karena soal pencapresan,  Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri belum mengumumkannya.

Sebelumnya, Ganjar santer dikabarkan menjadi kandidat Calon Presiden (Capres) 2024 terkuat. Hal tersebut terbukti dari melejitnya nama Ganjar di puncak elektabilitas berbagai survei lembaga independen.

 

2 dari 5 halaman

Susul Anies Baswedan, Ganjar Pranowo Siap Maju Capres 2024

Dream - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyatakan dirinya siap untuk maju menjadi calon presiden (capres) dalam pemilihan presiden 2024 nanti.

" Kalau untuk bangsa dan negara apa sih yang kita tidak siap," kata Ganjar dalam sesi wawancara bersama BTV baru-baru ini.

Ada dua konteks yang dilihat Ganjar dalam pencapresan, pertama, realitas di dalam partai yang harus dihormati oleh kader. Kedua, realitas sosial terkait survei yang dibuat oleh lembaga.

Kader PDI Perjuangan ini mengatakan, semua kader harus siap menjadi capres jika partainya sudah memutuskan. 

" Terkait dengan realitas yang ada di survei dan semua orang memperbincangkan. Kan suara rakyat juga tidak boleh diabaikan," ujar kader PDI Perjuangan ini.

 

   

3 dari 5 halaman

Sementara itu, menurutnya bangsa Indonesia tidak bisa diurus oleh satu pihak saja, sebab banyak persoalan yang membutuhkan pemikiran banyak pihak dan butuh adanya kolaborasi, khususnya partai.

" Rasa-rasanya bangsa ini terlalu besar untuk diurus sendirian. Ada banyak multidimensi persoalan yang ada di sana dan membutuhkan kebersamaan," ungkapnya.

Tantangan ke depan yang perlu dihadapi antara lain yang menyangkut persoalan ekonomi, pangan, dan energi. Meskipun begitu, deklarasi Ganjar terkait Capres juga tergantung keputusan partai.

" Yang mendeklarasikan adalah partai-partai itu. Saya tidak tahu apakah partai cukup percaya dengan saya," ujar Ganjar.

 

4 dari 5 halaman

Mengutip Liputan6.com, posisi Ganjar kerap berada di peringkat tiga besar terkait survei calon presiden. Terakhir, Lembaga Survei (LSI) merilis hasil survei simulasi pasangan capres-cawapres 2024 pada Senin, 10 Oktober 2022.

Survei tersebut mencakup segmen pemilih desa dan kota, pasangan Ganjar Pranowo - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendapat angka 31,4 persen untuk pemilih di desa, sedangkan di kota 26,5 persen.

Selaniutnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto - Ketua DPR RI Puan Maharani mendapat angka 24,0 persen di pemilih desa, dan 23,5 persen di pemilih kota.

Sementara itu, mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga sudah mendeklarasikan sebagai capres 2024, Anies Baswedan dan Ketua Umum Parati Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono unggul di pemilih kota 32,6 persen, sedangkan di kota 32,6 persen.

5 dari 5 halaman

" Dari data ini kita lihat secara jelas memang kalau bicara pemilih, pemilu maka populasi padat menjadi penting, bahwa desa menjadi kantong yang harus diperebutkan, karena disitu majority pemilih berasal di saat ini memang pasangan Ganjar-Airlangga lebih unggu di pemilih pedesaan," kata peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby saat jumpa pers di Jakarta, Senin, 10 Oktober 2022.

Metodologi survei tersebut adalah multi stage random sampling dengan jumlah 1200 responden dengan waktu pengumpulan data dilakukan 11 sampai 20 September 2022.

Teknik pengumpulan data melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei +- 2.9%.

Beri Komentar