Tidak Pakai Kertas Suara, Pemilu di Daerah Ini Pakai Kelereng

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 20 April 2019 11:00
Tidak Pakai Kertas Suara, Pemilu di Daerah Ini Pakai Kelereng
Namun, sistem ini justru dinilai terlalu mahal. Msyarakat ingin mengganti sistim ini dengan kertas suara.

Dream - Pemilu 2019 di Indonesia menggunakan media kertas. Lima kertas suara untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kota/kabupaten.

Berbeda dengan Indonesia, pemilu di Gambia melakukan pemungutan suara pada April dan Mei 2018 dengan cara unik.

Pada pemilu untuk memilih anggota dewan dan wali kota itu, warga negeri di sisi barat Afrika itu melakukan pemungutan suara dengan kelereng.

Namun, pemilu dengan kelereng tahun lalu itu menjadi yang terakhir kalinya. Sebab, pemerintah setempat berencana melakukan pemilu dengan surat suara pada tahun-tahun mendatang.

“ Ada negara-negara yang menggunakan surat suara dengan tingkat literasi tinggi ... Drum ini tidak hanya mahal, namun kami harus mengecat warna partai dan warna khusus kandidat independen," ucap Ketua Komisi Pemilihan Umum, Alieu Momar Njai, dikutip dari The Fatu Network, Sabtu 20 April 2019.

1 dari 1 halaman

Rumit

Kepada Euronews Moamar mengatakan bahwa sistem pemilu dengan kelereng digunakan untuk memilih calon anggota DPR.

Pemilih akan diberikan kelereng oleh petugas TPS setelah verifikasi identitas mereka. Setelah itu, pemilih diminta ke bilik suara. Di dalam bilik suara terdapat drum berisi foto kandidat.

Begitu memilih kandidat, mereka memasukkan kelereng ke lubang kecil. Petugas pemungutan suara akan mendengarkan dengan hati-hati dentang lonceng sepeda yang melekat pada ujung tabung di dalam drum, mencegah orang memilih lebih dari satu kali.

Serbuk gergaji atau pasir ditaburkan di bagian bawah lubang sehingga tidak ada suara kedua yang terdengar.

Beri Komentar