Kesaksian Tim Medis yang Menangani Kiper Choirul Huda

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 16 Oktober 2017 12:12
Kesaksian Tim Medis yang Menangani Kiper Choirul Huda
Tak ada yang menyangka, jika insiden di lapangan akhirnya berujung pada hilangnya nyawa legenda Persela itu.

Dream - Meninggalnya kiper sekaligus kapten tim Persela Lamongan, Choirul Huda cukup mengejutkan publik tanah air. Tak ada yang menyangka, jika insiden di lapangan akhirnya berujung pada hilangnya nyawa Choirul.

Almarhum menghembuskan napas terakhir di RSUD dr Seogiri Lamongan pada Minggu sore, 15 Oktober 2017. Kiper berusia 38 tahun itu dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans setelah insiden tabrakan dengan rekan setimnya dalam pertandingan Persela melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan.

Kepala Unit Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Soegiri Lamongan, dr Yudistiro Andri Nugroho, memberi keterangan seputar kematian Choirul Huda.

Diungkapkan Yudistiro, pihaknya telah berjuang semaksimal mungkin untuk menolong legenda Persela itu. Namun rupanya takdir berkata lain. Choirul akhirnya meninggal dunia.

" Di dalam ambulans juga ditangani secara medis untuk bantuan napas maupun untuk penanganan henti jantung. Saat tiba di UGD langsung ditangani. Dipasang alat bantu napas yang sifatnya permanen. Kita lakukan inkubasi dengan memasang alat semacam pipa napas. Itu yang menjamin oksigen bisa 100 persen masuk ke paru-paru," kata Yudistiro.

 

 

1 dari 3 halaman

Sempat Membaik, Tapi Kemudian...

Choirul sempat menunjukkan gejala membaik, namun tidak berlangsung lama sehingga terus dilakukan pompa jantung dan otak selama satu jam. Namun tak menunjukkan respon sedikit pun.

" Tidak ada reflek tanda-tanda kehidupan normal. Kemudian kita menyatakan meninggal pada pukul 16.45. Kita sudah mati-matian untuk mengembalikan fungsi vital tubuh Choirul Huda," ujarnya.

Yudistiro pun menjelaskan, hasil analisis awal menunjukkan jika terdapat benturan di dada dan rahang bawah. Sehingga kemungkinan besar Choirul mengalami trauma dada, kepala dan leher.

" Di dalam tulang leher itu ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak. Di batang otak itu ada pusat-pusat semua organ vital, pusat denyut jantung dan napas," katanya.

" Mungkin itu yang menyebabkan Choirul Huda henti jantung dan henti napas. Itu analisa awal kami, karena tim kami tidak sempat melakukan scanning, karena Mas Huda tidak layak transport dengan kondisi kritis seperti itu. Kita tidak bisa mengkondisikan untuk dibawa ke Radiologi. Kita lebih menangani kondisi awal," tandasnya.

(Sumber: pojoksatu.id)

2 dari 3 halaman

Terungkap! Ini Penyebab Kiper Choirul Huda Meninggal

Dream - Dari analisa dokter, penyebab kiper Persela Lamongan, Choirul Huda meninggal dunia adalah benturan keras di bagian kepala dan leher.

Hal itu sekaligus membantah kabar beredar bahwa benturan dan cedera yang dialaminya adalah dada bagian kiri.

“ Kalau dari pemeriksaan ini tadi ada benturan di kepala dan leher,” ujar Zaki Mubarok dokter yang menangani Choirul Huda di RSUD dr Soegiri, Lamongan, dikutip dari laman Pojoksatu.id, Senin 16 Oktober 2017.

Di rumah sakit, kiper 38 tahun itu sudah mendapat penanganan medis. Sayang, nyawanya tak tertolong meski petugas medis sempat memberikan nafas buatan.

“ Sesampainya di rumah sakit masih ada. Lalu langsung kami berikan perawatan, lalu kritis dan meninggal tepat pukul 17.15 WIB,” kata Zaki.

(Sumber: Pojoksatu.id)

3 dari 3 halaman

Ucapan Duka Paul Pogba untuk Kiper Choirul Huda

Dream - Meninggalnya kiper legenda Persela Lamongan, Choirul Huda tak hanya menjadi perhatian publik Tanah Air. Dunia sepakbola internasional juga ikut mengirimkan duka mendalam.

Salah satunya datang pemain Manchester United, Paul Pogba. Pesepakbola muslim termahal sejagat itu menuliskan status belasungkawa via akun Twitternya soal insiden Choirul Huda.

“  RIP Choirul Huda. My prayers to you and your family ð���ð��¾ #RIPHuda,” tulisnya pemain asal Perancis itu sambil memosting ulang unggahan foto Choirul yang dibagikan IGPerselaFC.

Ucapan belasungkawa Pogba untuk Choirul Huda© Twitter Paul Pogba

Sang kapetn, Huda meninggal di RSUD dr Soegiri, Lamongan, Minggu sore kemarin.

Sebelumnya dia pingsan di lapangan saat berbenturan dengan bek Persela Ramon Rodrigues pada menit 44 saat mengamankan gawang dari serangan Semen Padang dalam lanjutan kompetisi Liga 1.

Kiper yang mengenakan kostum Persela sejak 1999 sekaligus menjadi klub profesional pertama dan terakhirnya di Liga Indonesia.

Beri Komentar