Inspirasi Jawaban Saat Buah Hati Bertanya 'Mengapa Harus Ada Kiamat?'

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 25 Januari 2022 12:08
Inspirasi Jawaban Saat Buah Hati Bertanya 'Mengapa Harus Ada Kiamat?'
Orangtua kerap bingung menghadapi pertanyaan anak soal Tuhan dan hari akhir.

Dream - Percaya adanya hari kiamat merupakan hal wajib bagi setiap muslim/ muslimah di dunia dan termasuk dalam rukun Iman. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al- Hajj ayat 7.

Al Hajj ayat 7© Kemdikbud

Artinya: " Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur" .

Hari kiamat adalah hari akhir dunia yang ditandai dengan ditiupnya terompet Malaikat Israfil. Dikutip dari Kemdikbud.go.id, pada hari kiamat daratan, lautan dan benda-benda di langit porak-poranda. Gunung-gunung meletus, hancur, dan berhamburan.

Bumi berguncang dan memuntahkan isi perutnya. Lautan meluap dan menumpahkan seluruh isinya. Benda-benda yang ada di langit bergerak tanpa kendali. Bintang, planet, dan bulan saling bertabrakan. Terdengar sangat menakutkan dan bagi anak-anak yang mulai berpikiran kritis, hal ini kerap memancing mereka untuk bertanya.

Mungkin banyak orangtua akan kebingungan menghadapi pertanyaan anak soal kiamat. Salah satu yang mungkin mereka tanyakan adalah " mengapa harus ada kiamat?" . Jika buah hati menanyakan hal tersebut mungkin bisa mengutip penjelasan Profesor Quraish Shihab dalam bukunya " Islam yang Saya Anut; Dasar- dasar Islam" .

Beliau menjelaskan tentang Allah yang Maha Adil dan kehidupan di dunia adalah sementara. Masih ada kehidupan setelah kematian yang justru lebih kekal, di mana Allah memberikan ganjaran sikap-sikap kita selama di dunia.

 

1 dari 5 halaman

Ajak Anak Berbuat Kebaikan dan Beristigfar

Percaya pada kiamat hikmahnya adalah menjadi landasan penting kita untuk berusaha berbuat baik. Juga senantiasa meminta ampunan Allah karena tiap manusia tidak bisa lepas dari dosa dan kesalahan.

Ajak anak selalu berbuat baik, karena Allah SWT sudah menyiapkan surga bagi manusia yang taat dan berbuat kebaikan. Juga ada sanksi atau hukuman yang melakukan keburukan.

Selalu ingatkan anak kalau Allah Maha Pengampun dan Adil. Pastinya balasan yang diterima kelak, akan sesuai dengan yang kita lakukan di dunia. Penjelasan selengkapnya baca di BincangSyariah.

2 dari 5 halaman

Islam Ingatkan Orangtua Hati-hati Berucap Pada Anak, Bisa Jadi Doa

Dream - Kesabaran jadi modal penting dalam mengasuh anak. Ada kalanya anak-anak menurut dengan aturan dan perintah orangtua. Sementara, ketika mereka sudah mulai pintar dan dewasa, seringkali sudah memiliki argumennya sendiri dan tak mau menurut.

Orangtua memang harus lebih bijak saat menghadapi anak yang berargumen. Hindari menghadapinya dengan emosi meletup dan dianjurkan untuk memperbanyak istigfar. Islam mengingatkan untuk tetap menjaga lisan dan hati-hati berucap saat menghadapi anak.

Terkadang ketika sedang marah, ada ucapan buruk yang tak sengaja terlontar. Pastikan saat marah dengan anak, jangan sampai keluar ucapan penuh sumpah buruk apalagi sampai melaknat.

 

3 dari 5 halaman

Rasulullah SAW Mengingatkan

Seperti hadist berikut yang dikutip dari BincangMuslimah.

 

HR Muslim© Bincang Muslimah

Artinya: dari Jabir berkata,……”Kami pernah berjalan bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dalam peperangan Buwath, beliau mencari Al Majdi bin Amru al Juhani. Unta yang diberi minum dijaga oleh lima, enam dan tujuh orang, kemudian salah seorang penunggu unta dari Anshar mengelilingi unta miliknya, setelah itu unta diderumkan kemudian ia naik. Ia menggusah untanya tapi tetap saja diam, lalu ia berkata pada untanya: Hus, semoga Allah melaknatmu. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bertanya: “ Siapa yang melaknat untanya itu?” ia menjawab: Saya, wahai Rasulullah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “ Turunlah, jangan menyertai sesuatu yang terlaknat. Janganlah kalian mendoakan keburukan pada diri kalian, jangan mendoakan keburukan pada anak-anak kalian, jangan mendoakan keburukan pada harta-harta kalian, janganlah kalian menepati saat dikabulkannya doa dari Allah lalu Ia akan mengabulkan untuk kalian.” (HR. Muslim)

Terdengar mudah, tapi sebenarnya butuh pengendalian diri yang sangat besar. Terutama saat menghadapi tingkah laku anak-anak yang sangat menguras emosi, sementara orangtua dalam kondisi lelah. Rasulullah SAW mengingatkan agar harus berhati-hati saat mengungkapkan rasa kecewa pada buah hati. Selengkapnya baca di sini.

4 dari 5 halaman

Pemicu Menyimpangnya Akhlak Anak, Ayah Bunda Wajib Tahu

Dream - Pembentukan akhlak seseorang dimulai sejak dini. Di momen inilah tanggung jawab orangtua yang begitu besar dalam menanamkan akhlak yang baik sesuai dengan nilai Islam.

Dikutip dari BincangSyariah.com, Islam mengajarkan kita agar selalu memperhatikan pendidikan buah hati kita, baik pendidikan jasmani dan rohaninya. Menurut Abdullah Nasih Ulwan dalam Tarbiyatul Awlad fil Islam, ada beberapa faktor penyebab menyimpangnya akhlak anak.

Apa saja?

Faktor ekonomi
Untuk mengatasi kesenjangan ekonomi, jelas Abdullah Nasih Alwan, Islam dengan syariatnya yang adil telah menentukan aturan dasar untuk memerangi kemiskinan di antaranya dengan disyariatkannya zakat. Tidak sampai di situ, bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah menegaskan bahwa tidaklah sempurna iman seseorang jika dia tidur dengan keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan.

Pertengkaran orangtua
Pertengkaran orangtua yang kerap terjadi merupakan salah satu penyebab sikap anak yang menyimpang. Jika ingin anak memiliki mental yang sehat, sebaiknya hindari bertengkar di depan anak-anak.

Tidak ada satu pun anak di dunia yang senang melihat orangtuanya bertengkar. Efek dari pertengkaran orangtua di masa depan anak tidak dapat terhindarkan dan bisa menimbulkan trauma.

 

5 dari 5 halaman

Perceraian orangtua

Perceraian cenderung menimbulkan dampak negatif pada mental anak. Mungkin saat bercerai anak bisa bertahan tapi akan selalu ada yang kurang dan tidak seimbang. Ingat, perceraian tidak hanya memisahkan pasangan, tapi pasti berdampak pada anak.

Menurut Abdullah Nasih Alwan agar jangan sampai terjadi perceraian antar suami istri hendaknya keduanya saling memahami dan membantu dalam tugas-tugas rumah tangga dan mendidik anak. Jangan lupa juga untuk saling menghormati hak masing-masing agar hubungan rumah tangga harmonis dan langgeng.

Waktu Luang dan Salah Pergaulan

Anak memiliki banyak waktu luang
Waktu luang pada anak bisa berdampak negatif jika tidak diisi dengan kegiatan yang positif, terutama pada anak-anak remaja. Waktu kosong bisa menyebabkan kerusakan pada perilaku anak-anak. Sebab jika tidak diarahkan, khawatir mereka akan mengisi waktu mereka dengan perkara yang tidak wajar sebagai dorongan hasrat muda mereka.

Salah pergaulan
Lingkungan pertemanan sedikit banyak mempunyai pengaruh dalam perkembangan jiwa anak. perilaku menyimpang biasanya tumbuh dengan kebiasaan yang sering mereka lakukan, jika telah menjadi kebiasaan akan sulit untuk meluruskan kembali watak yang melekat. Jadi sebaiknya, menurut Abdullah Nasih Alwan, orangtua harus memperhatikan dengan siapa biasanya buah hatinya berteman, ke mana biasanya mereka pergi dan sebagainya.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

 

Beri Komentar