Foto : ABC
Dream - Tak hanya merenggut nyawa, Covid-19 juga telah memporak-porandakan perekonomian masyarakat. Tak sedikit perusahaan yang gulung tikar, jutaan orang kena pemutusan hubungan kerja. PHK.
Tak hanya di Indonesia, kesulitan ekonomi juga dialami oleh hampir semua negara di sekujur Bumi ini. Dengarlah kisah dari Berkeley, California, Amerika Serikat, berikut ini.
Di Negeri Abang Sam itu, seorang janda muda bernama Shelby Hughes harus tinggal di mobil bersama anaknya yang berusia empat tahun. Dia terpaksa tinggal dan beraktivitas di dalam mobil yang menjadi satu-satunya barang berharga miliknya.
Hughes baru saja dipecat dari tempat kerjanya. Perusahaan tempat Hughes bekerja bangkrut akibat pandemi Covid-19. Sehingga Hughes tidak punya cukup uang untuk membayar sewa tempat tinggalnya yang dulu.
Dilansir aman Daily Star, sebelum adanya pandemi Covid-19, Hughes bekerja seorang diri untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan buah sang hati.
Namun seketika hidup Hughes berubah akibat pandemi Covid-19. Dia dipecat dan harus tinggal di dalam mobil.

Mobil itu disulap menjadi tempat tidur, dipenuhi dengan bantal dan selimut yang menutupi seluruh jendela agar sang putra tetap aman dan nyaman. Ruangan itupun dipenuhi dengan mainan agar sang putra betah.
“ Ini di sini adalah ruang bermainnya, semua mainannya ada di sini. Kursi-kursi ini di sini, Ia berbaring di sini jadi saya hanya merapikan tempat tidur dan selimut," ujarnya.
Hughes merasa tak tega membiarkan anak semata wayangnya tidur di dalam mobil yang begitu sempit. Namun dia tak punya pilihan lain. Kepada media setempat, Hughes mengaku sangat terpukul dan ketakutan ketika malam hari.
Sang putra, Callen, pun sering kali bertanya mengapa tak lagi ke tempat penitipan anak dan tak bisa lagi bermain bersama teman-temannya. Saat itulah perasaan Hughes sangat hancur. Dia bahkan merasa gagal menjadi seorang ibu.

" Dia berubah dari memiliki kamar sendiri dan pergi ke tempat penitipan anak, melihat teman-temannya, menjadi sekarang hanya saya di dalam mobil, pergi berkemah," ungkap Hughes dengan sedih.

Hughes bahkan tak mampu menjawab ketika Callen bertanya kenapa terus-menerus berada dalam mobil. Ketika ditanya tentang bantuan dari pemerintah, Hughes mengaku tak bisa mengandalkan siapapun saat ini, termasuk bantuan pemerintah.