Umroh Pandemik (Shutterstock.com)
Dream - Indonesia resmi memberangkatkan jemaah umroh mulai Sabtu, 8 Januari 2021. Ini merupakan pemberangkatan pertama sejak umroh untuk jemaah Indonesia ditutup akibat pandemi Covid-19.
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan para jemaah umroh diharuskan menjalani karantina ketika pulang ke Tanah Air. Lama karantina ditetapkan selama 7 hari.
" Tujuh hari, kan buat keamanan kita semua," ujar Luhut.
Luhut mengatakan sudah tidak memungkinkan melarang jemaah umroh berangkat meski Arab Saudi tercatat sebagai negara penyumbang kasus Omicron terbanyak di Indonesia. Sehingga langkah yang dilakukan Pemerintah yaitu memaksimalkan pencegahan melalui karantina terpusat.
" Kan sudah berangkat, masak disuruh mundur," kata dia.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo, menyatakan karantina terhadap jemaah umroh merupakan salah satu cara untuk menekan potensi penularan Covid-19 varian Omicron. Selama 7 hari karantina, tingkat kemungkinan penularan pun kecil.
" Intinya kalau orang dikarantina 7 hari maka probability muncul transmisi lokal cuma 0,01 atau 1 persen," kata dia.
Abraham menegaskan kunci keberhasilan menekan potensi penularan Omicron dari jemaah umroh ada pada kedisiplinan. Tidak hanya Pemerintah namun juga masyarakat.
" Jadi kuncinya ada pada disiplin pelaksanaan, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat yang menjalani karantina," kata Abraham," ucap dia, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - Kementerian Agama akhirnya memberangkatkan 419 jemaah umroh ke Arab Saudi.
Acara pelepasan jemaah umroh di kawasan Jakarta Timur tersebut dihadiri oleh Wakil Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi dan Haji Terpadu, serta Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus.
Meski diperbolehkan untuk berangkat, jemaah tetap diperingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama beribadah.
Selain melindungi kesehatan jemaah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), mematuhi protokol kesehatan juga bertujuan untuk menjaga kepercayaan Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.
" Tunjukkan bahwa jemaah umrah Indonesia patuh pada aturan, khususnya patuh pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Ingatlah, pandemi Covid-19 belum berakhir," ucap Hilman Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), saat melepas jemaah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu 8 Januari 2022.

Sebelum pemberangkatan ini, pihak PHU telah memfinalisasi regulasi tentang penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Termasuk yang terkait integrasi sistem dengan pemerintah Arab Saudi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan perlindungan jemaah.
" Proses verifikasi sertifikasi vaksin, tes kesehatan, karantina dan screening kesehatan dilaksanakan secara mudah, cepat, valid, akurat, serta menjamin kepatuhan persyaratan yang telah ditentukan oleh kedua negara, Indonesia dan Arab Saudi," ungkapnya.
Hilman juga menyampaikan ucapan terima kasih Menteri Agama pada Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia. " Kami menitipkan jemaah umrah Indonesia untuk mendapatkan pelayanan terbaik sebagai tamu Allah, saudara sesama muslim dan pengunjung dua tanah suci."
Tak lupa, dia juga menyampaikan rasa terima kasihnya pada pemerintah dan kementerian atau lembaga yang turut berpartisipasi dalam suksesnya pemberangkatan jemaah umrah.
Beberapa pihak yang terlibat di antaranya adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Perhubungan, Satgas Covid-19, Otoritas Bandara, serta BNPB.
" Semoga Allah meridai kita untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah umrah, serta bangsa dan negara," tuturnya.
Advertisement
Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Review Timbangan Digital MODENA Smart Body Scale untuk Tracking Progress Diet selama Ramadan


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Mengenal Gini Index: Angka untuk Menghitung Ketimpangan Pendapatan

Tembus 21 Juta Views, “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok untuk Sambut Shopee 9.9
