Jenahara Berbagi Kisah Asal-Muasal `Hijab Day Dunia`

Reporter : Kusmiyati
Jumat, 5 September 2014 12:30
Jenahara Berbagi Kisah Asal-Muasal `Hijab Day Dunia`
Sebagau bentuk kepeduliannya, Jenahara berbagi kisah tentang Internasional Hijab Solidarity Day atau Hari Hijab Sedunia di media sosialnya. Jenahara berharap semua hijaber merasa nyaman dan aman.

Dream - Sebagai bentuk kepedulian dalam memperingati Internasional Hijab Solidarity Day atau Hari Hijab Sedunia yang jatuh pada 4 September, desainer muda Nanida Jenahara Nasution atau Jenahara berbagi kisah awal mula hari spesial ini di media sosial instagram.

4 September merupakan hari bersejarah buat muslimah dunia karena kita merayakan internastional hijab solidarity day. Hari hijab sedunia ini diperingati karena adanya keputusan pemerintah London yang melarang mahasiswa untuk memakai simbol-simbol keagamaan, sehingga banyak warga muslim yang memprotes keputusan ini. 

Wanita yang akrab disapa Jenahara ini cukup panjang bercerita tentang kisah itu. Kisah Jenahara mendapatkan respons yang begitu positif. Apa saja yang disampaikan putri artis senior Ida Royani ini? Berikut tulisan Jenahara:

" Karena itu pada tanggal 4 September 2004 diadakanlah konferensi London yang dihadiri Syeikh Yusuf Al Qardawi, Prof Tariq R dan juga 300 delegasi dari 102 organisasi Inggris international yang kemudian mengahasilkan keputusan-keputusan:

1. Menetapkan dukungan terhadap penggunaan jilbab
2. Penetapan tanggal 4 September sebagai hari solidaritas jilbab internasional
3. Rencana aksi untuk tetap membela hak muslimah untuk mempertahankan busana takwa mereka.

Selain itu hari hijab sedunia dipeingati untuk mengenang Marwa Al-Sharbini, seorang muslimah asal Mesir yang dibunuh oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia di ruang sidang kota Dresden, Jerman awal Juli 2008.

Abeer (Ketua Assembly for the protection of hijab, mengatakan Marwa Al sharbini adalah seorang martir bagi perjuangan muslimah yang mempertahankan jilbabnya. Ia menjadi korban islamfobia yang masih dialami banyak muslim di Eropa. Kematian Marwa layak untuk diperingati dan dijadikan sebagai hari hijab sedunia. (dikutip dari berbagai sumber).

Ketika di Indonesia berhijab adalah sebuah hal yang mudah untuk dikerjakan, marilah kita kembali bersyukur dan terus menetapi keimanan kita kepada Allah. Happy International Hijab Solidarity Day my friend."

Jenahara menyayangkan ketika mengetahui masih ada yang tidak mengetahui peringatan ini. Tapi Jenahara memaklumi mungkin informasi atas perayaan ini masih sedikit.

" Kalau di Indonesia kan pakai hijab bukan ancaman jadi mungkin mereka kurang paham juga, tetapi kalau di luar negeri sana masih banyak hijaber yang sangat berjuang dan bertahan dengan hijabnya," kata Jenahara saat ditemui Dream.co.id di Senayan City, Jakarta. 

Jenahara juga menyampaikan harapan untuk semua muslimah yang berada di seluruh dunia. Jangan ada lagi diskriminasi.

" Semuanya bisa nyaman dan aman. Para hijaber yang berada di negara mayoritas islam maka pertahankanlah hijabmu karena itu adalah perjuangan berada di jalan Allah. Kita harus bersyukur dan lebih menghargai semua manusia," kata dia. Ism)

Beri Komentar