Ketua Umum DMI Jusuf Kalla
Dream - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, punya pandangan unik tentang dua ormas Islam terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Pandangan tersebut terkait pola manajemen di masing-masing organisasi.
Menurut JK, NU merupakan ormas Islam milik banyak orang. Lebih tepatnya milik para kiai.
" Kalau NU milik para kiai, orang NU. Jadi, saya sering minta maaf saya katakan, kalau NU itu kayak franchise," ujar JK, dikutip dari Merdeka.com.
JK menggambarkan sebuah restoran waralaba dimiliki banyak orang meski mereknya sama. Dia menyebut gambaran ini terlihat dari bagaimana NU mengelola pesantren, yang tentu dimiliki oleh kiai-kiainya.
Berbeda dengan Muhammadiyah. Menurut JK, Muhammadiyah memiliki sistem seperti perusahaan dalam mengelola amal usaha seperti rumah sakit atau pendidikan.
" Kalau Muhammadiyah, rumah sakit, sekolah, itu milik Muhammadiyah, arsip Muhammadiyah," kata dia.
" Muhammadiyah itu murni company, dari atas sampai ke bawah dia punya," ucap JK melanjutkan.
Meski begitu, JK menyatakan antara NU dan Muhammadiyah sama-sama hebat meski punya sistem berbeda. Menurut dia, sistem franchise yang dipakai NU dalam mengelola pesantren sudah teruji.
" Pemiliknya berbeda-beda tapi mereka punya sistem yang dikoordinir, kepemilikannya nomor dua, tapi sistemnya yang terbaik dan teruji," kata dia.
Karena itu, JK tidak heran jika pesantren memiliki jiwa enterpreneurship. Bahkan dia menyatakan warga NU punya kemampuan enterpreneurship yang tinggi.
" Karena bisa dirikan pesantren ribuan tanpa campur tangan," ucap JK.