Jual Anaknya Rp160 Ribu, Ibu Dituntut Penjara 150 Tahun

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 14 November 2017 13:35
Jual Anaknya Rp160 Ribu, Ibu Dituntut Penjara 150 Tahun
Hakim mengurangi hukuman menjadi 75 tahun karena si ibu beralasan harus merawat dua anaknya yang lain.

Dream - Ibu tunggal asal Malaysia dijatuhi hukuman penjara selama 150 tahun. Wanita tersebut terbukti bersalah menjual anak-anaknya untuk menjadi wanita tuna susila. 

Hakim pada Pengadilan Johor Bahru, Kamarudin Kamsun, menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara untuk masing-masing kasus. Wanita itu terjerat 10 kasus perdagangan anak. 

Laporan The Star menyebut hakim menyatakan wanita tersebut terbukti bersalah atas 10 kasus penjualan dua anaknya untuk melayani sejumlah lelaki hidung belang asal Bangladesh.

Peristiwa itu terjadi pada 1 Oktober 2017 dan selama empat hari berturut turut mulai 4 hingga 7 Oktober 2017

 

1 dari 2 halaman

Mohon Keringanan, Masih Harus Dipenjara 75 tahun

Sang ibu mengajukan permohonan keringanan hukuman berupa penggantian penjara dengan denda. Alasannya, dia mengaku harus merawat dua anaknya yang masih kecil, berusia lima dan empat tahun. 

Hakim mengabulkan permohonan tersebut. Tetapi, hukuman yang telah dijatuhkan dikurangi menjadi 75 tahun penjara.

Dua anak gadis berusia 10 dan 13 tahun itu `dijual` dengan tarif 50 ringgit Malaysia, setara Rp161 ribu. Dari transaksi haram itu, dua anak perempuannya terkadang diberi 1 ringgit Malaysia, setara Rp3.232, 5 ringgit Malaysia, setara Rp16 ribu, hingga 20 ringgit Malaysia, setara Rp64 ribu.

Ibu yang tak disebutkan namanya itu mengaku bersalah. Dia mengakui telah memanfaatkan dua putrinya untuk mendapat uang.

 

2 dari 2 halaman

Si Anak Melapor ke Sekolah

Channel News Asia melaporkan, kabar perlakuan tak senonoh itu muncul setelah putrinya yang berusia 13 tahun melaporkan kejadian yang dialaminya melalui aplikasi percakapan Whatsapp kepada pihak sekolah. Dia mengatakan telah dijual kepada pria asing oleh ibunya.

Pada saat yang sama, gadis tersebut juga tak hadir di sekolah selama 18 hari. Atas informasi itulah pihak sekolah membuat laporan ke polisi.

Polisi kemudian menangkap ibu tersebut di rumahnya di Taman Bintang, Kulai, pada 25 Oktober.

Beri Komentar