Dream - Jessica Kumala Wongso ditangkap penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya setelah ditetapkan menjadi tersangka pukul 23.00 WIB, Jumat 29 Januari 2015.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Khrisna Murti mengatakan, penetapan tersangkan terhadap Jessica setelah dilakukan gelarperkara pada Jumat Sore.
" Setelah gelar perkara dan ditetapkan tersangka Jessica langsung kami cari," kata Khrisna, hari ini.
Dia melanjutkan, setelah gelar perkara. Tim penyidik langsung bergerak ke rumahnya namun kondisi rumahnya gelap sehingga dilakukan pencarian. " Kita tiba di rumahnya ternyata gelap dan tidak ada orang," imbuhnya
Penyidik langsung melacak keberadaan tersangka hingga ditemukan lokasinya di sebuah hotel kawasan ManggaDua, Jakarta Utara. " Dia ternyata menginap di sana, kami tangkap tadi pukul 07.00 WIB," ujarnya.
Saat ini Jessica masih diperiksa di Polda Metro Jaya.
Bantah
Jessica memang sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan terkait kasus kematian Mirna. Mirna tewas setelah minum kopi di Olivier Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Jessica memastikan tidak terlibat dalam kasus kematian temannya itu. Dia juga yakin, bahwa tewasnya Mirna karena minum kopi tidak ada hubungannya dengannya.
" Saya cuma berharap, polisi bisa bekerja keras, menuntaskan masalah ini. Soalnya nama baik yang sudah saya bangun 10 tahun hancur," katanya
Jessica juga merasa sedih selama ini selalu dikaitkan dengan kematian Mirna. " Saya merasakan lelah, kecewa, sedih, marah" .
© Dream
Dream - Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Yudi Wibowo berkukuh kliennya tidak memberikan keterangan palsu terkait kematian Wayan Mirna Salihin. Yudi meyakinkan, kliennya justru yang mengalami syok dengan kematian Mirna.
Belum selesai syok yang dialami, kata Yudi, berhembus kabar negatif yang menyudutkan kliennya. Kabar menyebut Jessica sebagai tersangka membuat klien Yudi semakin tertekan secara kejiwaan.
" Jessica trauma. Dia juga ketakutan, kok sahabatnya meninggal seperti itu. Jessica itu sedih," ujar Yudi, Kamis, 28 Januari 2016.
Yudi mengatakan penyidik telah menyampaikan hasil pemeriksaan tim forensik kepada keluarga Jessica. Hasilnya menyatakan Jessica tidak memberikan keterangan bohong.
" Hipnoterapi, psikiatri, psikologi itu bagus hasilnya, nggak ada kebohongan pada Jessica," kata dia.
Mengenai perkembangan proses penyidikan, dia meminta penyidik untuk menggeledah rumah semua saksi terkait kasus kematian Mirna. Sebab, penggeledahan yang hanya dilakukan di rumah kliennya itu membuat keluarga Jessica tersudutkan.
" Kalau mau adil. Semua saksi dong digeledah. Suaminya, ayahnya, teman lainnya, dan lainnya," ucap dia.
Menurut dia, apabila polisi hendak melakukan penggeledahan ulang, seharusnya tidak dilakukan di rumah Jessica. Sebab, usai kejadian, polisi sudah terlalu sering melakukan penggeledahan di lokasi tersebut.
Sementara saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan intimidasi saat penggeledahan, Yudi memberikan bantahan.
" Soal intimidasi itu tidak ada. Dari pihak mana pun tak ada intimidasi. Jadi, di Komnas HAM pun kami hanya diskusi soal penggeledahan pertama saja itu," kata dia. (Ism)
© Dream
Dream - Jessica yang terus dihubung-hubungkan dengan tewasnya Mirna membuatnya sedih. Sebab, dalam pemeriksaan polisi selama ini dia kerap kooperatif.
" Saya tidak ada hubungannya dengan tewasnya teman saya. Saya sedih saja. Kami membantu polisi kok," kata dia.
" Semoga polisi dapat menetapkan siapa di balik ini semua. Saya juga ingin yg terbaik saja bagi keluarga Mirna," tutur dia berharap. (Baca: Begini Kedekatan Jessica dengan Mirna)
© Dream
Dream - Jessica Kumala, teman dekat Wayan Mirna, perempuan yang tewas usai minum kopi di Kedai Kopi Olivier, Grand Indonesia, mengungkapkan alasan ia tidak mencicipi kopi yang sama diminum korban.
" Soalnya saya sakit maag di lambung," kata Jessica usai diperiksa di Direktorat Polda Metro Jaya, Rabu malam 20 Januari 2016.
Jessica mengaku, pelayan kedai kopi itu memberikan peringatan. Peringatan bahwa kopi vietnam yang dipesannya itu memiliki efek kuat.
" Saya diperingatkan masnya (pelayan) yang sediain, kalau kopinya sangat kuat. Jadi tidak saya coba," ujar dia.
Adapun korban yang juga kawan dekatnyalah yang akhirnya meminum kopi maut berisi sianida itu.
Kenapa Mirna tetap menenggak kopi itu? Jessica beralasan, Mirna tetap meminum kopi yang memiliki efek keras itu karena kegemarannya meminum kopi.
" Iya. Kita memang doyan minum kopi," ujar dia.
Perempuan yang menggunakan jaket hitam dan berbaju merah muda itu diperiksa oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya selama tujuh jam. Ini kali kelima, Jessica yang menjadi saksi dalam pemeriksaan kasus ini.
Saat ditanya mengenai kesiapan ia jika ditetapkan tersangka nantinya, Jessica hanya menjawab singkat, " Waduh. Pertanyaan itu tidak fair buat saya." (Ism)
© Dream
Dream - Jessica Kumala terus memberikan keterangan seputar kematian Wayan Mirna Salihin, usai menenggak kopi `maut` di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu 6 Januari lalu.
Jessica yang juga teman kampus Mirna, menegaskan ia bukanlah sosok yang bertanggung jawab atas tewasnya Mirna.
Polisi sempat mencari-cari sepotong celana yang digunakan Jessica saat peristiwa terjadi. Celana sobek yang sudah dibuang Jessica itu menjadi perhatian.
Usai memberikan keterangan di Direktorat Polda Metro Jaya, Jessica sedikit menanggapi soal celana sobek itu.
" Soal celana saya tidak bisa berkomentar. Saya tidak bisa komentar kalau polisi tidak tanya," kata Jessica, Rabu malam 20 Januari 2016. (Baca: Jessica Buang Celana Usai Kematian Mirna)
Sebelumnya, menurut pengacara Jessica, Yudi Wibowo, celana Jessica itu dibuang oleh pembantu rumah tangganya. " Kata pembantunya, 'dibuang ya non? Udah sobek nggak bisa dijahit lagi'. Jessica jawab, ya terserah," kata Yudi menjelaskan di Polda Metro Jaya, Kemarin malam.
Dijelaskan Yudi, celana Jessica sobek saat ikut membantu membawa Mirna ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, setelah kejang-kejang usai meminum es kopi di Cafe Olivier.
Celana itulah yang kemudian dicari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Saat penggeledahan di perumahan Sunter Icon, Sunter, Jakarta Utara yang dihuni Jessica, penyidik sempat membawa celana, baju yang terlihat di CCTV, beberapa obat sakit leher, obat tidur, laptop, kartu kredit dan buku tabungan.
Polisi sedang mengerahkan sejumlah tukang sampah di sekitar Sunter Icon untuk mencari celana Jessica yang diduga dibuang pembantu rumah tangganya.
(Ism)
© Dream
Dream - Jessica Kumala, saksi mata kematian Wayan Mirna Salihin usai minum es kopi di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, angkat bicara soal banyaknya kabar tak sedap yang menyudutkannya dalam kasus itu.
Kali ini, Jessica menyatakan ia tidak pernah menyebarkan informasi apapun ke media sosial Facebook terkait kematian Mirna.
Jessica membantah kabar mengenai gambar percakapan via Whatsapp dia dengan Mirna yang diunggah di Facebook yang mengatasnamakan dirinya.
Gambar itu memperlihatkan ucapan Jessica yang mencari dokter di GI kepada Mirna. " Saya tidak punya facebook dari tahun 2012," ucap Jessica.
Menurut pengacaranya, Yudi Wibowo, peran Jessica di hanya kebetulan semata.
Sebab, dia beralasan, kopi yang diminum Mirna seharusnya menyebabkan kematian pada Hani, rekan Mirna yang lain.
" Menurut saya, Jessica jangan dikambing hitamkan. Hani minum satu gelas yang sama (dengan Mirna). Satu mati yang satu enggak," kata Yudi.
© Dream
Dream - Darmawan Salihin, Ayah Wayan Mirna mengaku tidak mengetahui sejauh apa kedekatan Jessica dan suami Mirna, Arief.
Dia juga tak mengetahui secara pasti jalinan perkawanan Mirna, Jessica dan Arief di Negeri Kanguru, tempat mereka kuliah. " Wah ngga ngerti itu anak-anak," kata dia.
Sebelumnya, Jessica membantah jika ia memiliki hubungan spesial dengan suami Mirna, Arief.
Berikut fakta-fakta hubungan antara Jessica dengan suami Mirna berdasarkan penuturan Jessica dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi nasional, beberapa waktu lalu;
Pertama, ia mengenal Arief sejak sebelum menikah dengan Mirna dan itu hanya sekadar kenal, tetapi bukan teman.
Kedua, Jessica mengaku jarang bertemu Arief. Pertemuannya dengan Arief selalu bersama Mirna.
Ketiga, sebelum ngopi bersama Mirna dan Hani, Jessica pernah bertemu di restoran bersama Arief dan Jessica di Jakarta, 12 Desember 2015.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Dream, aktivitas Arief di Australia tidak semenonjol Jessica. Di kalangan warga Australia di Indonesia, sosok Jessica dikenal aktif bekerja di lembaga sosial bernama Sidney Ambulance.
" Kami tidak mengenal Arief. Kalau Jessica, kami dengar bekerja di Sidney Ambulance," tulis sumber Dream di kalangan pelajar Indonesia di Australia melalui pesan WhatsApp.
Hal ini dibenarkan Darmawan. Dia juga mendengar jika Jessica pernah bekerja di lembaga itu. " Saya dengar kerja di ambulans di Australia," kata Darmawan.
Sidney Ambulance merupakan layanan kesehatan milik pemerintah Australia. Di sana, Jessica berperan sebagai desainer poster kampanye kesehatan. (Ism)
© Dream
Dream - Ayah Wayan Mirna Salihin, Darmawan Salihin menuding ada kebohongan dari salah satu saksi dalam kematian putrinya.
Menurut dia, kebohongan salah saksi terungkap saat Darmawan bertanya perihal minuman yang diminum Jessica.
" Dia bohong sama saya. Saya tanya minum apa? Minum air mineral kata dia," ucap Darmawan usai melengkapi keterangan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis 28 Januari 2016.
Meski begitu, saat dimintai penjelasan mengenai orang yang dia maksud adalah Jessica, dia mengelak. Dia hanya mengatakan jika semua pihak akan tahu siapa yang berbuat.
" Ya nggak tahu. Itu Anda yang ngomong. Saya enggak ngomong itu Jessica. Ya tahu sendirilah," ujar dia.
Darmawan menjelaskan jika dilihat dari daftar pesanan Jessica, Mirna dan Hani di Kedai Kopi Olivier, Grand Indonesia, tak ditemukan pesanan air mineral. Dalam bon pesanan hanya ditemukan dua minuman beralkohol dan satu kopi Vietnam.
" Dalam bon itu ada tiga pesanan. Dua koktail dan satu Es Vietnam Kopi. Bagaimana bisa ada air mineral, jika bersamaan dia minum koktal," ungkap dia.
Dalam kesempatan itu, Darmawan juga membantah jika keluarganya akrab dengan Jessica. Darmawan mengaku jika dia baru mengetahui sosok Jessica di rumah sakit.
" Bohong, saya baru lihat dia di rumah sakit (RS Abdi Waluyo-red) waktu Mirna sudah enggakada," kata dia.
Bantah Bohong
Yudi Wibowo, pengacara Jessica mengatakan, penyidik telah menyampaikan hasil pemeriksaan tim forensik kepada keluarga Jessica. Hasilnya, kata Yudi, menyatakan Jessica tidak memberikan keterangan bohong.
" Hipnoterapi, psikiatri, psikologi itu bagus hasilnya, nggak ada kebohongan pada Jessica," kata Yudi.
(Ism)