Dream - Pada sidang kedelapan kasus kopi sianida, jaksa penuntut umum (JPU) kembali memutar rekaman CCTV yang memuat kronologi kematian Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier, 6 Januari 2016, lalu.
Dalam sidang ini Hakim Ketua Kisworo fokus menyaksikan rekaman kedatangan terdakwa Jessica Kumala. Di rekaman tersebut, Jessica nampak melakukan pembayaran sebelum pesanan yang diinginkannya datang.
Kisworo menanyakan fakta itu kepada saksi kasir Kafe Olivier, Jukiah. Tak puas hanya sekadar bertanya, anggota hakim Binsar Gultom mengonfrontir pernyataan Jukiah dengan penyaji cocktail Marlon Alex.
Hakim anggota Binsar Gultom pun kemudian meminta agar rekaman saat Jessica membayar diputar berkali-kali.
Binsar yang tak puas dengan keterangan saksi dan gambaran dari CCTV kemudian menawarkan kepada JPU untuk bersidang di tempat kejadian perkara (TKP), Kafe Olivier.
Kepala Bagian Humas Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Waluyo mengaku permintaan hakim sebagai keuntungan. Sebab, sedari awal JPU ingin sidang juga digelar di lokasi Kafe Olivier.
" Justru kita akan menyambut baik, sidang di lokasi," ucap Waluyo saat yang juga menghadiri sidang tersebut.
Advertisement

Persahabatan yang Kuat Bisa Memperkuat Kesehatan Mental dan Fisik Milik Seseorang

Fakta di Balik Kemampuan Orang Bajo Melihat Lebih Jelas saat Berada di Bawah Air

Cara Menghindari Kelelahan Mengambil Keputusan yang Kita Lakukan

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan


Enrique Maluku: Pelaut yang Disebut sebagai Pengeliling Dunia Pertama, tetapi Kurang Dikenal

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan