Catat! Ini Kebijakan Baru Ibadah Umroh 1444 H

Reporter : Okti Nur Alifia
Senin, 8 Agustus 2022 19:00
Catat! Ini Kebijakan Baru Ibadah Umroh 1444 H
Simak kebijakan baru ibadah umrah 1444H yang disampaikan Kemenag dalam pertemuan dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menggelar pertemuan untuk membahas sejumlah kebijakan baru penyelenggaraan ibadah umroh 1444 H.

Pertemuan ini berlangsung pada 1 Agustus 2022 dan diselenggarakan di Kantor Kementerian Haji dan Umroh di Mekah. Pertemuan juga dipimpin Dirjen Administrasi Umum Urusan Perusahaan dan Muassasah Umroh Kementerian Haji dan Umroh Kerajaan Arab Saudi, Abdurrahman As-Saggaf. 

Sementara itu, delegasi Indonesia dipimpin Direktur Umroh dan Haji Khusus Kementerian Agama, Nur Arifin, serta sejumlah staff lainnya.

Nur Arifin mengatakan, pertemuan dua pihak ini membahas sejumlah persiapan sehubungan telah dibukanya penyelenggaraan umrah 1444 H. Kemenag perlu mengupdate kebijakan Arab Saudi dalam penyelenggaraan umrah, khususnya setelah dua tahun pandemi.

“ Alhamdulillah, dari pertemuan ini kita mendapat kepastian bahwa Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi membuka seluas-luasnya jumlah kuota jemaah umroh tahun 1444 H, khususnya dari Indonesia,” terang Nur Arifin, dikutip dari laman Kemenag, Senin 8 Agustus 2022.

1 dari 4 halaman

Penerbitan Visa

Terkait penerbitan visa, Arifin menginformasikan prosesnya tidak lagi harus melalui provider visa di Indonesia. Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) kini bisa langsung bekerja sama dengan provider visa di Arab Saudi yang sudah diakui Kementerian Haji dan Umroh.

Begitu pun dengan masa visa yang bisa dipakai tiga bulan. Dan jemaah umrah dapat mengunjungi seluruh wilayah di Arab Saudi.

“ Masa berlaku visa umrah yang awalnya hanya sebulan, kini menjadi tiga bulan. Jemaah umroh juga dapat mengunjungi seluruh wilayah di Arab Saudi,” terangnya. 

“ Kebijakan Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi terkait dengan penerbitan visa umroh bagi jemaah umroh dari Indonesia masih tetap business to business,” sambungnya.

 

2 dari 4 halaman

Dapat Menggunakan Visa Selain Umrah

Kasubdit Pengawasan Umroh dan Haji Khusus, M. Noer Alya Fitra, menambahkan, orang yang datang ke Arab Saudi dengan menggunakan visa selain umrah, juga dapat beribadah umroh. 

Bahkan, visa transit 24 jam juga dapat dipakai untuk melaksanakan ibadah umroh dengan melakukan booking terlebih dahulu di aplikasi Tawakkalna atau Eatmarna.

“ Aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna tetap diberlakukan bagi setiap orang dalam pelaksanaan umrah, termasuk saat masuk ke Raudah di Masjid Nabawi,” paparnya.

3 dari 4 halaman

Soal Guide dan Asuransi

Guide atau muthawwif jemaah umroh, khususnya jemaah dari Indonesia, tidak harus orang Saudi. 

Muthawwif diperbolehkan berasal dari warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi dengan sponsor muassasah yang bersangkutan dan didampingi guide warga negara Saudi.

Pemerintah Saudi juga masih menerapkan kebijakan asuransi jemaah umrah dengan harga seperti tahun-tahun sebelumnya.

“ Jika terjadi jemaah umrah overstay, maka yang bertanggung jawab membayar denda adalah jemaah yang bersangkutan melalui muassasah/provider visa di Arab Saudi,” ucap Nafit.

4 dari 4 halaman

Pemerintah Arab Saudi Masih Menerapkan Protokol Kesehatan

Pemerintah Arab Saudi masih akan menerapkan protokol kesehatan bagi jemaah umroh, dikarenakan masih pandemi Covid-19. Namun, kebijakan ini penerapannya berbeda sesuai dengan zona yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi, yaitu hijau, kuning, dan merah.

Untuk negara Indonesia saat ini masuk dalam zona hijau. Pemerintah Arab Saudi juga akan terus memantau perkembangan dari Covid-19.

 “ Saat ini Indonesia termasuk dalam zona hijau. Pemerintah Arab Saudi akan terus memantau perkembangan Covid-19 dan jika ada kebijakan-kebijakan baru akan segera disampaikan,” tutup Nafit.

Beri Komentar